{"id":8637,"date":"2016-07-02T04:00:28","date_gmt":"2016-07-02T04:00:28","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1553"},"modified":"2016-07-02T04:00:28","modified_gmt":"2016-07-02T04:00:28","slug":"sanubari-teduh-tiga-kali-pemutaran-roda-dharma-bagian-2-297","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-tiga-kali-pemutaran-roda-dharma-bagian-2-297\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma &#8211; Bagian 2 (297)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma (2) (297)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/EOYZvrXRpew?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma &#8211; Bagian 2\/2 ( 297)<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Buddha berkata bahwa dunia ini disebut dunia yang makhluk harus menahan derita. Setelah melihat kenyataannya, kita tahu benar bahwa berbagai penderitaan ini lah yang harus di tahan. Berhubung sudah tahu penderitaan ini harus kita pikul dan tahan, maka kita harus segera berinstropeksi. Bayangkan, melihat segala yang kita hadapi sepanjang kehidupan kita, kita hendaknya menyadari berkah. Meski kita hidup dalam pelatihan diri dan harus mengendalikan diri dalam berbagai prilaku dan perbuatan, kita harus tetap menyadari berkah. Setelah menyadari berkah, kita harus menghargai berkah. Kita bahkan harus segera menciptakan berkah. Ada orang yang penuh berkah, tetapi tidak rela bersumbangsih. Kita tidak rela menciptakan\u00a0 berkah, maka segala yang kita peroleh akan membuat kehidupan kita suram. Kita seharusnya membangkitkan kecemerlangan batin kita. Kita harus mengerahkan potensi bajik untuk segera menciptakan berkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Setelah mencapai pencerahan, Buddha ingin segera membabarkan ajaran bahwa dunia ini penuh dengan penderitaan, mengapa ada kelahiran, usia tua, penyakit dan kematian, mengapa banyak hal yang terlihat tidak setara. Buddha merangkum semua kenyataan ini dan membabarkan satu prinsip kebenaran yang sangat penting ke semua orang, yaitu penderitaan. Karena itu mulai dari taman rusa Rsipatana, kepada lima orang pertapa, Beliau membabarkan ajaran-Nya. Untuk dapat menerima ajaran, keyakinan pertapa itu harus dibangkitkan. Saat melihat Buddha datang, para pertapa itu mulainya ingin mengabaikan-Nya. Mereka telah salah sangka bahwa Pangeran Siddhartha sudah tercemar dan sudah kehilangan kemurnian tekad-Nya. Lima pertapa ini meninggalkan Pangeran Sidhartha sehingga Beliau berlatih sendirian. Seorang diri Pangeran Siddharta merenung dengan sungguh-sungguh hingga mencapai pencerahan. Bagai cahaya mentari yang kembali terlihat setelah awan dank abut merebak.\u00a0 Beliau mencapai penerangan sempurna. Lima pertapa yang tadi sepakat untuk mengabaikan-Nya. Namun karena kualitas kebajikan Buddha yang sangat sempurna, maka keagungan-Nya terpancar sehingga saat Buddha mendekat, kelima pertapa tadi tanpa disadari merasa tergugah dan langsung memberi hormat. Begitu rasa hormat bangkit keyakinan mereka pun timbul. Buddha lalu mulai memulai pembicaraan dan menyatakan bahwa diri-Nya telah bebas dari tabir ketidaktahuan dan telah menembus kebenaran hidup. \u201cKini aku akan membabarkan ajaran, kalian hendaknya membangkitkan keyakinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Pemutaran Roda Dharma Pertama<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah Penderitaan, bersifat menekan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sebab Penderitaan :<br \/>\n<\/strong>Inilah sebab penderitaan, bersifat akumulatif<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Akhir Penderitaan :<br \/>\n<\/strong>Inilah akhir penderitaan, bersifat dapat dicapai<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Jalan mengakhiri Penderitaan :<br \/>\n<\/strong>Inilah Jalan mengakhiri Penderitaan,\u00a0 bersifat dapat di praktikkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat mulai pembabaran, Buddha\u00a0 menyatakan kepada mereka semua\u00a0 bahwa kehidupan penuh penderitaan. Penderitaan ini sangat menekan dan sangat kuat. Penderitaan terus mengejar dan menekan manusia. Artinya adalah\u00a0 penderitaan selalu ada di sisi manusia. Jika nafsu keinginan kita terbuka sedikit saja, maka penderitaan akan terus mengejar dan menekan kita.