{"id":989,"date":"2016-02-28T12:36:26","date_gmt":"2016-02-28T05:36:26","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=989"},"modified":"2016-02-28T12:36:26","modified_gmt":"2016-02-28T05:36:26","slug":"sanubari-teduh-enam-praktek-10-keyakinan-bagian-1-136","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-praktek-10-keyakinan-bagian-1-136\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 1 (136 )"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh   Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan -   Bagian 1 (136 )\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/thTIuI89eQ8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 1 (136 )<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8\">https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Kesadaran.<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Persepsi<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Sensasi<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Praktik<\/p>\n<p>Dalam keseharian kita tak luput dari perasaan. Perasaan timbul akibat kontak antara enam indara dan enam objek<\/p>\n<p>Enam Indra : Mata, telinga hidung, lidah, tubuh, pikiran.<\/p>\n<p>Enam Objek : rupa, suara, aroma, rasa, sentuhan, objek-objek mental.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kelahiran kembali yang di alami semua makhluk di dunia tak lepas dari 12 mata rantai\u00a0 sebab akibat yang\u00a0 saling bergantungan.<\/p>\n<p>12 Mata Rantai Sebab Akibat :<\/p>\n<ol>\n<li>Ketidaktahuan<\/li>\n<li>Bentuk-bentuk karma<\/li>\n<li>Kesadaran<\/li>\n<li>Nama dan rupa<\/li>\n<li>Enam indra<\/li>\n<li>Kontak<\/li>\n<li>Sensasi<\/li>\n<li>Keinginan<\/li>\n<li>Kemelekatan<\/li>\n<li>Eksistensi<\/li>\n<li>Kelahiran<\/li>\n<li>Usia Tua dan kematian<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berikutnya kita akan membahas Enam Praktik, ini merujuk pada praktik ajaran Buddha.<\/p>\n<p>Enam Praktik :<\/p>\n<ol>\n<li>Praktik 10 Keyakinan<\/li>\n<li>Praktik 10 Kediiaman<\/li>\n<li>Praktik 10 Praktik<\/li>\n<li>Praktik 10 Dedikasi<\/li>\n<li>Praktik 10 Bhumi<\/li>\n<li>Praktik Pencerahan Setara<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini kita harus bersungguh hati mempelajari ajaran Buddha. Makhluk awan dipengaruhi begitu banyak faktor, seperti indra, kesadaran, perasaan dan lain-lain. Kini kita tahu seharusnya tahu bahwa dalam kehidupan ini, kita selalu berhadapan\u00a0 dengan orang dan hal. Terhadap orang,\u00a0 bagaimana kita harus memperlakukan mereka ? Terhadap hal, bagaimana kita mengerjakan segala hal\u00a0 ?\u00a0 kita harus memilih apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita harus memilih mana yang boleh dan tidak boleh dikatakan. Kita harus memilih bimbingan mana yang harus kita berikan. Untuk itu kita harus mempelajari ajaran Buddha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam praktik adalah praktik yang dikembangkan Buddha setelah mencapai pencerahan untuk membimbing semua makhluk.\u00a0 Kita harus meneladani Buddha dalam praktik ini. Meneladani Buddha berarti meneladani tekad dan ikrar Buddha.\u00a0 Metode pelatihan diri Buddha bukanlah mencari pembebasan pribadi. Buddha melatih diri untuk memberi manfaat bagi semua makhluk. Untuk itu kita harus terlebih dahulu membangun keyakinan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebuah ungkapan berbunyi, \u201c Keyakinan adalah ibu dari segala pahala yang menumbuhkan segala akar kebajikan. \u201c\u00a0 Dalam mempelajari ajaran Buddha, jika kita tidak yakin terhadap keluruhan Buddha, maka kita tak akan dapat mencapai kebuddhaan. Jadi, keluhuran dan kesempurnaan tindakan Buddha harus kita yakini dengan teguh. Kita harus menaklukan keraguan dengan keyakinan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam mempelajari ajaran Buddha, haruslah meneladani Buddha. Membangun tekad dan ikrar. Terhadap kesempurnaan keluhuran dan tindak tanduk Buddha, haruslah memiliki keyakinan dan membuang keraguan. Dengan demikian, buah pencapaian akan dapat direalisasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat melatih diri, ditengah keheningan, Buddha menaklukan Mara di dalam batin-Nya. Di dalam sutra banyak tertulis kisah Buddha yang menaklukan Mara. Sesungguhnya Mara yang mana yang ditaklukan ? Mara dalam batin. Jadi saat timbul keraguan, akan banyak pemikiran keliru yang muncul. Jadi kita harus meneguhkan keyakinan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini kita akan membahas 10 Keyakinan, ini adalah metode terampil dalam praktik Bodhisattva.