{"id":991,"date":"2016-02-28T12:38:38","date_gmt":"2016-02-28T05:38:38","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=991"},"modified":"2016-02-28T12:38:38","modified_gmt":"2016-02-28T05:38:38","slug":"sanubari-teduh-enam-praktek-10-keyakinan-bagian-2-137","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-praktek-10-keyakinan-bagian-2-137\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 2 (137)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh -  Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan -  Bagian 2 (137)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/G0InsVeZY7Q?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 2 (137)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q\">https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, dalam kondisi yang hening ini, batin kita harus memiliki suatu pikiran yang tidak boleh tidak ada, yakni keyakinan. Orang yang tidak memiliki keyakinan tidak akan berada disini untuk berlatih, bekerja dan belajar bersama. Jadi, kita semua sama-sama memiliki keyakinan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita telah membahas tentang enam indra, enam kesadaran, enam persepsi, enam sensasi hingga enam praktik. Enam praktik ini merupakan rangkaian proses dalam pelatihan diri kita. Untuk mencapai kebuddhaan, enam praktik ini tidak boleh tidak ada<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam Praktik :<\/p>\n<ol>\n<li>Praktik 10 Keyakinan<\/li>\n<li>Praktik 10 Kediiaman<\/li>\n<li>Praktik 10 Praktik<\/li>\n<li>Praktik 10 Dedikasi<\/li>\n<li>Praktik 10 Bhumi<\/li>\n<li>Praktik Pencerahan Setara<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam praktik lagi terbagi ke dalam 10 poin.<\/p>\n<p>Kini kita akan membahas 10 Keyakinan, ini adalah metode terampil dalam praktik Bodhisattva.<\/p>\n<p>Praktik Sepuluh keyakinan:<\/p>\n<ol>\n<li>Keyakinan<\/li>\n<li>Pikiran<\/li>\n<li>Semangat<\/li>\n<li>Kebijaksanaan<\/li>\n<li>Konsentrasi<\/li>\n<li>Ketidakmunduran<\/li>\n<li>Usaha melindungi Dharma<\/li>\n<li>Dedikasi<\/li>\n<li>Sila<\/li>\n<li>Tekad<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>KEYAKINAN.<\/p>\n<p>Kita harus terlebih dahulu melenyapkan pemikiran keliru untuk dapat berjalan di Jalan Tengah. Jika tidak melenyapkan pemikiran keliru yang penuh Ego, kita akan mudah berjalan menyimpang. Jadi sebelum memiliki keyakinan yang teguh dan sebelum membangun keyakinan, kita harus melenyapkan\u00a0 segala pemikiran keliru. Dengan demikian, kita baru dapat berjalan. Di Jalan Tengah yang murni.\u00a0 Jalan ini baru dapat kita tapaki\u00a0 dengan lurus tanpa menyimpang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PIKIRAN<\/p>\n<p>Jika dalam keseharian dappat mengembangkan pikiran penuh keyakinan yang teguh dan murni, berapapun banyaknya kelahiran yang dilalui, kita tetap akan dapat kembali sesuai tekad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berikutnya adalah semangat. Pikiran yang penuh keyakinan saja tidak cukup. Kita harus sungguh harus tekun dan bersemangat. Kita hendaknya memiliki pikiran penuh dengan semangat, artinya memiliki kecemerlangan yang murni. Jika kita tekun dan bersemangat, berarti kita tak akan terganggu kerisauan dan tidak akan mundur. Pikiran kita harus cemerlang dan murni. Inilah yang disebut kemurnian. Amat cemerlang dan jernih bagaikan bola kristal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Batin senantiasa jernih disebut \u201cCemerlang\u201d , terus maju dengan keyakinan teguh disebut \u201csemangat\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam mempelajari ajaran Buddha, bukankah kita ingin melatih diri ? kita harus melatih pikiran kita, meneguhkan keyakinan, dan terus melangkah dengan tekun dan bersemangat. Inilah praktik. Inilah praktik melatih diri. Jika ingin melatih diri tanpa praktik, bagaimana kita bisa benar-benar berlatih? Tidak bisa.Karena itu ada ungkapan berbunyi, \u201c Jika tidak bisa melewati masalah, kebijaksanaan tak akan tumbuh.