{"id":855,"date":"2015-12-10T00:07:40","date_gmt":"2015-12-09T17:07:40","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=855"},"modified":"2015-12-10T00:07:40","modified_gmt":"2015-12-09T17:07:40","slug":"sanubari-teduh-membalas-empat-budi-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-membalas-empat-budi-besar\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Membalas Empat Budi Besar (067)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Membalas Empat Budi Besar - 067\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/5ly681EKPu4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Membalas Empat Budi Besar<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0\u00a0pada saat hening dan tenang seperti ini, adakah rasa syukur di dalam pikiran kita? Hidup di dunia ini, kita tidak boleh menjalaninya tanpa bersyukur, terutama bagi kita praktisi Buddhis. Mari kita mengingat kembali, sejak pertama saat dilahirkan, kita disambut dengan penuh sukacita di dunia ini oleh orang tua kita dan menerima banyak perhatian, tubuh kita dibersihkan dengan air, sehelai selimut dibungkuskan di badan kita, susu di berikan untuk kita, dll. Sejak saat dilahirkan, kita telah terus menerus menerima segala sesuatu yang menopang kehidupan sehingga tidak kekurangan dan mampu bertahan. Terlebih lagi banyak orang yang telah melindungi, membimbing dan mendidik kita. Banyak sekali yang harus disyukuri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Budi luhur orang tua, guru dan semua makhluk, tidakkah harus kita syukuri ? Terlebih lagi sebagai praktisi, kita telah tumbuh dewasa dengan selamat, memiliki kesempatan mendengar ajaran Buddha. Dari ajaran Buddha yang kita pelajari, betapa banyak kebenaran yang dapat kita pahami. Ini memungkinkan kita memahami hukum yang berlaku di alam semesta dan menyadari luar biasanya kehidupan. Kita jadi paham bahwa benda materi mengalami proses terbentuk, berlangsung, rusak, hancur, bahwa pikiran timbul, berlangsung, berubah, lenyap; dan bahwa kehidupan mengalami lahir, tua, sakit dan mati. Dapat memahami semua kebenaran ini, kita harus bersyukur pada Tiga Permata.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktisi Buddhis berkewajiban membalas empat Budi Besar, yaitu: Budi Orang Tua, Budi Guru, Budi Semua makhluk dan Budi Tiga Permata.<\/p>\n<p>Ini adalah berkat kebijaksanaan Buddha yang Beliau capai dengan mengamati berbagai fenomena di alam semesta hingga mencapai penerangan sempurna. Dharma dibabarkan oleh Buddha dan diwariskan terus menerus. Untuk semua ini, kita hendaknya bersyukur. Buddha tidak hanya datang sekali saja. Saya sering membahas tentang satuan kalpa yang tak terhingga.\u00a0 Artinya, tak dapat disebutkan secara pasti berapa kehidupan Buddha datang ke Dunia Saha. Jadi, kini apakah semua menganggap bahwa Buddha telah meninggalkan dunia ini atau terpikir Buddha hidup lebih dari 2000 tahun lalu, apa kaitannya dengan kita sekarang ?\u00a0 Tentu saja masih ada kaitannya dengan kita. Lebih 2000 tahun yang lalu Buddha membabarkan Dharma. Saya kerap menyebut Sravaka dan Pratyekabuddha, terutama Pratyekabuddha.\u00a0 Sravaka adalah mereka yang mendengar Dharma yang dibabarkan semasa Buddha hidup dan kemudian memperoleh pencerahan. Karena itu di sebut Sravaka atau \u201cpendengar\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pratyekabuddha hidup di zaman ketiks Budda tidak ada di dunia. Karena itu disebut \u201cyang tercerahkan sendiri\u201d. Mereka mengamati perubahan musim dan fenomena. Dari sini mereka menyadari 12 Rangkaian Sebab Akibat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Manfaatkan kehidupan saat ini untuk melatih diri dengan berani dan bersemangat, bekerja keras dan tahan derita, serta membangkitkan jiwa kebijaksanaan hingga memperoleh buah pencapaian Demikianlah cara membalas budi Buddha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, balas budi sangatlah penting. Jika tidak memiliki hati yang mengingat budi, kita tak akan dapat memahami dan menghargai tumbuhnya jiwa kebijaksanaan kita, pun tak dapat mengemban misi Tiga Permata demi perkembangan jiwa kebijaksanaan kita. Meski kita mengemban misi Buddha selama berkalpa kalpa, kita tak akan mampu membalas budi Buddha karena mencapai tanah Buddha adalah pencapai pribadi kita, namun jika kita dapat berbuat sesuai ajaran Buddha, itu juga termasuk membalas jasa Tiga Permata dan Buddha. Untuk itu, semua harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Membalas Empat Budi Besar &#8211; 067 \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/5ly681EKPu4\">https:\/\/youtu.be\/5ly681EKPu4<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/strong><\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Membalas Empat Budi Besar &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0\u00a0pada saat hening dan tenang seperti ini, adakah rasa syukur di dalam pikiran kita? Hidup di dunia ini, kita tidak boleh menjalaninya tanpa bersyukur, terutama bagi kita praktisi Buddhis. Mari kita mengingat kembali, sejak pertama saat dilahirkan, kita disambut dengan penuh sukacita di dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Membalas Empat Budi Besar &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, \u00a0\u00a0pada saat hening dan tenang seperti ini, adakah rasa syukur di dalam pikiran kita? Hidup di dunia ini, kita tidak boleh menjalaninya tanpa bersyukur, terutama bagi kita praktisi Buddhis. Mari kita mengingat kembali, sejak pertama saat dilahirkan, kita disambut dengan penuh sukacita di dunia&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/855\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}