<\/p>\n<p>Praktik Sepuluh keyakinan:<\/p>\n<ol>\n<li>Keyakinan<\/li>\n<li>Pikiran<\/li>\n<li>Semangat<\/li>\n<li>Kebijaksanaan<\/li>\n<li>Konsentrasi<\/li>\n<li>Ketidakmunduran<\/li>\n<li>Usaha melindungi Dharma<\/li>\n<li>Dedikasi<\/li>\n<li>Sila<\/li>\n<li>Tekad<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang pertama adalah keyakinan. Kita harus terlebih dahulu melenyapkan pemikiran keliru untuk dapat berjalan di Jalan Tengah. Jika tidak melenyapkan pemikiran keliru yang penuh Ego, kita akan mudah berjalan menyimpang. Jadi sebelum memiliki keyakinan yang teguh dan sebelum membangun keyakinan, kita harus melenyapkan\u00a0 segala pemikiran keliru. Dengan demikian, kita baru dapat berjalan. Di Jalan Tengah yang murni.\u00a0 Jalan ini baru dapat kita tapaki\u00a0 dengan lurus tanpa menyimpang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kedua adalah pikiran. Keyakinan ini harus selalu ada dalam pikiran kita. Setelah membangun keyakinan, keyakinan ini harus tulus dan jernih. Kita harus selalu menjaga keyakinan ini agar senantiasa jernih. Begitu kita meninggalkannya sebentar saja maka banyak kegelapan batin akan muncul.\u00a0 Jadi, keyakinan kita yang teguh, harus selalu ada dalam pikiran kita. Untuk memiliki keyakinan yang tulus dan jernih semuanya berawal dari pikiran. Jika dapat merealisasikan ini, kita akan mampu menyerap segala kebenaran dan memaklumi segala hal. Dengan memiliki keyakinan benar kita akan dapat menerima dengan lapang dada semua orang dan masalah\u00a0 yang kita hadapi. Selama keyakinan kita tidak menyimpang, selama keyakinan ada dalam pikiran kita, maka kita akan dapat melakukan segala hal dengan harmonis dan tidak menyimpang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melenyapkan segala pikiran keliru, berjalan di Jalan Tengah, baru dapat membangun keyakinan. Setelah keyakinan terbangun, hendaknya selalu ada dalam pikiran. Dengan begitu segala hal, akan dapat diselesaikan dengan harmonis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam mempelajari ajaran Buddha, pertama kita harus membangun keyakinan dan berempati\u00a0 terhadap penderitaan semua makhluk. Di mana pun penderitaan terdapat, kita harus mengulurkan tangan ke sana. Dan tak hanya berlatih untuk pencapaian pribadi. Bencana yang terjadi di dunia berkaitan erat dengan kita. Jadi, kita harus membangun keyakinan, baru dapat membangkitkan tekad. Dengan memiliki tekad besar, barulah kita dapat mempraktikkan Jalan Bodhisattva. Jadi, keyakinalah sangatlah penting.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, kita semua harus bersungguh hati. Ingatlah pertama kita harus memiliki keyakinan; kedua pikiran kita harus terus terjaga. Keyakinan harus benar dan harus terus ada di dalam pikiran kita. Jangan biarkan keyakinan ini hilang. Untuk itu harap, kita semua harus senantiasa lebih bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan <strong>Sanubari Teduh Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 1 (136 )<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8\">https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/h1>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 1 (136 ) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8 &nbsp; Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Kesadaran. Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Persepsi Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Sensasi Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Praktik Dalam keseharian kita tak luput [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh Enam Praktek \u2013 10 Keyakinan &#8211; Bagian 1 (136 ) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/thTIuI89eQ8 &nbsp; Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Kesadaran. Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Persepsi Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Sensasi Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Enam Praktik Dalam keseharian kita tak luput&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}