\u201d<\/p>\n<p>Sesulit apapun masalah yang dihadapi, dalam pikiran orang yang tekun dan bersemangat tiada yang sulit. Jika dapat mengubah kesulitan menjadi tiada kesulitan, manusia akan dapat memasuki tataran kesucian.\u00a0 Jadi, kecemerlangan yang murni dan sempurna ini, jika kita dapat rasakan dengann sungguh-sungguh ia merupakan kondisi yang sangat indah. Jadi kita harus sungguh tekun dan bersemangat. Kita harus terus maju dengan pikiran yang tulus dan murni. Melatih diri bertujuan untuk kembali pada hakekat sejati yang murni. Jadi terhadap orang-orang yang kita temui dan berbagai masalah yang kita hadapi, pikiran kita harus senantiasa memegang teguh kemurnian ini. Jadi, kita semua harus sangat bersungguh hati.\u00a0 Baru dapat membangkitkan hakikat yang murni ini, sehingga tidak ternoda dalam usaha kita melatih diri di dunia ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berikutnya adalah kebijaksanaan\u00a0 Untuk dapat bertindak dengan bijaksana, kita harus bersungguh hati. Kebijaksanaan adalah kecemerlangan hati yang terpancar. Ini adalah kecemerlangan yang paling murni.\u00a0 Setelah kita tekun melatih diri. maka batin kita akan terlatih. Mampu menghadapi segala hal dengan kebijaksanaan yang murni di tengah berbagai kondisi yang kompleks, itulah yang disebut bijaksana.<\/p>\n<p>Jika memiliki kebijaksanaan, kita akan dapat senantiasa hening dan tenang, pikiran pun dapat terfokus pada satu kondisi. Kondisi yang hening dan jernih ini adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan ini membuat kita tidak terpengaruh lingkungan saat melakukan sesuatu. Inilah konsentrasi atau keteguhan pikiran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menggenggam kebijaksanaan, senantiasa memiliki batin yang hening, pikiran dapat terfokus\u00a0 pada satu kondisi, dan tidak terpengaruhi oleh apa pun, inilah yang disebut konsentrasi atau keteguhan pikiran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, pikiran diri memiliki tahapan. Kita hendaknya dapat mengikuti tahapan ini mulai dari Enam Praktik. Untuk memasuki jalan Buddha, kita harus melewati enam praktik ini. Yang pertama adalah Praktik 10 keyakinan. Dalam Sepuluh keyakinan, kita harus melewati berbagai tahapan yang berkaitan dengan kondisi batin, yakni keyakinan, pikiran, semangat, kebijaksanaan, konsentrasi, ini baru lima yang pertama. Saudara sekalian keyakinan adalah ibu dari segala pahala. Harap, kita semua harus senantiasa lebih bersungguh hati.\u00a0 Jadi, jika diawal kita tidak memiliki keyakinan murni, maka kita tak akan dapat melanjutkan perjalanan ini. Karena itu, senantiasalah bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan <strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 2 (137)<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q\">https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/h1>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 2 (137) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, dalam kondisi yang hening ini, batin kita harus memiliki suatu pikiran yang tidak boleh tidak ada, yakni keyakinan. Orang yang tidak memiliki keyakinan tidak akan berada disini untuk berlatih, bekerja dan belajar bersama. Jadi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 2 (137) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/G0InsVeZY7Q &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, dalam kondisi yang hening ini, batin kita harus memiliki suatu pikiran yang tidak boleh tidak ada, yakni keyakinan. Orang yang tidak memiliki keyakinan tidak akan berada disini untuk berlatih, bekerja dan belajar bersama. Jadi,&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}