{"id":8596,"date":"2016-02-28T16:34:32","date_gmt":"2016-02-28T09:34:32","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1056"},"modified":"2016-02-28T16:34:32","modified_gmt":"2016-02-28T09:34:32","slug":"sanubari-teduh-enam-praktek-10-dedikasi-bagian-4-165","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-praktek-10-dedikasi-bagian-4-165\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi &#8211; Bagian 4 (165)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi - Bagian 4\/10 (165)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rOj-cPph8wU?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi &#8211; Bagian 4<\/strong><strong>\/10<\/strong><strong> \u00a0(165)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU\">https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0kita semua memiliki tubuh yang berada disini, tetapi pikiran kita yang tak terwujud entah sedang mengembara kemana. Saya rasa pikiran kita mungkin \u00a0mengembara kemana-mana dan tidak berada di saat ini. Begitulah kondisi makhluk awam, sulit untuk terfokus pada saat ini. Akan tetapi Buddha yang berada di tataran orang suci. Saat tubuh-Nya berada di suatu tempat, batin-Nya juga dapat mengembara ke berbagai tempat. Bedanya, saat Buddha mengamati 10 penjuru alam, yang Beliau lihat adalah kebenaran, sedangkan saat pikiran kita mengembara, yang kita pikirkan adalah ilusi. Inilah bedanya orang yang sadar dan yang tersesat. Jadi kita haru belajar untuk memperoleh kebijaksanaan sehingga batin kita dapat melingkupi sepuluh penjuru alam semesta. Akan tetapi, kita harus tetap sadar \u00a0dan tidak tersesat. Inilah yang harus kita pelajari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktik Sepuluh Dedikasi :<\/p>\n<ol>\n<li>Dedikasi menolong semua makhluk hidup tanpa melekat pada ciri makhluk hidup.<\/li>\n<li>Dedikasi tidak terusak<\/li>\n<li>Dedikasi setara semua Buddha<\/li>\n<li>Dedikasi ke segala tempat<\/li>\n<li>Dedikasi pahala tanpa batas<\/li>\n<li>Dedikasi akar kebajikan adaptasi setara<\/li>\n<li>Dedikasi adaptasi setara terhadap semua makhluk<\/li>\n<li>Dedikasi ciri kedemikian<\/li>\n<li>Dedikasi pembebasan tanpa belenggu dan kemelekatan<\/li>\n<li>Dedikasi alam Dharma tanpa batas<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mengenai sepuluh dedikasi, kita telah membahas sampai dedikasi yang ke 4, kalian seharusnya masih ingat yang pertama adalah menyelamatkan semua makhluk. Hati Buddha selalu ada pada semua makhluk, selalu memperhatikan semua makhluk dan selalu ada dimana-mana inilah yang disebut memperluas dedikasi. Semua dilakukan bukan buat diri sendiri, melainkan demi menyelamatkan semua makhluk. Inilah yang disebut memperluas dedikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kedua adalah mempraktekkan Jalan Tengah. Saya sering menasihati kalian agar selalu berada di jalan Bodhisattva dan tidak menyimpang. Ini juga berkat welas asih Buddha yang terus menasihati kita untuk berjalan di jalan Bodhisattva. Kita harus menjalaninya dengan benar. Di jalan yang lapang dan lurus ini, kita tidak boleh menyimpang. Buddha\u00a0 lebih lanjut menasihati bahwa\u00a0 dalam memberi perhatian pada semua makhluk, kita juga tidak boleh menyimpang. Kita juga telah membahas kesadaran akar. Kita harus paham bahwa hati Buddha dan semua makhluk pada hakikatnya tiada perbedaan. Hakikat ini dimiliki semua makhluk. Inilah Hakikat sejati yang tertinggi. Kita semua memiliki hakikat sejati ini, hanya saja kita telah\u00a0 diliputi oleh kegelapan batin sehingga semakin tersesat menjauh dari hakikat ini, dan tak tahu cara untuk kembali. Jadi setelah berjodoh dengan ajaran Buddha. Kita harus membangkitkan kesadaran awal. Kita harus sadar atas kesalahan masa lalu. Inilah kesadaran tahap pertama. Kita harus mulai memahami bahwa pada dasarnya kita memiliki hakikat kebuddhaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari ini, titik pembahasan kita adalah \u201cKebijaksanaan sempurna melingkupi segala penjuru\u201d \u201cInilah dedikasi ke segala penjuru\u201d Kesadaran dan kebijaksanaan hakiki telah kita miliki. Bukan hanya kita miliki melainkan sudah ada sejak awal. Kesadaran ini tetap sempurna. Bukan hanya Buddha, sesungguhnya setiap orangpun demikian. Kesadaran dan kebijaksanaan ini sesungguhnya sangat sempurna melingkupi segalanya dan sangat universal. Ini yang disebut dedikasi ke segala tempat. Kebijaksanaan ini sangat sempurna dan mampu melingkupi segala penjuru. Ini juga disebut dedikasi ke segala tempat.<\/p>\n<p>Pancaran kebenaran murni sama dengan yang\u00a0 dimiliki oleh Buddha. Inilah yang di sebut dedikasi ke segala tempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Asalkan ada tekad, kita pasti dapat mewujudkan ikrar. Tekad dan ikrar ini bersumber pada kebijaksanaan dari pencerahan kita. Dengan kebijaksanaan sempurna, tiada tempat yang tak dapat dijangkau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai praktisi Buddhis, kita harus belajar untuk membangkitkan kesadaran awal. Kita harus mulai menapaki jalan ini. Sejauh apapun perjalanan ini, asalkan tidak menyimpang, maka tidaklah sulit untuk mencapai kebuddhaan. Jadi, setiap hendaknya mempertahankan tekad dan kesadaran awal masing-masing. Dengan begitu tidak sulit untuk mencapai kebuddhaan. Intinya, kita semua harus senantiasa selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Video <strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi &#8211; Bagian 4<\/strong><strong>\/10<\/strong> <strong>\u00a0(165)<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU\">https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi &#8211; Bagian 4\/10 \u00a0(165) \u00a0 Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0kita semua memiliki tubuh yang berada disini, tetapi pikiran kita yang tak terwujud entah sedang mengembara kemana. Saya rasa pikiran kita mungkin \u00a0mengembara kemana-mana dan tidak berada di saat ini. Begitulah kondisi makhluk awam, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek \u2013 10 Dedikasi &#8211; Bagian 4\/10 \u00a0(165) \u00a0 Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/rOj-cPph8wU &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0kita semua memiliki tubuh yang berada disini, tetapi pikiran kita yang tak terwujud entah sedang mengembara kemana. Saya rasa pikiran kita mungkin \u00a0mengembara kemana-mana dan tidak berada di saat ini. Begitulah kondisi makhluk awam,&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8596"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8596\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}