{"id":899,"date":"2015-12-15T19:00:57","date_gmt":"2015-12-15T12:00:57","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=899"},"modified":"2015-12-15T19:00:57","modified_gmt":"2015-12-15T12:00:57","slug":"sanubari-teduh-empat-keterikatan-102","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-empat-keterikatan-102\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Keterikatan (102)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh -  Empat Keterikatan (102)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/2FLfzaW-QPI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Empat Keterikatan (102)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI\">https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0semua mahkluk di alam semesta ini memiliki semacam kemelekatan pada kondisi. Kita sudah membahas empat kemelekatan. Setelah mengalami kontak dengan objek luar, timbulah kemelekatan. Kemelekatan ini membuat manusia terikat. Jadi dikatakan, &#8220;Men\u201ciptakan segala karma buruk, karena Empat Keterikatan\u201d. Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai pandangan, pemikiran dan opini kita dipengaruhi oleh kondisi-kondisi luar. Dengan adanya kemelekatan pada kondisi-kondisi itu, maka timbullah banyak noda batin. Lalu dengan sendirinya kita akan melakukan berbagai tindakan yang salah.\u00a0 Demikianlah hubungan pikiran dan kondisi luar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu selanjutnya di bahas mengenai Empat Keterikatan,<\/p>\n<p>Empat Keterikatan:<\/p>\n<ol>\n<li>Keterikatan pada eksistensi<\/li>\n<li>Keterikatan pada kekosongan<\/li>\n<li>Keterikatan pada eksistensi dan kekosongan<\/li>\n<li>Keterikatan pada bukan eksistensi dan bukan kekosongan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat melatih diri sulit dipungkiri, pikiran kita juga suka menyimpang. Jalan pikiran yang menyimpang, sesungguhnya bisa membuat kita tersesat. Sebelum mengenal ajaran Buddha, kebanyakan orang awam memiliki \u00a0keterikatan, dan boleh dikatakan ini sudah sangat umum.\u00a0 Keterikatan ini memang sudah ada sejak awal. Bukankah kita pernah mendengar bahwa\u00a0 banyak orang yang sangat keras kepala ?. Memang benar. Setiap orang mungkin dapat mengatakan orang lain keras kepala karena minat dan hoby setiap orang berbeda. Jika memiliki minat, maka akan timbul rasa suka, dan cenderung terikat pada apa yang\u00a0 di sukai ini. Setiap orang memiliki kegemaran masing-masing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika pikiran manusia terikat pada eksistensi, maka nafsu untuk menguasai akan bangkit. Jika tidak memperoleh apa yang diinginkan, maka akan mengundang konflik yang membawa penderitaan tak terkira.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutanya ada yang terikat pada konsep kekosongan. Mereka menganggap hidup berasal dari ketiadaan, karena manusia lahir tidak membawa apa-apa, tanpa mengenakan pakaian sama sekali. Mereka menganggap di dunia ini, tidak ada yang disebut hukum sebab akibat. Mereka menganggap setelah dilahirkan, tidak perlu berusaha lebih baik\u00a0 dalam hidup. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimanpun cara mereka hidup, yang penting dapat hidup dengan senang, tidak peduli dengan pandangan orang lain. Jika pikiran melekat pada kekosongan, tidak meyakini hukum sebab akibat, tidak peduli pada orang lain, serta hanya mencari kesenangan pribadi, manusia akan miskin moralitas dan akan merusak tatanan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya ada keterikatan pada eksistensi sekaligus kekosongan. Mengenai Eksistensi, ini berkaitan dengan segala materi yang eksis. Seseorang akan terikat pada eksistensi, karena mereka melekat pada apa yang dimiliki. Jika pikiran terikat pada eksistensi dan kekosongan sekaligus, manusia akan membuat standar ganda. Kepunyaannya dianggap milik sendiri dan tidak akan di bagikan pada orang lain . Sebaliknya dia menuntut orang lain untuk berbagai dengannya dan tidak perhitungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berikutnya keterikatan pada\u00a0 bukan eksistensi dan bukan kekosongan. Bukan eksistensi berarti ketiadaan. Bukan kekosongan berarti eksis. Kemelekatan-kemelekatan tersebut juga adalah penyimpangan yang sering terjadi saat melatih diri. Ada orang yang menaati sila tetapi malah mungkin lebiha banyak melanggarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, dalam melatih diri juga ada urutan dan tahapannya. Terutam dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus menerima dan menjalankan ajaran yang diwariskan guru keada kita. Kita harus mengikuti apa yang diajarkan. Saat menjalankan sila, kita juga harus sangat berhati-hati. Jadi, janganlah melekat pada diri sendiri, karena akan selalu \u00a0menimbulkan masalah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika pikiran terikat pada bukan eksistensi dan bukan kekosongan, maka meski bertekad menjalankan sila, manusia mala mekt pada pandangan sendiri, dan tak dapat berjalan di Jalan Tengah, sehingga dapat membuat kesalahan lebih besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, Empat Kerikatan, harus kita waspadai. Jangan terikat pada eksistensi, jangan pula erikat pada kekosongan kita harus menganalisa dengan bijaksana. Juga jangan terikat oleh kedua-duanya. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita harus menggunakan cara yang sesuai untuk menjaga pikiran kita. Untuk itu harap semua selalu lebih bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Empat Keterikatan (102)<br \/>\n<a href=\"https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI\">https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<\/strong> <strong>Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/strong><\/p>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Empat Keterikatan (102) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0semua mahkluk di alam semesta ini memiliki semacam kemelekatan pada kondisi. Kita sudah membahas empat kemelekatan. Setelah mengalami kontak dengan objek luar, timbulah kemelekatan. Kemelekatan ini membuat manusia terikat. Jadi dikatakan, &#8220;Men\u201ciptakan segala karma buruk, karena Empat Keterikatan\u201d. Dalam kehidupan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Keterikatan (102) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/2FLfzaW-QPI &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0semua mahkluk di alam semesta ini memiliki semacam kemelekatan pada kondisi. Kita sudah membahas empat kemelekatan. Setelah mengalami kontak dengan objek luar, timbulah kemelekatan. Kemelekatan ini membuat manusia terikat. Jadi dikatakan, &#8220;Men\u201ciptakan segala karma buruk, karena Empat Keterikatan\u201d. Dalam kehidupan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=899"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/899\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}