{"id":8569,"date":"2015-12-21T05:49:19","date_gmt":"2015-12-20T22:49:19","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=936"},"modified":"2015-12-21T05:49:19","modified_gmt":"2015-12-20T22:49:19","slug":"sanubari-teduh-empat-jenis-kelahiran-bagian-3-117","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-empat-jenis-kelahiran-bagian-3-117\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Kelahiran &#8211; Bagian 3 (117)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh -  Empat Jenis Kelahiran  - Bagian 3 (117)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yRlVdxHb76Y?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Kelahiran &#8211; Bagian 3 (117)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y\">https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian,\u00a0 Dharma bagaikan air. Setiap orang dan setiap masalah yang kita temui setiap hari banyak yang menganjal di hati kita. Segala hal positif maupun hal negatif yang kita temui setiap hari pasti akan meninggalkan jejak di dalam batin kita. Kita hendaknya selalu menganggap setiap hal yang kita temui sebagai pendidikan. Inilah yang disebut mengubah noda batin menjadi Bodhi (Kebijaksanaan). Jika kita memandang setiap orang dan segala hal yang kita temui dari sisi negatif, maka air Dharma yang bersih dan jernih juga akan menjadi kotor dan keruh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, kita harus menyadari bahwa kehidupan ini penuh penderitaan dan sangat singkat. Berapakah waktu yang tersedia bagi kita untuk mendalami Dharma dan menenangkan hati ? \u00a0Waktu selama satu hari sangat panjang. Apakah setiap orang dan setiap masalah yang kita temui, sebagian besar kita pandang secara negatif dan membusuk di dalam hati kita ? Janganlah demikian. Saat kita tidak bisa membedakan hal yang benar dan salah, kita harus segera berintrospeksi diri. Bukankah pada saat ini setiap harinya kita selalu membasahi\u00a0 batin kita dengan air Dharma yang jernih ? Kita harus segera mempraktekkan Dharma ini agar bisa menyucikan batin.\u00a0 Sebagai makhluk awam, saat bertutur kata,\u00a0 bertindak , atau memikirkan sesuatu, kita selalu menciptakan\u00a0 karma buruk. Karena itu kita harus menjaga pikiran dengan baik. Jangan biarkan pikiran negatif terwujud ke dalam tindakan dan ucapan. Untuk itu kita harus selalu sungguh-sungguh berintrospeksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Empat Jenis Kelahiran.<\/p>\n<p>Empat Jenis Kelahiran:<\/p>\n<ol>\n<li>Kelahiran melalui rahim<\/li>\n<li>Kelahiran melalui telur<\/li>\n<li>Kelahiran melalui kelembaban<\/li>\n<li>Kelahiran spontan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua makhluk dari empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan sungguh merasakan perkiraan yang tak terkira. Selama masih mengalami empat jenis kelahiran, maka tidak mudah bagi kita untuk terbebas dari enam alam kehidupan.\u00a0 Akan tetapi, diantara empat jenis kelahiran, hanya manusia yang bisa membedakan benar dan salah. Di alam manusia, untuk bertemu dengan ajaran Buddha, menumbuhkan cinta kasih, welas asih, suka cita, dan keseimbangan batin, bukanlah hal yang mudah. Dengan mempelajari ajaran Buddha, secara perlahan-perlahan kita akan menumbuhkan cinta kasih, welas asih, sukacita dan keseimbangan batin. Kita juga harus membedakan hal yang benar dan salah. Kita harus membedakannya dengan jelas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada makhluk hidup yang juga mengalami kelahiran lewat rahim, namun terlahir sebagai hewan. Meski terlahir sebagai hewan, mereka juga memiliki hakikat kebuddhaan. Kita harus menghormati kehidupan semua makhluk.\u00a0 Jangan berpikir bahwa umat manusia\u00a0 adalah makhluk yang paling hebat. Janganlah kita menindas makhluk ynag lemah. Janganlah demikian. Terhadap makhluk hidup lain, kita juga harus mengasihi mereka. Terlebih lagi, antar sesama manusia, kita harus berlaku setara. Saya pernah mengulas bahwa semua makhluk adalah setara. Kita harus memperlakukan semua makhluk dengan setara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesetaraan adalah konsep terpenting dalam ajaran Buddha, juga merupakan jalan satu-satunya bagi para Bodhisattva untuk berlatih dan menyelami welas asih serta kebijaksanaan agung. Selain itu, kita harus menghargai jalinan jodoh. Dan memahami hukum sebab\u00a0 akibat. Saudara sekalian, janganlah kita bersikap sombong. Ingatlah untuk mengecilkan ego dan menghormati orang lain. Inilah tujuan sesungguhnya dari pelatihan diri kita. Dalam melatih diri, ingatlah kewajiban kita untuk saling menghormati, mengasihi, bersatu hati, harmonis, dan bergotong royong. Setiap orang harus menunaikan kewajiban dan menjalankan tanggungjawabnya. Antar sesama harus saling menghormati dan mengasihi. Harap, kita semua harus senantiasa lebih bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan <strong>Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Kelahiran &#8211; Bagian 3 (117)<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y\">https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Kelahiran &#8211; Bagian 3 (117) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian,\u00a0 Dharma bagaikan air. Setiap orang dan setiap masalah yang kita temui setiap hari banyak yang menganjal di hati kita. Segala hal positif maupun hal negatif yang kita temui setiap hari pasti akan meninggalkan jejak di dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Kelahiran &#8211; Bagian 3 (117) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/yRlVdxHb76Y &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian,\u00a0 Dharma bagaikan air. Setiap orang dan setiap masalah yang kita temui setiap hari banyak yang menganjal di hati kita. Segala hal positif maupun hal negatif yang kita temui setiap hari pasti akan meninggalkan jejak di dalam&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8569\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}