{"id":8626,"date":"2016-06-28T15:34:04","date_gmt":"2016-06-28T15:34:04","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1324"},"modified":"2016-06-28T15:34:04","modified_gmt":"2016-06-28T15:34:04","slug":"sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-10-254","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-10-254\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 10\/13 (254)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh   Enam Belas Pandangan -  Bagian 10  (254)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6t1GUF5JLjk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 10\/13 (254)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Buddha mengatakan kepada kita bahwa baik dan buruk terletak pada sebersit niat. Semua bergantung pada pemahaman kita. Jika memiliki pemahaman yang baik, maka yang akan kita lakukan juga akan baik. Jika pemahaman kita tidak baik, maka yang kita lakukan juga akan tidak baik. Pemahaman atau pemikiran inilah yang kita sebut enam belas pandangan.<\/p>\n<p><strong>Enam Belas Pandangan :<\/strong><br \/>\n1. Pandangan tentang aku<br \/>\n2. Pandangan tentang makhluk hidup<br \/>\n3. Pandangan tentang jiwa atau usia<br \/>\n4. Pandangan tentang yang bernyawa<br \/>\n5. Pandangan tentang yang dilahirkan<br \/>\n6. Pandangan tentang yang dikembangkan<br \/>\n7. Pandangan tentang ras manusia<br \/>\n8. Pandangan tentang manusia<br \/>\n9. Pandangan tentang pelaku<br \/>\n10. Pandangan tentang yang membuat melakukan<br \/>\n11. Pandangan tentang pemulai<br \/>\n12. Pandangan tentang yang membuat memulai<br \/>\n13. Pandangan tentang penerima<br \/>\n14. Pandangan tentang yang membuat menerima<br \/>\n15. Pandangan tentang yang tahu<br \/>\n16. Pandangan tentang yang melihat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang kesebelas adalah pandangan tentang pemulai. Pemulai adalah penggagas, Jadi, jika niat tidak baik muncul dan memicu suatu tindakan, maka bagi masyarakat, akan membawa pengaruh yang sangat besar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Pemulai &#8221; ini sangat menakutkan. Makhluk awam hanya tahu untuk memulai sesuatu, tetapi jika terjadi sesuatu yang tidak baik, yang disalahkan yang memulai itu. Namun sesungguhnya yang membuat memulai atau penggagasnya juga bersalah. Orang yang membuat memulai bukan semata-mata orang yang berpartisipasi melainkan juga merencanakan untuk menghimpun orang guna membuat kekacauan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemulai adalah orang yang menggagas, yang membuat orang memulai adalah orang yang mendorong atau memicu orang lain untuk berniat melakukan sesuatu. Baik melakukan sendiri, meminta orang lain melakukan, memulai sendiri, maupun meminta orang lain memulai. Jika mengarah pada kebajikan, maka akan membawa pahalah tak terhingga, jika mengarah pada kejahatan, maka akan menciptakan karma buruk yang berat. Karma ini bagai bayangan \u00a0yang mengikuti dari kehidupan ke kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berbuat baik akan membawa berkah, berbuat jahat akan membawa bencana dan berkah bagai bayangan dan gema, bagaimana mungkin \u00a0menghindari \u00a0bayangan tubuh saat berjalan dan menghindari gema saat mengetuk gunung ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tubuh adalah perpaduan empat unsur. Saat kehidupan berakhir, empat unsur terurai dan kesadaran akan berubah mengikuti kekuatan perbuatan, bagaimana mungkin dapat menyogok ? (Sutra Enam Paramita)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Singkat kata, baik melakukan sendiri, meminta orang lain melakukan, memulai sendiri, maupun meminta orang lain memulai, Baik atau buruk, semuanya bergantung pada pandangan kita. jika pandangan mengarah pada kebajikan, pahalanya tak akan tak terhingga. Jika pandangan mengarah pada kejahatan, karma buruknya akan berat. Bukan hanya pada kehidupan ini, karma ini juga akan terbawa ke kehidupan mendatang. Melatih diri adalah hal yang sederhana, kuncinya pada ssebersit niat. Sebersit niat baik dapat menghasilkan segala hal baik. Sebersit niat jahat akan dapat menghasilkan kejahatan. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari\u00a0<strong>Sanubari Teduh \u2013 Enam Belas Pandangan \u2013 Bagian 10\/13 (254) \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/6t1GUF5JLjk\">https:\/\/youtu.be\/6t1GUF5JLjk<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>GATHA PELIMPAHAN JASA<\/strong><br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 10\/13 (254) Buddha mengatakan kepada kita bahwa baik dan buruk terletak pada sebersit niat. Semua bergantung pada pemahaman kita. Jika memiliki pemahaman yang baik, maka yang akan kita lakukan juga akan baik. Jika pemahaman kita tidak baik, maka yang kita lakukan juga akan tidak baik. Pemahaman atau pemikiran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 10\/13 (254) Buddha mengatakan kepada kita bahwa baik dan buruk terletak pada sebersit niat. Semua bergantung pada pemahaman kita. Jika memiliki pemahaman yang baik, maka yang akan kita lakukan juga akan baik. Jika pemahaman kita tidak baik, maka yang kita lakukan juga akan tidak baik. Pemahaman atau pemikiran&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}