Master Cheng Yen Bercerita – Pinjami Aku Satu Dolar (147)

Ada dua penyesalan terbesar dalam hidup ini. Yang pertama ialah tidak melakukan yang hendaknya dilakukan. Ini sungguh membawa penyesalan. Yang kedua ialah melakukan yang hendaknya tidak dilakukan. Ini juga membawa penyesalan seumur hidup. Keduanya ditimbulkan oleh...

Master Cheng Yen Bercerita – Di Bawah Pohon Berangan (146)

Di alam semesta ini, segala tempat hidup semua makhluk memerlukan keharmonisan. Contohnya, negara membutuhkan perdamaian. Masyarakat membutuhkan ketenteraman. Lingkungan tempat tinggal perlu kerukunan. Keharmonisan tidak hanya dibutuhkan oleh manusia, melainkan juga...

Master Cheng Yen Bercerita – Raja yang Tamak (145)

Saat kita hidup damai dan sejahtera, bisakah kita memahami kondisi orang-orang yang hidup kekurangan dan menderita? Saya sering berkata bahwa kita harus menyadari berkah setelah melihat penderitaan. Saat melihat penderitaan orang lain, kita baru menyadari bahwa kita...

Master Cheng Yen Bercerita – Kicauan Sedih Talas Putih (144)

Dalam kehidupan sehari-hari, hati kita harus tenang dan damai serta merenungkan segala hal dengan teliti. Jika kita bisa merenungkan segala hal dengan hati yang tenang maka kita bisa menghadapi semua hal dan orang lain juga dengan tenang dan damai. Di masa sekarang...

Master Cheng Yen Bercerita – Dewi Pohon dan Dewa Rumput (143)

Pada zaman Buddha masih hidup, ada seorang pelindung Dharma  bernama Sudatta. Dia bergaul dengan luas tanpa membeda-bedakan kaya dan miskin. Ada seorang temannya yang status sosialnya sangat rendah dan pada zaman itu disebut kaum paria. Namun, Sudatta sangat...

Master Cheng Yen Bercerita – Perubahan si Gajah (142)

Master Cheng Yen Bercerita – Perubahan si Gajah (142) Sifat hakiki manusia ialah bajik. Namun, karena pengaruh kondisi luar, makhluk awam semakin jauh dari sifat bajik. Jadi, kondisi lingkungan dapat mempengaruhi seseorang. Pada zaman Buddha masih hidup,...