{"id":8703,"date":"2020-04-17T13:40:09","date_gmt":"2020-04-17T06:40:09","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=3087"},"modified":"2020-04-17T13:40:09","modified_gmt":"2020-04-17T06:40:09","slug":"sanubari-teduh-tidak-menerima-ajaran-baik-dan-cahaya-511","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-tidak-menerima-ajaran-baik-dan-cahaya-511\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Tidak Menerima Ajaran Baik dan Cahaya (511)"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Tidak Menerima Ajaran Baik dan Cahaya (511)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_o88sdFQ2tI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, kehidupan penuh penderitaan. Saat Buddha memutar roda Dharma, ajaran pertama mengingatkan semua makhluk bahwa kehidupan adalah penderitaan. Penderitaan terbesar diumpamakan dengan neraka. Berhubung hidup bagai di tengah malam panjang dan telah lama menderita, manusia tidak melihat cahaya dan menjalankan kebajikan. Oleh karena itu, manusia mengalami banyak penderitaan. Malam panjang mengambarkan kondisi yang gelap. Jalan gelap ini, entah dimana pangkal dan ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah kebanyakan manusia hidup seperti ini ? Manusia sering berkata, \u201cHati saya sangat menderita. \u201c \u201c Saya tidak tahu harus jalan ke arah mana ?\u201d \u201cSiapa yang menunjukkan jalan yang terang ? \u201c Meski ada orang yang menunjukkan jalan, tetapi akibat kegelapan batin sendiri, kita&nbsp; tetap tidak tahu cara menghadapi cahaya itu. Begitulah kehidupan. Diliputi penderitaan batin, manusia juga mencari siapa yang menunjukkan jalan terang, tetapi diri sendiri pun tak menapakinya. Manusia terus berkutat dalam neraka batin dan terus berada dalam malam panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesungguhnya, alam memiliki malam dan siang. Namun neraka batin kita tidak ikut mengalami siang. Ia terus diliputi kegelapan. Meski di luar ada cahaya matahari, saat diarahkan, \u201cBatinmu sangat gelap, keluarlah berjemur matahari\u201d seberapaun terangnya cahaya matahari, tetapi orang dengan batin yang gelap, penuh penderitaan dan ketidaktahuan, tetap tidak akan bisa merasakan cahaya itu. Jadi, manusia tidak merasakan cahaya karena tidak menerima ajaran baik. Mereka ingin dibimbing oleh orang lain, tetapi saat ada penolong yang membimbing, mereka tetap tak mampu membuka belenggu batin mereka sendiri. Pintu hati mereka tidak dapat dibuka. Akibatnya, mereka terus tenggelam dalam neraka batin. Menderita ? Sangat menderita. Menderita bagaimana ? Menderita seperti di neraka.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, saat manusia menghadapi masalah dan merasa sangat menderita, kondisinya bisa digambarkan seperti neraka. Jadi, neraka tidak jauh dari kita. Kita selalu menekankan hal ini. Dalam kehidupan saat ini, kita sering menjerumuskan batin kita sendiri ke dalam lumpur. Kita mengurung diri di dalam neraka yang gelap. Dengan berbagai noda batin sendiri, kita menghukum diri sendiri. Inilah neraka batin saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan manusia jika dikatakan penuh penderitaan, sesungguhnya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan neraka. Penderitaan di neraka beratnya puluhan juta kali lipat. Penderitaan ini bagaikan malam panjang, tanpa cahaya tanpa kebajikan. Batin kita kerap diliputi kegelapan. Meski ada penolong\u00a0 di hadapan kita yang ingin menunjukkan jalan, kita tidak akan mengikutinya, karena kita tidak bersedia menerima ajaran baik. Jadi, kita sangat beruntung\u00a0 karena terlahir sebagai manusia dan bisa menjalankan ajaran Buddha. Kita harus selalu mengingatkan diri sendiri untuk terus menyalakan dan menjaga pelita batin kita. Jangan menunggu sampai batin pelita itu padam sehingga matahari dan bulan pun tak dapat menyinari kita. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip &nbsp;dari video Sanubari Teduh &#8211; Tidak Menerima Ajaran Baik dan Cahaya (511) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/_o88sdFQ2tI\">https:\/\/youtu.be\/_o88sdFQ2tI<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Channel&nbsp; Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF&nbsp;<br>TV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h1>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>Semoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>Semoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saudara se-Dharma sekalian, kehidupan penuh penderitaan. Saat Buddha memutar roda Dharma, ajaran pertama mengingatkan semua makhluk bahwa kehidupan adalah penderitaan. Penderitaan terbesar diumpamakan dengan neraka. Berhubung hidup bagai di tengah malam panjang dan telah lama menderita, manusia tidak melihat cahaya dan menjalankan kebajikan. Oleh karena itu, manusia mengalami banyak penderitaan. Malam panjang mengambarkan kondisi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"1080","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Saudara se-Dharma sekalian, kehidupan penuh penderitaan. Saat Buddha memutar roda Dharma, ajaran pertama mengingatkan semua makhluk bahwa kehidupan adalah penderitaan. Penderitaan terbesar diumpamakan dengan neraka. Berhubung hidup bagai di tengah malam panjang dan telah lama menderita, manusia tidak melihat cahaya dan menjalankan kebajikan. Oleh karena itu, manusia mengalami banyak penderitaan. Malam panjang mengambarkan kondisi yang&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8703"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8703\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}