{"id":8633,"date":"2016-07-02T03:16:33","date_gmt":"2016-07-02T03:16:33","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1481"},"modified":"2016-07-02T03:16:33","modified_gmt":"2016-07-02T03:16:33","slug":"sanubari-teduh-praktik-murni-bodhisattva-294","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-praktik-murni-bodhisattva-294\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Praktik Murni Bodhisattva (294)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Praktik Murni Bodhisattva  (294)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/nZxD9ynt9PM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Praktik Murni Bodhisattva (294)<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM\">https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Dalam berlatih ajaran Buddha, kita bertekad untuk mencapai kebuddhaan lewat praktik jalan Bodhisattva. Pikiran kita kosong dari keduniawian, tetapi tetap cemerlang. Kita bukan hilang ingatan. Kosong bukan berarti hilang ingatan, melainkan suatu kejernihan dan kecemerlangan. Kita tidak melekat pada kondisi yang mencemari batin kita. Inilah yang disebut kekosongan absolut tanpa objek luar. Segala kondisi ini berawal dari hakikat kebuddhaan kita yang murni. Ini disebut kekosongan absolute tanpa objek luar. Semuanya hanya bergantung pada hakikat sejati kita yang murni. Jika batin kita bisa jernih dan hening, maka kondisi luar tidak akan mengganggu kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kekosongan ini, kita mencapai pembebasan sejati. Artinya, segala sesuatu di dunia ini, baik masa lalu, masa kini, masa depan, duniawi, maupun adiduniawi, dapat kita pahami secara menyeluruh. Dengan begitu kita memperoleh kedamaian batin. Batin kita damai tanpa beban.\u00a0 Inilah tingkat pelatihan diri tertinggi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelas Kekosongan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan internal: Kekosongan perasaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan external<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan luar dalam<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan berkondisi: Kekosongan enam alam<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">5.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan tak berkondisi: Kekosongan Dua Kereta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">6.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan tanpa awal: Kekosongan masa lalu tanpa awal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">7.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan hakikat: Kekosongan masa kini tanpa ketergantungan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">8.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan tanpa eksistensi: Kekosongan masa depan tanpa batas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">9.\u00a0\u00a0\u00a0 Kekosongan tertinggi: Kekosongan Dharma duniawi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">10. Kekosongan dari kekosongan: kosongnya konsep kekosongan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">11. Kekosongan agung: Kekosongan absolute tanpa objek luar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Jadi baik perasaan, kondisi internal, external, masa lalu, masa kini, masa depan, \u00a0maupun lainnya, semua dapat kita hadapi dengan damai. Jadi Buddha memberitahu pada murid-Nya bahwa Bodhisattva mencapai empat praktik murni. Pertama adalah kemurniaan sila. Ini adalah praktik ketanpaakuan. Jika kita menjalankan semuanya tanpa keakuan, maka sila kita akan murni.\u00a0 Inilah kemurniaan sila, didasari pandangan tanpa aku, tanpa konsep makhluk hidup, tanpa konsep jiwa, dll. Dengan demikian sila kita akan murni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kedua adalah kemurnian Samadhi. Samadhi adalah keteguhan pikiran. Berhubung bebas dari konsep makhluk hidup, kita tidak membedakan makhluk individu, Sesungguhnya kita harus melatih kesetaraan. Apapun wujud dan ciri makhluk hidup itu, kita harus menghormatinya. Semua makhluk memiliki hakikat kebuddhaan. Inilah kebijaksanaan Bodhisattva yang memandang semua makhluk dengan setara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikutnya adalah kemurnian pengetahuan tentang pembebasan. Tiada pembedaan diri sendiri dan orang lain. Inilah yang harus dimiliki oleh Bodhisattva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Empat praktik murni Bodhisattva :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\u00a0\u00a0\u00a0 Kemurniaan Sila<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 Kemurniaan Samadhi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\u00a0\u00a0\u00a0 Kemurniaan Kebijaksanaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4.\u00a0\u00a0\u00a0 Kemurniaan pengetahuan tentang pembebasan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, yang pertama adalah sila, kedua adalah Samadhi, ketiga adalah kebijaksanaan, dan keempat adalah pengetahuan tentang pembebasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dahulu kita pernah membahas lima bagian tubuh Dharma, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\u00a0\u00a0\u00a0 Tubuh Dharma sila<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 Tubuh Dharma samadhi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\u00a0\u00a0\u00a0 Tubuh Dharma kebijaksanaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4.\u00a0\u00a0\u00a0 Tubuh Dharma pembebasan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">5.\u00a0\u00a0\u00a0 Tubuh Dharma pengetahuan tentang pembebasan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disini hanya berbeda satu, yaitu pembebasan. Yang dibahas ini adalah kemurniaan pengetahuan tentang pembebasan. Berhubung sudah mencapai pembebasan, tentu pengetahuannya tentang pembebasan juga murni. Dengan demikian, berarti tubuh dan batin kita murni. Inilah kondisi yang harus di capai Bodhisattva. Selain itu sebelas kecenderungan umum, dua belas pintu masuk dan delapan belas elemen membawa noda batin dalam keseharian kita. Saat indra kita bersentuhan dengan kondisi luar. Jadi sebelas kecenderungan ini merangsang pikiran kita. Karena itu, Buddha membimbing kita untuk melenyapkan sebelas kecenderungan umum ini dan mencapai sebelas kekosongan. Jadi mengenai kekosongan ini, inti yang ingin disampaikan adalah kita tak boleh lepas dari empat praktik murni. Empat praktik murni adalah praktik untuk kembali pada kekosongan atau kemurnian tanpa noda dan kondisi tanpa pembedaan. Inilah kemurnian batin. Jadi, empat praktik murni adalah jalan bagi pencapaian Bodhisattva. Saudara sekalian, tujuan mempelajari ajaran Buddha adalah mengubah pola pikir. Saat pola pikir berubah, roda Dharma akan berputar, Jadi setiap hari saya berbagi dengan kalian, berulang-ulang, semua tak lepas dari pikiran. Jadi harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Praktik Murni Bodhisattva (294) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM\">https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br \/>\nChannel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Praktik Murni Bodhisattva (294) \u00a0\u00a0Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM \u00a0Dalam berlatih ajaran Buddha, kita bertekad untuk mencapai kebuddhaan lewat praktik jalan Bodhisattva. Pikiran kita kosong dari keduniawian, tetapi tetap cemerlang. Kita bukan hilang ingatan. Kosong bukan berarti hilang ingatan, melainkan suatu kejernihan dan kecemerlangan. Kita tidak melekat pada kondisi yang mencemari batin kita. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3,4,5],"class_list":["post-8633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh","tag-lentera-kehidupan","tag-master-cheng-yen","tag-sanubari-teduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Praktik Murni Bodhisattva (294) \u00a0\u00a0Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/nZxD9ynt9PM \u00a0Dalam berlatih ajaran Buddha, kita bertekad untuk mencapai kebuddhaan lewat praktik jalan Bodhisattva. Pikiran kita kosong dari keduniawian, tetapi tetap cemerlang. Kita bukan hilang ingatan. Kosong bukan berarti hilang ingatan, melainkan suatu kejernihan dan kecemerlangan. Kita tidak melekat pada kondisi yang mencemari batin kita.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8633"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8633\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}