{"id":8593,"date":"2016-02-28T16:26:35","date_gmt":"2016-02-28T09:26:35","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1046"},"modified":"2016-02-28T16:26:35","modified_gmt":"2016-02-28T09:26:35","slug":"sanubari-teduh-enam-praktek-10-dedikasi-161","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-praktek-10-dedikasi-161\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek &#8211; 10 Dedikasi (161)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Enam Praktek - 10 Dedikasi (161)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/iAALYquZxHM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek &#8211; 10 Dedikasi (161)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM\">https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0betapa kita sangat penuh berkah. Setelah menyadari berkah, kita harus menyadarinya, kita harus menghargainya. Orang yang menghargai berkah, harus menciptakan lebih banyak berkah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Praktik 10 Keyakinan<\/li>\n<li>Praktik 10 Kediaman<\/li>\n<li>Praktik 10 Praktik<\/li>\n<li>Praktik 10 Dedikasi<\/li>\n<li>Praktik 10 Bhumi<\/li>\n<li>Praktik Pencerahan Setara<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelumnya kita telah membahas praktik sepuluh praktik, sebelumnya lagi kita membahas sepuluh kediaman, sebelumnya lagi kita membahas aspek-aspek pelatihan ke dalam dengan tujuan mengetahui\u00a0 yang baik dan jahat. Setelah mengetahui yang jahat, kita harus menjauhinya. Setelah mengetahui yang baik, kita harus melakukannya. Kejahatan membuat kita penuh dengan karma buruk. Segala karma buruk lewat tubuh bersumber dari kegelapan batin dalam pikiran. Bagaimana agar kita dapat mengubah keburukan dan memperbanyak kebajikan serta membersihkan kotoran dalam batin kita. Inlah yanga di bahas saat kita mengulas sepuluh kediaman dan yang sebelum-sebelumnya. Setelah itu kita membahas sepuluh praktik. Setelah mempertahankan niat baik dalam hati, kita harus mempraktikkannya secara nyata. Inilah yang kita ulas saat membahas sepuluh praktik.\u00a0 Dalam praktik ini kita harus bersemangat dan terus maju. Kita tidak boleh berjalan di tempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memperoleh kesadaran setelah mendengar ajaran Buddha, kembali pada kondisi batin yang murni saat kegelapan batin belum meliputi inilah makna dedikasi\u00a0 yang sesungguhnya. Untuk itu ada sepuluh metode yang harus dipraktikkan agar kita tidak melekat. Jika tidak, maka saat melakukan sesuatu, kita selalu berhitung-hitung berapa banyak yang telah kita lakukan. Kita hendaknya berpikir bahwa semua itu memang seharusnya kita lakukan. Jadi, kita harus kembali pada hakikat murni kita yang tanpa kemelekatan. Inilah makna dedikasi atau pelimpahan jasa.\u00a0\u00a0 Di dalam 52 Tingkatan Bodhisattva, tingkatan ke 40 disebut Sepuluh Dedikasi. \u201c Menyelamatkan semua makhluk dengan penuh welas asih\u201d, maka di sebut\u00a0 sepuluh dedikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SEPULUH KEDIAMAN <\/strong><\/p>\n<p>Bertujuhan untuk meneguhkan niat baik di dalam hati dan membimbing kita meninggalkan keduniawian<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SEPULUH PRAKTIK<\/strong><\/p>\n<p>Mengetahui arah pelatihan diri, mengembangkan welas asih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SEPULUH DEDIKASI<\/strong><\/p>\n<p>Memperteguh sifat hakiki, menghindari kejahatan, memperbanyak kebajikan dan membangun ikrar welas asih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dedikasi yang sesungguhnya adalah kembali pada hakikat yang murni tanpa noda, memperluas makna pelatihan diri dari memberi manfaat \u00a0bagi diri sendiri menjadi memberi manfaat bagi semua makhluk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Manusia\u00a0 yang berbuat baik akan diikuti berkah, sedangkan yang berbuat bencana akan diikuti bencana.Berkah dan bencana bagaikan bayangan dan suara yang terus mengikuti. (Sutra Enam Paramita)<\/p>\n<p>Yang penting sebgaia manusia kita berbuat baik, maka berkah akan mengikuti kita. Bagi yang berbuat jahat malapetaka pasti mengikutinya. Bencana dan berkah bagaikan bayangan dan suara. Bayangan selalu mengikuti bendanya. Suara selalu mengikuti sumbernya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk membimbing semua makhluk kita harus berada di tengah masyarakat. Dengan semangat nonduniawi, kita memberi manfaat bagi masyarakat. Ini yang disebut memperluas dedikasi. Kalian sering mendengar saya\u00a0 berkata bahwa kita harus menggunakan semangat nonduniawi untuk menjalankan misi di dunia. Ini yang di sebut berada di tengah masyarakat dan membawa manfaat. Batin kita harus bebas dari keduniawian, tetapi kita sendiri harus tetap berada di tengah masyarakat untuk bersumbangsih. Dengan begitu, kita baru dapat memperluas dedikasi kita. Saudara sekalian, kita harus senantiasa selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Video <strong>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek &#8211; 10 Dedikasi (161)<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM\">https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek &#8211; 10 Dedikasi (161) \u00a0 Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0betapa kita sangat penuh berkah. Setelah menyadari berkah, kita harus menyadarinya, kita harus menghargainya. Orang yang menghargai berkah, harus menciptakan lebih banyak berkah. &nbsp; Praktik 10 Keyakinan Praktik 10 Kediaman Praktik 10 Praktik Praktik 10 Dedikasi Praktik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8593","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Praktek &#8211; 10 Dedikasi (161) \u00a0 Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/iAALYquZxHM &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0betapa kita sangat penuh berkah. Setelah menyadari berkah, kita harus menyadarinya, kita harus menghargainya. Orang yang menghargai berkah, harus menciptakan lebih banyak berkah. &nbsp; Praktik 10 Keyakinan Praktik 10 Kediaman Praktik 10 Praktik Praktik 10 Dedikasi Praktik&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8593"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8593\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}