{"id":8641,"date":"2016-07-17T01:20:04","date_gmt":"2016-07-17T01:20:04","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1439"},"modified":"2016-07-17T01:20:04","modified_gmt":"2016-07-17T01:20:04","slug":"sanubari-teduh-tidak-belajar-berakibat-kesesatan-313","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-tidak-belajar-berakibat-kesesatan-313\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Tidak Belajar Berakibat Kesesatan (313)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Tidak Belajar Berakibat Kesesatan   (313)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_Vn58b7NliI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Tidak Belajar Berakibat Kesesatan (313)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma, setiap hari dan setiap waktu, kita hendaknya memperhatikan pikiran kita. Jika pikiran tersesat, noda batin akan muncul. Karma buruk akan bertambah hari demi hari.\u00a0 Jika pintu hati kita tertutup, maka kita akan makin jauh dari kebajikan. Inilah saat batin kita tertutup dan kebijaksanaan kita terhalang. Kita harus selalu waspada akan hal ini. Jika batin kita tersesat, maka noda batin pasti muncul. Dengan begitu karma burukpun akan terus bertambah seiring waktu. Semua ini disebabkan karena\u00a0 pintu hati kita sudah tertutup. Karena itu, ajaran yang baik tidak dapat masuk.\u00a0 Kita menjadi sangat mudah menyalahi Dharma. Hanya kebajikan yang dapat melindungi pikiran kita. Jika kita kehilangan pikiran baik, maka pikiran buruk akan terus merasuki \u00a0\u00a0batin kita. Jadi pikiran bajik sangatlah penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sering dikatakan bahwa hati, Buddha, dan semua makhluk pada hakikatnya tak berbeda. Setiap orang memiliki cermin batin yang jernih. Hanya saja, karena cermin ini tertutup, maka pikiran kita bisa tersesat. Dengan begitu kebijaksanaan akan terhalang. Kondisi luar menutupi kita sehingga mata kebijaksanaan kita jadi kabur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kalimat yang sederhana ini, diharapkan setiap orang dapat mengingatkan diri sendiri. Di dalam teks dikatakan, \u201c Kami semua sejak masa tanpa awal hingga kini terus memupuk dan menghimpun kegelapan batin hingga menutupi mata hati. Mengikuti noda batin, kami telah menciptakan pelanggaran tiga masa. \u201c Dari beberapa kalimat ini kita dapat memahami bahwa kita semua adalah murid Buddha. Setiap hari kita harus membangkitkan hati yang tulus untuk bertanya pada diri sendiri. Sejak masa tanpa awal, kita terus terombang-ambing di lautan penderitaan. Di dunia Saha ini, siapakah yang tidak menderita ? Hanya saja, hati nurani kita tertutup sehingga tenggelam dalam pengejaran kenikmatan. Sesungguhnya orang seperti ini juga menderita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSejak masa tanpa awal hingga kini, kita tenggelam dalam lautan penderitaan akibat sebersit ketidaksadaran yang paling awal. Kita tidak belajar dan terus tersesat, maka di sebut gelap batin.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini karena ketidaksadaran sejak awal. Saat kita terlahir ke dunia ini, kita sudah membawa ketidaksadaran seperti ini. Terlebih lagi, sejak masa tanpa awal, kita semua entah sudah melakukan berapa banyak kejahatan, menciptakan berapa banyak karma buruk, menjalin berapa banyak jodoh buruk, dan menanam berapa banyak benih buruk. Segala benih yang tertanam ini terus terakumulasi selama berkalpa-kalpa lamanya. \u201cKalpa\u201d bagaikan butiran pasir. Sungguh sulit untuk menghitungnya. Karena itu, disebut \u201cterus menghimpun\u201d. Kita terus menghimpun dan memupuk karma buruk tanpa berkesempatan untuk membersihkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Batin kita harus senantiasa bersih, barulah mata kebijaksanaan kita tidak terhalang. Jangan hanya berusaha terlihat baik. Jika kita hanya ingin terlihat baik tanpa memegang prinsip, maka kita tak akan dapat membedakan benar dan salah dengan jelas. Inilah yang di sebut mata kebijaksanaan terhalang. Kalimat ini mungkin agak sulit dimengerti. Saya kembali mengulangnya untuk kalian. Segala hal yang kita lihat dan segala prinsip harus kita cerna dengan jelas. Kita harus bisa membedakan benar dan salah dengan jelas. Saudara sekalian, kita sungguh harus menjaga pikiran dengan baik. Jika batin kita tersesat, kita semua kan risau dan karma buruk kita akan semakin bertambah. Jika pintu hati kita tertutup, \u00a0kita akan jauh dari kebajikan. Mata kebijaksanaan kita akan terhalang. Meski mata kita jelas-jelas terbuka dan dapat melihat benda dengan jelas, tetapi kebijaksanaan kita terhalang oleh berbagai kondisi luar. Karena itu, harap semua lebih bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Tidak Belajar Berakibat Kesesatan (313) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/_Vn58b7NliI\">https:\/\/youtu.be\/_Vn58b7NliI<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Tidak Belajar Berakibat Kesesatan (313) Saudara se-Dharma, setiap hari dan setiap waktu, kita hendaknya memperhatikan pikiran kita. Jika pikiran tersesat, noda batin akan muncul. Karma buruk akan bertambah hari demi hari.\u00a0 Jika pintu hati kita tertutup, maka kita akan makin jauh dari kebajikan. Inilah saat batin kita tertutup dan kebijaksanaan kita terhalang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Tidak Belajar Berakibat Kesesatan (313) Saudara se-Dharma, setiap hari dan setiap waktu, kita hendaknya memperhatikan pikiran kita. Jika pikiran tersesat, noda batin akan muncul. Karma buruk akan bertambah hari demi hari.\u00a0 Jika pintu hati kita tertutup, maka kita akan makin jauh dari kebajikan. Inilah saat batin kita tertutup dan kebijaksanaan kita terhalang.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}