{"id":2828,"date":"2019-09-11T17:24:28","date_gmt":"2019-09-11T10:24:28","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2828"},"modified":"2019-09-11T17:24:28","modified_gmt":"2019-09-11T10:24:28","slug":"sanubari-teduh-enam-keharmonisan-479","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-keharmonisan-479\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Keharmonisan (479)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Enam Keharmonisan (479)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-jkJicO2ZhA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p><em>Sanubari Teduh &#8211; Enam Keharmonisan (479)<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/-jkJicO2ZhA<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, kita harus saling menghormati. Jika kita bisa menghormati orang lain, selamanya kita pasti dihormati orang lain. Sikap <br> kita selamanya  harus mengandung rasa syukur dan rasa horamat.  <\/p>\n\n\n\n<p><br> Dengan demikian, bayangkan jika <br> setiap orang bisa <br> mengasihi diri sendiri, pasti bisa menghormati orang lain. Ini karena di dalam hati kita ada rasa syukur. Dengan begitu barulah kita bisa menghormati orang lain. Sesungguhnya menghormati orang lain, berarti  menghormati diri sendiri. Manusia hendaknya saling menghormati dan mengasihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang yang menghormati orang lain akan di hormati orang. Dengan rasa syukur di hati, kasihi diri sendiri dan hormati orang lain. Dengan demikian semua orang akan saling mengasihi dan menghormati.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, kita sering membahas tentang bertutur kata baik, membuat ikrar yang baik dalam pikiran, dan melakukan perbuatan baik. Hati kita harus terbuka untuk menghormati orang lain dan bersyukur. Inilah yang sering di praktikkan oleh insan Tzu Chi dalam kehidupan sehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai praktisi Buddhis, kita juga harus belajar untuk melapangkan hati dan menumbuhkan rasa syukur senantiasa. Kita juga harus menghormati setiap orang. Inilah yang harus kita pelajari.  <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan ini, batin kita kerap bergejolak. Saat bahagia, kita bertekad melatih diri. Vihara atau Sangharama tidak membeda-bedakan orang. Asalkan membangkitkan tekad baik untuk melatih diri, semua orang boleh datang. Ini berlaku sejak zaman Buddha, terlebih saat ini. Namun, berhubung sudah bertekad, kita harus tetap menjaga kedamaian hati. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika di tengah orang banyak kita tak merasa damai, kita akan menderita. Bagaimana agar kita mendapat kedamaian ? Kita harus rukun dengan orang lain dan menghormati orang lain. Jangan meminta orang lain menghormati kita atau menuruti kemauan kita. Bukan begitu. <br>\nKita harus terlebih dahulu menyesuaikan dengan orang lain. Dengan begitu, orang lain, juga akan menghormati kita dan menyesuaikan diri dengan kita. Dengan begitu kedamaian akan tercapai. Kedamaian dicapai dengan melenyapkan kerisauan dalam batin. Batin harus bebas dari kerisauan dan kemelekatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bertemu masalah apapun, kita akan dapat tetap damai. Masalah pasti berlalu. Kita harus penuh pengertian dan berlapang dada. Kita harus tahu berpuas diri. Dengan demikian, kita akan mendapat energi keleluasaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Ajaran Buddha, Sangha termasuk salah satu permata. Bagaimana kita dapat menyebarkan Dharma ? Keteladanan Buddha harus senantiasa kita teladani, harus senantiasa kita pelajari. Ajaran Buddha harus kita terapkan dalam keseharian.  Kita harus memperagung tubuh dan batin. Penampilan kita, tindakan kita, tubuh, ucapan dan pikiran kita, jika kita tidak jaga dan bina dengan baik, tindakan kita akan menyimpang. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Enam keharmonisan<\/em> :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Keharmonisan dalam sikap di tempat bersama<\/li><li>Keharmonisan dalam ucapan tanpa pertikaian<\/li><li>Keharmonisan dalam pikiran yang bahagia bersama<\/li><li>Keharmonisan dalam sila yang dilatih bersama<\/li><li>Keharmonisan dalam pandangan yang dipahami bersama<\/li><li>Keharmonisan dalam manfaat yang dirasakan bersama<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Seharusnya kalian semua mengerti. Sikap tubuh kita harus harmonis. Tubuh digunakan untuk melakukan aktivitas. Di vihara semua orang memiliki tugas. Berhubung telah mendapat tugas, tindakan kita harus harmonis. Karena itu saya sering berkata bahwa kesatuan hati tak dapat di lihat orang. Namun, keharmonisan terlihat dari tindakan. Sikap satu sama lain harus harmonis. Baik dalam ekspresi, tindakan dan sebagainya, semuanya tampak pada tubuh kita. Dengan keharmonisan sikap, semua orang dapat saling menghormati. Jika kita tidak rukun dengan orang lain, tindakan kita juga tak akan harmonis. Aktivitas kita juga tak sesuai dengan orang lain. Harap semua orang selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh &#8211; Enam Keharmonisan (479) https:\/\/youtu.be\/-jkJicO2ZhA<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br>\nChannel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF  <br>\nTV Online : https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Enam Keharmonisan (479) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/-jkJicO2ZhA Saudara se-Dharma sekalian, kita harus saling menghormati. Jika kita bisa menghormati orang lain, selamanya kita pasti dihormati orang lain. Sikap kita selamanya harus mengandung rasa syukur dan rasa horamat. Dengan demikian, bayangkan jika setiap orang bisa mengasihi diri sendiri, pasti bisa menghormati orang lain. Ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1273,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Keharmonisan (479) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/-jkJicO2ZhA Saudara se-Dharma sekalian, kita harus saling menghormati. Jika kita bisa menghormati orang lain, selamanya kita pasti dihormati orang lain. Sikap kita selamanya harus mengandung rasa syukur dan rasa horamat. Dengan demikian, bayangkan jika setiap orang bisa mengasihi diri sendiri, pasti bisa menghormati orang lain. Ini&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2828"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2828\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}