{"id":2846,"date":"2019-10-31T13:24:38","date_gmt":"2019-10-31T06:24:38","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2846"},"modified":"2019-10-31T13:24:38","modified_gmt":"2019-10-31T06:24:38","slug":"sanubari-teduh-membina-kemurnian-dan-mencegah-kesalahan-484","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-membina-kemurnian-dan-mencegah-kesalahan-484\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Membina Kemurnian dan Mencegah Kesalahan (484)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Membina Kemurnian dan Mencegah Kesalahan (484)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ociC5XpXjdQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Membina Kemurnian dan Mencegah Kesalahan (484)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/ociC5XpXjdQ\">https:\/\/youtu.be\/ociC5XpXjdQ<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian,\nBuddha mengajarkan kepada kita untuk mengendalikan tubuh dan pikiran. Dengan cara\napa kita mengendalikan tubuh dan pikiran ? Sila. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sila adalah sarana membina\nkemurnian pikiran; mencegah kesalahan; menghentikan keburukan dan mengembangkan\nkebaikan. Keluhuran harus masuk ke dalam hati sehingga terbangun keteladanan\nyang nyata.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Inilah keluhuran sila. Jadi,\nsebagai praktisi Buddhis, kita haarus sungguh-sungguh memegang sila. Memegang\nsila berawal dari pikiran. Kita harus membangun niat yang murni. Jika pikiran\ntidak murni. Kita akan mudah mengundang berbagai masalah dan kerisauhan dari\nluar. Jadi, kita harus menjaga sila. Untuk mengantisipasi masalah dan kerisauan\nagar tidak merasuk ke dalam batin kita. Dengan begitu, godaan apapun yang\nmenggoda kita, kita tetap bisa menjaga diri. Kita bisa mencegah kesalahan dan\nmenghentikan keburukan. Bukan saja kejahatan yang harus di cegah agar tidak\nmerasuki batin, kebaikan juga harus dikembangkan ditengah masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kita harus memiliki sila,\nbarulah kita dapat mengantisipasi agar niat jahat tidak merasuk ke dalam batin\ndan mengembangkan niat baik. Inilah fungsi dari sila. Bagaimana dengan\nkeluhuran ? Orang yang luhur akan memperoleh.&nbsp;\nSaya sering mengataakan bahwa saat belajar, kita harus memperoleh kesan.&nbsp; Kesan ini harus meresap ke dalam hati. Bila\nkita giat menerapkan ajaran Buddha di dalam kehidupan sehari-hari, maka saat\nmenghadapi orang dan masalah setiap harinnya, pengetahuan kita akan tumbuh dan\nmeningkat adalah kebijaksanaan. Jadilah, ini keluhuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluhuran didapat dari belajar.\nDengan&nbsp; sungguh-sungguh belajar,\nkita&nbsp; dapat memperoleh wawasan dan\npengetahuan, dan tujuan yang tertinggi adalah kebijaksanaan. Dengaan pikiran yang\nbijaksaana, kita dapat membuang segala keburukan dan mencapai segala kebajikan.\nJadi, dalam perbuatan ada Dharma. <\/p>\n\n\n\n<p>Inilah yang sering saya katakan.\n<strong>\u201cDi dalam Hati ada Buddha, di dalam perbuatan ada Dharma.\u201d <\/strong>Dengan begitu\nkita bisa membangun&nbsp; keteladanan di\nmasyarakat lewat praktek nyata. Inilah yang semua harus kita pelajari di dalam\najaran Buddha. Jadi, sila adalah langkah awal kita. Dengan adanya sila barulah\nkita tak melakukan kesalahan. Dengan begitu, barulah kita dapat mengembangkan\nkebajikan. Jadi, kita semua harus bersungguh hati. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya kita sudah membahas\ntentang bergaul dengan teman yang baik dan menjauhi teman yang buruk. Bila\ntidak bergaul dengan teman yang baik, maka saat kita terpengaruh pengetahuan dari\nteman-teman yang buruk, kita sulit untuk berpaling. Jadi, ada dua jenis teman.