{"id":8567,"date":"2015-12-17T22:02:55","date_gmt":"2015-12-17T15:02:55","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=924"},"modified":"2015-12-17T22:02:55","modified_gmt":"2015-12-17T15:02:55","slug":"sanubari-teduh-empat-ketamakan-bagian-3-112","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-empat-ketamakan-bagian-3-112\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Ketamakan &#8211; Bagian 3 (112)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Empat Ketamakan -  Bagian 3 (112)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/iJELw6hyf1Q?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Empat Ketamakan &#8211; Bagian 3 (112)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q\">https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Empat Ketamakan.<\/p>\n<p><strong>Empat Ketamakan<\/strong> :<\/p>\n<ol>\n<li>Ketamakan akan Makanan<\/li>\n<li>Ketamakan akan Pakaian<\/li>\n<li>Ketamakan akan Tempat Tidur<\/li>\n<li>Ketamakan akan Obat-obatan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, mengendalikan tubuh lebih mudah daaripada mengendalikan pikiran. Meski tubuh kita sedang duduk disini, namun pikiran bisa saja berada di tempat lain atau melekat pada berbagai masalah. Ini bergantung apakah setiap orang dapat selalu menjaga pikirannya dengan baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Buddha memiliki gelar \u201cGuru Penakluk\u201d. Akan tetapi, dengan hakikat Buddha yang dimiliki, apakah setiap orang dapat menjinakkan diri sendiriyang liar bagaika kera atau kuda ? Inilah tujuan kita melatih diri. Inilah yang harus kita capai. Meski berada di lingkungan yang tenang, jika pikiran liar tidak dapat dijinakkan, maka kita tidak akan tenang, meski duduk diam. Saya sering berkata \u201c Hindari Kejahatan, perbanyak kebajikan. \u201c Kita memang tidak berbuat jahat, sebaliknya kita berbuat kebajikan.\u00a0 Hal ini sangat mudah dilakukan karena kita hidup dilingkungan\u00a0 yang baik dan banyak berinteraksi dengan orang baik. Tentu kita bisa saling menyemangati. Kita, sekelompok orang yang melangkah bersama di Jalan Bodhisattva. Kelihatannya begitu baik, namun bagaimana dengan pikiran kita ? Kita mungkin berkata \u201c Saya sudah berbuat baik, namun saya juga punya sedikit kesenangan sendiri.\u201d\u00a0 Jadi, setelah melakukan perbuatan baik, banyak orang bersenang-senang sesuka hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktisi Buddhis harus mempraktekkan Dharma yang diajarkan Buddha. Kita harus menghindari kejahatan, dan menyayangi kehidupan semua makhluk. Kita harus membebaskan semua makhluk dari kesedian dan penderitaan. Jangan biarkan makhluk lain menderita. Ini baru di sebut menghindari kejahatan. Jadi pada saat mengembangkan kebajikan, kita juga harus hati-hati agar terhindar dari kejahatan. Sebuah ketamakan saja dapat membuat kita melakukan segala kejahatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan selalu memegangb teguh ajaran Buddha, mengasihi kehidupan semua makhluk, dan melenyapkan penderitaan mereka, barulah dapat merelisasikan ajaran tentang\u00a0 memperbanyak kebajikan dan menghindari kejahatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya kita akan membahas ketamakan akan pakaian, sesungguhnya berapa jumlah pakaian yang dapat dikenakan pada tubuh kita ? Pakaian memiliki 2 fungsi. Pertama melindungi tubuh dari rasa dingin. Agara terhindar dari cuaca dingin dan sakit flu. Demi kesehatan kita harus menggunakan pakaian. Di musim dingin, pakaian menjaga kehangatan tubuh. Di musim panas, manusia menggunakan pakaian agar lebih manusiawi. Semua hewan tidak perlu menggunakan pakaian, hanya manusia yang menggenakan pakaian,\u00a0 karena manusia adalah makhluk paling cerdas. Manusia memiliki budaya dan peradaban. Pakaian berfungsi menutupi tubuh\u00a0 kita. Jadi, dalam masyarakt yang berbudaya, kita harus memilliki rasa malu. Dengan memiliki rasa malu, kita harus menutupi tubuh kita. Tentu dalam masyarakat yang berbudaya, cara berpakaian juga bagian dari tata krama. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Identitas orang dapat di lihat dari pakaiannya. Apapun pekerjaan kita, kita harus berpakaian yang sesuai. Inilah kondisi di jaman modern dan masyarakat yang beradab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tubuh adalah ladang pelatihan diri. Dalam perpakaian hendaknya menjaga kerapian dan kebersihan, sesuai dengan peradaban, tata krama dan norma. Inilah Pelatihan diri.\u00a0 Sebagai praktisi Buddhis kita harus belajar menjadi manusia seutuhnya. Jika tidak bagaimana bisa mencapai Kebuddhaan ? Mari kita belajar menjadi manusia yang baik. Denga begitu baru dapat mencapai kebuddhaan. Jadi dari segi pakaian, meski berbahan kasar, namun jika pakaian kita rapi dan bersih, itu sudah cukup baik. Janganlah menghabiskan begitu\u00a0 banyak energi untuk mencari pakaian indah demi pamer. Ini bukanlah sikap yang anggun. Gaya hidup yang sangatr sembrono ini, tidak akan membuat kita di hargai orang lain. Jadi kita harus senantiasa lebih bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0Sanubari Teduh &#8211; Empat Ketamakan &#8211; Bagian 3 (112) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q\">https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<\/strong> <strong>Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/strong><\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Empat Ketamakan &#8211; Bagian 3 (112) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q &nbsp; Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Empat Ketamakan. Empat Ketamakan : Ketamakan akan Makanan Ketamakan akan Pakaian Ketamakan akan Tempat Tidur Ketamakan akan Obat-obatan &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, mengendalikan tubuh lebih mudah daaripada mengendalikan pikiran. Meski tubuh kita sedang duduk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8567","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Ketamakan &#8211; Bagian 3 (112) &nbsp; Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/iJELw6hyf1Q &nbsp; Adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat Empat Ketamakan. Empat Ketamakan : Ketamakan akan Makanan Ketamakan akan Pakaian Ketamakan akan Tempat Tidur Ketamakan akan Obat-obatan &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, mengendalikan tubuh lebih mudah daaripada mengendalikan pikiran. Meski tubuh kita sedang duduk&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8567"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8567\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}