{"id":8627,"date":"2016-06-28T16:01:34","date_gmt":"2016-06-28T16:01:34","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1334"},"modified":"2016-06-28T16:01:34","modified_gmt":"2016-06-28T16:01:34","slug":"sanubari-teduh-dua-puluh-lima-aku-259","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-dua-puluh-lima-aku-259\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/FpXFc_zyYKg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Video Youtube : <strong><a href=\"https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg\">https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dikatakan \u201c Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat dua puluh lima aku \u201c. Ada dua puluh lima \u201caku\u201d. Masing-masing dari kita memiliki \u201caku\u201d. Karena itu kita menciptakan banyak \u201caku \u201cyang semu sehingga tersesat dan membuat banyak karma buruk. Jadi kita harus selalu berinstropeksi, apakah kondisi pikiran tanpa \u201caku\u201c batin kita tersesat ataukah jernih. Apakah kita dapat mengembangkan \u201caku\u201c ini. Menjadi \u201caku\u201c universal ataukah malah semakin tersesat dan menimbulkan kesombongan ? kita harus bisa membedakannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Diantara kita mungkin ada yang bertanya \u201cJika tidak ada \u201caku\u201c\u00a0 untuk apa kita membahasnya\u201d. Benar, yang ditakutkan adalah penyimpangan pandangan tentang \u201caku\u201c. Kita hendaknya bisa mengubah \u201caku\u201c yang egois menjadi \u201caku\u201c yang universal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dari sikap mementingkan diri sendiri\u00a0 menjadi sikap penuh empati,\u00a0 dari sikap individualitas menjadi mampu memikirkan keluarga, lalu memikul tanggung jawab lebih. Dari sebatas keluarga\u00a0 hingga meluas ke komunitas. Jika komunitas tenteram. Barulah keluarga kita juga tenteram. Dari komunitas, meluas lagi ke masyarakat. Jika masyarakat damai dan bebas dari bencana, inilah baru kebahagiaan seluruh masyarakat. Ini pulalah ketentraman bagi diri kita sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jika kita bisa memperluas \u201caku\u201c \u00a0hingga mencakup seluruh dunia. Mengubah \u201caku\u201c yang egois merubah menjadi \u201caku\u201c universal. Maka \u201caku\u201c ini menjadi \u201cKesadaran Agung\u201d Bukankah kita mempelajari ajaran Buddha untuk mencapai\u00a0 \u201cKesadaran Agung\u201d ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Mempelajari ajaran Buddha berarti meneladani Kesadaran Agung Buddha. Mengubah \u201caku\u201c yang egois merubah menjadi \u201caku\u201c universal. Inilah yang di sebut Kesadaran Agung.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dua puluh lima \u201caku\u201c : Hakikat awal, potensi kecerdasan, keakuan, lima elemen dasar, lima unsur, lima indra, lima organ aktivitas, organ pikiran, jiwa atau roh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari hakikat awal, timbul potensi kecerdasan, ini juga berarti kesadaran. Dari Hakikat awal timbul kesadaran, dari sana timbul \u201ckeakuan\u201c apakah yang paling besar ? tentu keakuan. Dengan adanya kesadaran terhadap \u201caku\u201c, keakuan akan semakin besar. Jadi dari keakuan timbullah lima elemen dasar. Lima elemen dasar disebut juga lima elemen halus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Lima elemen dasar : Rupa, suara, aroma, rasa, sentuhan. Lima elemen dasar melahirkan lima unsur. Lima unsur terdiri dari atas tanah, air, api, angin dan ruang. Dari lima unsur lahirlah lima indra. Lima indra adalah mata, telinga, hidung, lidah dan tubuh. Dari lima indra lahirlah lima organ aktivitas yaitu mulut, tangan, kaki, saluran pembuangan air kecil\u00a0 dan anus, terakhir adalah jiwa dan roh semuanya berjumlah duapulh lima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dharma begitu sederhana asalkan kita bersungguh hati semua orang bisa memahami dharma ini dengan pikiran sederhana, murni dan jernih. Yang terpenting batin kita harus seimbang. Pikiran kita harus dijaga dengan baik, pemikiran kita pun harus berimbang. Semua ini harus kita jaga sendiri. Jangan sampai tersesat, karena sekali tersesat, selamanya kita akan berada dalam kegelapan. Jadi kita harus kembali dari kegelapan ke kesucian. Kita harus berjalan menujuh kecemerlangan. Inilah yang benar. Untuk itu, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari\u00a0<strong>Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg\">https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>GATHA PELIMPAHAN JASA<\/strong><br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg Dikatakan \u201c Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat dua puluh lima aku \u201c. Ada dua puluh lima \u201caku\u201d. Masing-masing dari kita memiliki \u201caku\u201d. Karena itu kita menciptakan banyak \u201caku \u201cyang semu sehingga tersesat dan membuat banyak karma buruk. Jadi kita harus selalu berinstropeksi, apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh Dua Puluh Lima Aku (259) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/FpXFc_zyYKg Dikatakan \u201c Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat dua puluh lima aku \u201c. Ada dua puluh lima \u201caku\u201d. Masing-masing dari kita memiliki \u201caku\u201d. Karena itu kita menciptakan banyak \u201caku \u201cyang semu sehingga tersesat dan membuat banyak karma buruk. Jadi kita harus selalu berinstropeksi, apakah&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8627\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}