\nPertama adalah mitra bajik, kedua adalah teman buruk. Jadi, kebijaksanaan dan\npengetahuan tidak sama. Pengetahuan adalah kecerdasan duniawi. Berbagai hal di\ndunia ini, meski jelas- jelas buruk, bisa digunakan dengan kecerdasan duniawi\nuntuk membuai dan mempengaruhi orang sehingga orang merasa &nbsp;itu &nbsp;masuk&nbsp; akal.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Begitupula di dalam masyarakat,\nkita hendaknya memilih teman yang baik. Kita harus menggunakan kebijaksanaan. Saat\nmelihat sesuatu yang tidak baik, kita harus segera menjauhinya. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Adakalanya &nbsp;memiliki kesombongan dan kepura-puraan; arogan\ndan mementingkan diri sendiri; keras kepala dan mudah terpancing; tidak kenal\nperasaan dan menggangap diri sendiri benar dan orang lain salah; mengharap\nkemujuran. Atas&nbsp; berbagai kesalahan ini,\nkini kami menyatakan pertobatan. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Pengalan ini sangat sederhana. Kita\ntahu selain harus bergaul dengan teman yang baik. Selain enjauhi teman yang\nburuk, kit juga harus mengingatkan diri sendiri. Ada ungkapan bebunyi: \u201c Musuh\nterbutuik adalah diri sendiri.\u201d Saat pikiran kita menyimpoang sedikit saja,\ntindakan kita seterusnya akan salah. Sering dikatakan bahwa kita harus menaklukan\nbatin kita.&nbsp; &nbsp;Orang bijaksana&nbsp; bebas dari kesombongan. Justru karena tidak\nbijaksana sedikit saja memiliki kemampuan orang sudah merasa hebat. Inilah kesombongan\ndan kepura-puraan. Mereka hanya berpura-pura. Sesungguhnya diri mereka tidak\nbisa apa-apa, tetapi berpura-pura mengerti banyak hal. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/pre>\n\n\n\n<p>Saudara sekalian, sebagai\npraktisi Buddhis, kita harus memiliki cinta kasih dan sungguh-sungguh menjaga\nsila. Sila adalah sarana membina kemurnian diri. Jika batin kita murni, barulah\nkita dapat mencegah kesalahan dan tak&nbsp;\nakan tamak saat melihat harta atau menghalalkan segala cara&nbsp; demi uang. Jadi, kita harus menjaga sila\nuntuk mencegah kesalahan,&nbsp; menghentikan\nkeburukan, dan mengembangkan kebaikan. Keluhuran harus kita kembangkan dan&nbsp; bina ke dalam hati. Kita harus membangun\nketeladanan nyata. Inilah, kewajiban kita sebagai praktisi pembina diri. Jadi,\ndalam kehidupan sehari-hari, kita semua harus waspada. Sedikit saja pemikiran\nmenyimpang atau sedikit&nbsp; saja kesalahan\ndalam tindakan dapat merusak moralitas dan keluhuran kita. Jadi, harap semua\nselalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah\ndikutip &nbsp;dari video Sanubari Teduh &#8211; Membina\nKemurnian dan Mencegah Kesalahan (484) https:\/\/youtu.be\/ociC5XpXjdQ<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta\nKasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30\nWIB<\/p>\n\n\n\n<p>Channel&nbsp;\nJakarta 59 UHF, Medan 49 UHF&nbsp; <br>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Membina Kemurnian dan Mencegah Kesalahan (484) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/ociC5XpXjdQ Saudara se-Dharma sekalian, Buddha mengajarkan kepada kita untuk mengendalikan tubuh dan pikiran. Dengan cara apa kita mengendalikan tubuh dan pikiran ? Sila. Sila adalah sarana membina kemurnian pikiran; mencegah kesalahan; menghentikan keburukan dan mengembangkan kebaikan. Keluhuran harus masuk ke dalam hati sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1273,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Membina Kemurnian dan Mencegah Kesalahan (484) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/ociC5XpXjdQ Saudara se-Dharma sekalian, Buddha mengajarkan kepada kita untuk mengendalikan tubuh dan pikiran. Dengan cara apa kita mengendalikan tubuh dan pikiran ? Sila. Sila adalah sarana membina kemurnian pikiran; mencegah kesalahan; menghentikan keburukan dan mengembangkan kebaikan. Keluhuran harus masuk ke dalam hati sehingga&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}