Master Cheng Yen Bercerita – Kicauan Sedih Talas Putih (144)

Dalam kehidupan sehari-hari, hati kita harus tenang dan damai serta merenungkan segala hal dengan teliti. Jika kita bisa merenungkan segala hal dengan hati yang tenang maka kita bisa menghadapi semua hal dan orang lain juga dengan tenang dan damai. Di masa sekarang...

Master Cheng Yen Bercerita – Dewi Pohon dan Dewa Rumput (143)

Pada zaman Buddha masih hidup, ada seorang pelindung Dharma  bernama Sudatta. Dia bergaul dengan luas tanpa membeda-bedakan kaya dan miskin. Ada seorang temannya yang status sosialnya sangat rendah dan pada zaman itu disebut kaum paria. Namun, Sudatta sangat...

Master Cheng Yen Bercerita – Perubahan si Gajah (142)

Master Cheng Yen Bercerita – Perubahan si Gajah (142) Sifat hakiki manusia ialah bajik. Namun, karena pengaruh kondisi luar, makhluk awam semakin jauh dari sifat bajik. Jadi, kondisi lingkungan dapat mempengaruhi seseorang. Pada zaman Buddha masih hidup,...

Master Cheng Yen Bercerita – Kisah Putri Raja Asoka (141)

Dalam seratus tahun setelah Buddha wafat, di Kota Rajgir ada seorang raja bernama Asoka yang merupakan raja yang agung dan bijaksana di India. Di dalam istananya, ada banyak pelayan yang sering mendengar sebuah cerita. Pada zaman Buddha masih hidup, ada dua anak...

Master Cheng Yen Bercerita – Ayah dan Anak Pesulap (140)

Kehidupan bagaikan sebuah panggung. Di atas panggung, kita mungkin berperan sebagai pengemis, tetapi dengan berganti kostum, peranan kita bisa berubah menjadi pangeran, pahlawan, ataupun pelajar. Singkat kata, sesuai peranan yang dimainkan, tindakan dan penampilan...