{"id":8546,"date":"2015-10-20T05:00:21","date_gmt":"2015-10-19T22:00:21","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=143"},"modified":"2015-10-20T05:00:21","modified_gmt":"2015-10-19T22:00:21","slug":"mendengarkan-ajaran-buddha-dan-membina-diri-dengan-sungguh-sungguh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/mendengarkan-ajaran-buddha-dan-membina-diri-dengan-sungguh-sungguh\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh  &#8211; \u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh (022)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - \u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh  - 022\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/XSKh48DDkFA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; <\/strong><strong>\u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c<\/strong><strong> Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh <\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita\u00a0 tinggal ditempat yang tenang ini. Dalam suasana tenang ini, apakah batin kita juga dapat merasa tenang ?. Ini tergantung apakah setiap hari kita menyerap Dharma ke dalam hati. Jika tetesan air Dharma dapat meresap ke dalam hati. Maka sedikit demi sedikit noda batin kita dan selapi demi selapis rintangan\u00a0 akan berangsur-angsur lenyap. Dengan demikian, batin kita pun menjadi suci. Semua makhluk hendaknya segera bertobat. Pertobatan adalah pemurnian. Bertobat berarti membersihkan semua noda batin kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karma buruk ini muncul akibat pelanggaran melalui tiga pintu karma maupun kelalaian melalui enam indra; muncul akibat pikiran salah dari dalam batin. Dalam kitab suci dikatakan bahwa karma buruk muncul akibat pelanggaran melalui tiga pintu karma. Semua orang di dunia ini \u00a0apapun status sosialnya, pernah melakukannya baik sengaja maupun tidak. \u00a0Yang disengaja di sebut pelanggaran, yang tidak sengaja disebut kelalaian.\u00a0 Diawal kita telah membahasnya. Jadi, kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sesungguhnya banyak kita lakukan. Jumlahnya tak terhingga. Karma buruk yang tak terhingga ini, semua tercipta melalui tiga pintu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tiga Pintu Karma<\/strong> : Karma melalui tubuh, ucapan dan pikiran<\/p>\n<p><strong>Karma melalui tubuh<\/strong> : membunuh, mencuri, berbuat asusila<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sepuluh \u00a0Jenis karma buruk<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tubuh:<\/strong>\u00a0 membunuh, mencuri, berbuat asusila<\/p>\n<p><strong>Ucapan:<\/strong> Bertutur kata kasar, berdusta, berkata-kata kosong, bergunjing<\/p>\n<p><strong>Pikiran:<\/strong> Ketamakan, kebencian, kebodohan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dunia dipenuhi kekacauan. Pembunuhan, pencurian, perbuatan asusila, semua berawal dari ketamakan dalam pikiran. Jika menyimpan kebencian di dalam hati.\u00a0 Kita mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Kata-kata kasar dapat melukai banyak orang dan kita tak menyadarinya, hanya mengikuti emosi sesaat. Ketika bertemu orang lain dan ia mengatakan sesuatu, lalu kita merasa tidak senang dan langsung membalas dengan kata-kata yang sangat kasar. Kita tak menyadari bahwa kata-kata kasar mudah terucap. Ketika kata-kata itu keluar, ia dapat menyakiti orang lain dan kita tak menyadarinya. Sesungguhnya ketika kita menyakiti orang lain, kita juga menyakiti diri sendiri. Pertama, niat buruk ini telah tertanam dalam batin kita dan menjadi benih karma. Dengan begitu, hubungan antar sesama menjadi tidak baik dan integritas diri sendiri pun rusak. Jadi, dalam batin kita sendiri bertambah sebutir benih kejahatan. Selain retaknya hubungan antar manusia, kualitas pelatihan diri kita pun menjadi rusak. Karakter kita menjadi rusak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tak mempraktekkan mesti mengerti kebenaran, tidak mematuhi peraturan, sehingga tak sengaja melukai orang lain, menghambat pelatihan diri sendiri, dan menanam karma buruk, inilah tindakan yang didasari kebodohan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kata-kata yang buruk dari orang lain janganlah dianggap masalah, sehingga membawa keriasauan, tetapi anggaplah sebagai pelajaran yang menumbuhkan kebijaksanaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mendengar dengan kebijaksanaan, segalanya merupakan Dharma.<br \/>\nMendengar dengan kebodohan, segalanya membawa kerisauan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sulit terlahir sebagai manusia, sulit pula bertemu ajaran Buddha. Sekali terjatuh ke alam rendah, butuh ribuan kalpa untuk kembali. Di enam alam, hanya di alam manusia kesempatan melatih diri itu muncul. Karena itu, hargailah kehidupan ini, pelajari ajaran Buddha dan praktikkan. Jika malah menanam dan menimbun karma buruk, maka dikehidupan mendatang mungkin tidak terlahir sebagai manusia dan kehilangan kesempatan melatih diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, jalan Buddha adalah jalan yang lapang dan lurus menujuh pencerahan. Jalan menujuh pencerahan ini sangat lurus dan\u00a0 sederhana. Jagalah pikiran dengan baik. Jika kita dapat menjaga pikiran dengan baik, maka dalam kehidupan sehari hari, segala kontak antara indra dan objek luar menjadi kesempatan melatih diri. Dalam Sutra Amitabha dikatakan, bahkan burung pun dapat membabarkan Dharma, apalagi antar sesama manusia. Ketika kita mendengar dengan kebijaksanaan, semua yang kita dengar merupakan Dharma. Jika mendengar dengan kebodohan. Maka segala pemikiran yang timbul akan menciptakan karma buruk. Bukan hanya menanam benih karma buruk yang akan terbawa ke kehidupan mendatang, melainkan juga membunuh karakter kita sendiri. Saudara sekalian, kita sendirilah yang menciptakan semuanya. Karena itu waspadalah dengan pikiran kita. Setelah mendengar ajaran, praktikkanlah. Jika kita dapat menyerap semua ajaran ini ke dalam hati, maka kondisi apapun yang kita hadapi akan menjadi sumber pencerahan. Untuk itu, senantiasalah bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; \u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh \u2013 022 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/XSKh48DDkFA\">https:\/\/youtu.be\/XSKh48DDkFA<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; \u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh \u00a0 Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita\u00a0 tinggal ditempat yang tenang ini. Dalam suasana tenang ini, apakah batin kita juga dapat merasa tenang ?. Ini tergantung apakah setiap hari kita menyerap Dharma ke dalam hati. Jika tetesan air Dharma dapat meresap ke dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; \u807d\u805e\u4f5b\u6cd5\u8a8d\u771f\u4fee\u884c Mendengarkan Ajaran Buddha dan Membina diri dengan Sungguh-sungguh \u00a0 Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita\u00a0 tinggal ditempat yang tenang ini. Dalam suasana tenang ini, apakah batin kita juga dapat merasa tenang ?. Ini tergantung apakah setiap hari kita menyerap Dharma ke dalam hati. Jika tetesan air Dharma dapat meresap ke dalam&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8546\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}