{"id":8623,"date":"2016-06-01T23:00:40","date_gmt":"2016-06-01T16:00:40","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1252"},"modified":"2016-06-01T23:00:40","modified_gmt":"2016-06-01T16:00:40","slug":"sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-03-247","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-03-247\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 03\/13 (247)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan - Bagian 03\/13 (247)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ko6nLb1INZg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan \u2013 Bagian 03\/13 (247)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg\">https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, dunia sangat besar dan makhluk hidup sangat banyak. Sesungguhnya di dunia yang besar dengan makhluk hidup yang berjumlah banyak, panjang atau singkatnya usia kehidupan, mulia atau rendahnya status sosial, semua itu sangat beragam dan kompleks. Apa sesungguhnya tujuan dan manfaat kehidupan manusia di dunia ? Kita hanya tahu lahir, tua, sakit, dan mati. Saat lahir, orang yang melahirkan\u00a0 bersukacita. Namun, orang yang dilahirkan malah menderita. Siapa yang tidak menangis saat dilahirkan ? Pada saat dilahirkan, kita sangat menderita dan sakit. Jadi, kita sering mendengar tentang penderitaan. Kesengsaraan ditambah rasa sakit, jadilah penderitaan. Saat manusia datang ke dunia, yang pertama dirasakan adalah rasa sakit. Berikutnya berbagai penderitaan mengikuti. Akan tetapi manusia cenderung terbalik. Jika seseorang tidak memiliki anak, dia akan terus memohon agar bisa memiliki anak untuk meneruskan keturunan. Namun, apa manfaat untuk\u00a0 meneruskan keturunan ? Ini hanya sejenis kemelekatan pada wujud. Begitulah kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Makhluk hidup menjerumuskan diri ketiga alam sengsara,<br \/>\nSulit untuk lahir sebagai manusia,<br \/>\nSulit untuk lahir di negri tengah,<br \/>\nSulit untuk memiliki enam indra yang sempurna,<br \/>\nSulit untuk lahir di negara yang memiliki Dharma,<br \/>\nSulit untuk berada dekat dengan para Bodhisattva,<br \/>\nSulit untuk bertemu dan meyakini Sutra Buddha,<br \/>\nSulit untuk menjelaskan Dharma dengan saksama<br \/>\n( Sutra Enam Paramita )<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi Buddha berkata, \u201cMakhluk hidup menjeruskan diri ke tiga alam sengsara.\u201d Makhluk hidup yang diulas di sini adalah mayoritas manusia, yang pikirannya bergejolak, tidak memiliki niat baik, dan tidak membangun ikrar luhur. Karena itu,\u00a0 manusia mudah jatuh ke tiga alam sengsara. Namun terlahir sebagai manusia, juga memiliki banyak kesulitan. Untuk terlahir sebagai manusia saja sudah sulit, terlebih setelah terlahir sebagai manusia,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi Buddha memberitahu kita bahwa, terlahir sebagai manusia, kita hendaknya menghargai dan menghormati tubuh ini. Jangan kita hanya membiarkan tubuh ini menua, sakit hingga mati. Ini sungguh disayangkan karena sulit untuk terlahir sebagai manusia. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Di dalam Enam Belas Pandangan, ketiga adalah pandangan tentang jiwa atau usia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Enam Belas Pandangan<\/strong> :<br \/>\n1. Pandangan tentang aku<br \/>\n2. Pandangan tentang makhluk hidup<br \/>\n3. Pandangan tentang jiwa atau usia<br \/>\n4. Pandangan tentang yang bernyawa<br \/>\n5. Pandangan tentang yang dilahirkan<br \/>\n6. Pandangan tentang yang dikembangkan<br \/>\n7. Pandangan tentang ras manusia<br \/>\n8. Pandangan tentang manusia<br \/>\n9. Pandangan tentang pelaku<br \/>\n10. Pandangan tentang yang membuat melakukan<br \/>\n11. Pandangan tentang pemulai<br \/>\n12. Pandangan tentang yang membuat memulai<br \/>\n13. Pandangan tentang penerima<br \/>\n14. Pandangan tentang yang membuat menerima<br \/>\n15. Pandangan tentang yang tahu<br \/>\n16. Pandangan tentang yang melihat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Di dalam Enam Belas Pandangan, ketiga adalah pandangan tentang jiwa atau usia, Pandangan tentang usia ini juga berkaitan dengan lima agregat yang berkaitan dengan indra dan perasaan yang dapat membangkitkan kekeliruan dalam suatu rentang waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Buddha mengingatkan kita bahwa semua orang harus waspada terhadap pandangan jiwa atau usia ini. Jangan Perhitungan atas panjang pendeknya usia. Jangan pula melekat pada kenikmatan. Saat memiliki nyawa. kita harus segera meningkatkan kesadaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jika di kehidupan ini mendapat tubuh manusia yang sehat serta dapat mendengarkan Dharma, kita hendaknya memanfaatkannya dengan baik. Jika tidak pikiran yang bergejolak akan menciptakan benih karma buruk yang mudah membuat kita jatuh di tiga alam rendah, dan menerima penderitaan yang tak terkira.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Manusia selalu melekat pada panjangnya usia, tetapi belum tentu kehidupan selalu berjalan mulus dan bahagia. Meski berusia panjang, jika tubuh dan batin tidak sehat, maka kehidupan juga sangat menderita. Jika tubuh dan batin sehat, hati penuh rasa syukur, serta dapat memanfaatkan kehidupan dengan baik, maka inilah kehidupan yang penuh berkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Intinya, begitu banyak kesulitan dalam kehidupan manusia. Kini kita semua sehat, tentram, dan memiliki jalinan jodoh di dalam keyakinan yang sama. Kita semua melatih diri bersama. Bayangkan ini sungguh tidak mudah. Jadi, kita harus selalu menghargai jalinan jodoh ini. Bukan hanya itu, kita juga harus selalu memiliki rasa syukur, rasa hormat dan cinta kasih. Kita harus saling menghormati usia kehidupan kita di dunia, harus kita manfaatkan dengan baik. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh \u2013 Enam Belas Pandangan \u2013 Bagian 03\/13 (247)\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg\">https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan \u2013 Bagian 03\/13 (247) \u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0\u00a0https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg Saudara se-Dharma sekalian, dunia sangat besar dan makhluk hidup sangat banyak. Sesungguhnya di dunia yang besar dengan makhluk hidup yang berjumlah banyak, panjang atau singkatnya usia kehidupan, mulia atau rendahnya status sosial, semua itu sangat beragam dan kompleks. Apa sesungguhnya tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh Enam Belas Pandangan \u2013 Bagian 03\/13 (247) \u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0\u00a0https:\/\/youtu.be\/ko6nLb1INZg Saudara se-Dharma sekalian, dunia sangat besar dan makhluk hidup sangat banyak. Sesungguhnya di dunia yang besar dengan makhluk hidup yang berjumlah banyak, panjang atau singkatnya usia kehidupan, mulia atau rendahnya status sosial, semua itu sangat beragam dan kompleks. Apa sesungguhnya tujuan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}