\u00a0 Jadi sebagai manusia, kita harus menjaga pikiran dengan baik. Ketika sebersit niat menyimpang timbul, maka berbagai wujud penderitaan akan mulai menekan dan mendekati kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Darimana penderitaan berasal ? dari tabiat buruk masing-masing orang. Saat menghadapi kondisi luar, kita tidak mampu menjaga indra kita, sehingga terciptalah berbagai benih karma. Inilah yang terakumulasi menjadi sebab penderitaan. \u00a0Jadi kita harus lebih bersungguh hati. Jalan Menujuh lenyapnya penderitaan dapat di praktikkan. Jadi ditengah penderitaan. Kita dapat meneliti darimana datangnya penderitaan ini. Dari sini kita dapat menemukan jalan untuk membuka pintu kebijaksanaan kita.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">\u00a0Pemutaran Roda Dharma Kedua<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah Penderitaan, engkau harus mengetahuinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Sebab Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah sebab penderitaan, engkau harus memutusnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Akhir Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah akhir penderitaan, engkau harus mencapainya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Jalan mengakhiri Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah Jalan mengakhiri Penderitaan,\u00a0 engkau harus mempraktikannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Maksudnya, Buddha ingin berkata bahwa, dunia ini penuh penderitan kalian harus mengetahuinya.\u00a0 \u201dPenderitaan datang dari akumulasi banyak sebab\u201d Karena itu kalian harus segera memutus sebab ini. Untuk memutus penderitaan, kalian harus tahu akar penderitaan itu. Kalian harus tahu ini adalah sebab penderitaan. Jadi kalian harus segera memutusnya. Dengan begitu barulah penderitaan akan berakhir.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0Pemutaran Roda Dharma Ketiga<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah Penderitaan, aku telah mengetahuinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Sebab Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah sebab penderitaan, aku telah memutusnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Akhir Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah akhir penderitaan, aku telah mencapainya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0Jalan mengakhiri Penderitaan :<\/strong><br \/>\nInilah Jalan mengakhiri Penderitaan,\u00a0 aku telah mempraktikannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Buddha berkata \u201c Inilah penderitaan aku sudah mengetahuinya \u201c \u201cAku sudah membuktikan penderitaan ini \u201c \u201cAku sudah mengetahuinya \u201c \u201cAku Sudah Memahami seluruhnya kebenaran tentang penderitaan \u201d Tiada lagi yang \u00a0perlu kupelajari. \u201c Tiada yang lebih tahu daripadaku\u201d Jadi, Aku membuktikannya kepada kalian \u201c \u201cInilah yang telah kucapai, yang telah Aku pahami \u201c \u201cSetelah Aku mencapai pencerahan, tiada orang yang lebih tahu daripada Aku \u201c \u201cJadi Kalian harus mengetahui kebenaran ini\u201d \u201cKini Aku membabarkannya kepada kalian\u201d \u201cKalian harus memiliki pemahaman ini \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Jadi berhubung kita mempelajari ajaran Buddha, kita harus memahami semua ini. Kita harus memahami penderitaan. Di Dunia Saha ini, semua makhluk harus menahan derita. Setelah melihat dan memahami penderitaan, kita harus berinstropeksi, menyadari berkah, menghargai berkah, dan segera menciptakan berkah. Kita harus bersyukur, melenyapkan nafsu dan mencapai pembebasan. Dengan begitu kita akan tenang dan damai. Harap semua lebih bersungguh hati<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma &#8211; Bagian 2\/2 ( 297) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/EOYZvrXRpew\">https:\/\/youtu.be\/EOYZvrXRpew<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma &#8211; Bagian 2\/2 ( 297) &nbsp; \u00a0Buddha berkata bahwa dunia ini disebut dunia yang makhluk harus menahan derita. Setelah melihat kenyataannya, kita tahu benar bahwa berbagai penderitaan ini lah yang harus di tahan. Berhubung sudah tahu penderitaan ini harus kita pikul dan tahan, maka kita harus segera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Tiga Kali Pemutaran Roda Dharma &#8211; Bagian 2\/2 ( 297) &nbsp; \u00a0Buddha berkata bahwa dunia ini disebut dunia yang makhluk harus menahan derita. Setelah melihat kenyataannya, kita tahu benar bahwa berbagai penderitaan ini lah yang harus di tahan. Berhubung sudah tahu penderitaan ini harus kita pikul dan tahan, maka kita harus segera&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}