{"id":2685,"date":"2018-11-24T10:54:10","date_gmt":"2018-11-24T10:54:10","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2685"},"modified":"2018-11-24T10:54:10","modified_gmt":"2018-11-24T10:54:10","slug":"sanubari-teduh-mencurahkan-ajaran-mahayana-bagi-semua-makhluk-438","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-mencurahkan-ajaran-mahayana-bagi-semua-makhluk-438\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hm4GWhztzjw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438) <\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hm4GWhztzjw<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, kondisi batin dan kondisi luar, bagaimana agar bisa hening ?. Batin kita selalu terpengaruh oleh kondisi luar. Dengan adanya pengaruh  ini, batin kita sulit untuk tenang. Selain itu, debu kegelapan batin bagai beterbangan setiap saat. Ini batin kita terlalu kering. Jadi, setiap hari kita harus membasahi batin  dengan air Dharma. Jika, ada Dharma di dalam hati, batin kita yang kering akan bagai ditetesin embun terus menerus. Jadi, di dalam Sutra Makna Tanpa Batas dikatakan;<\/p>\n\n\n\n<p>Meneteskan embun ajaran <br>\nMeredam Nafsu keinginan duniawi. Membawa angin pembebasan<br>\nMelenyapkan Penderitaan dunia<br>\nMembawa kesejukan Dharma Mencerahkan kegelapan batin<br>\nMencurahkan ajaran Mahayana Bagi semua makhluk<\/p>\n\n\n\n<p>Mempelajari ajaran Buddha berarti berusaha mencapai kondisi ini. Bathin makhluk awam sangat kering karena kekurangan air Dharma. Bagai tanah yang kering, ia tak dapat ditumbuhi berbagai Dharma. Sama seperti tanah yang kering, permukaanya sangat retak. Jadi tanah tidak boleh kekurangan kadar air. Batin kita juga tidak boleh kekurangan air.  Menurut ilmu kedokteran, unsur pembentuk tubuh kita yang paling besar adalah air, yaitu sekitar 70 persen.  <\/p>\n\n\n\n<p>Air sangat penting bagi manusia . terlebih lagi batin manusia tidak boleh dibiarkan kering. Jadi, kita harus memiliki air Dharma yang membasahi batin bagai embun. Lihatlah pada musim panas, terik matahari membuat tanah kering dan retak. Begitu angin bertiup, debu terus beterbangan. Ini adalah sebuah perumpamaan. Sebaliknya, pada malam hari kadar air lebih tinggi. Debu-debu di tanah juga bisa basah oleh embun sehingga saat angin bertiup pada pagi hari, debu-debu tidak  beterbangan. Inilah \u201c Meneteskan embun ajaran\u201d Ia bagaikan embun  di pagi hari yang membuat tanah basah. \u201cUntuk meredam nafsu keinginan duniawi\u201d kegelapan batin kita berasal dari sebersit ketamakan. Ini membuat pintu nafsu keinginan terbuka. Begitu pintu nafsu keinginan terbuka, segala kegelapan batin akan tampak.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, yang terpenting adalah batin kita harus selalu dibasahi, artinya, Air Dharma tidak  boleh tidak ada dalam batin. Saat kondisi panas, kita harus \u201c Menembuskan angin pembebasan\u201d Saat cuaca panas, kita akan berkeringat. Kita harus mengamati bahwa  tubuh tidak bersih. Keringat mengalir dari dalam tubuh dan kita merasa lengket. Bukan hanya itu, jika kita tidak mandi,  tubuh akan mengeluarkan aroma tidak sedap. Jadi, tubuh ini tidaklah bersih, sehingga harus dibersihkan dengan air. Selain itu sebelum tubuh berkeringat, jika ada  angin berembus sehingga kita tidak kepanasan, kerisauhan juga akan muncul. Kita harus menjaga batin yang bebas dari kerisauan. Banyak kondisi di dunia ini yang membuat kita risau atau tertekan. Kita harus menahannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam batin kita juga banyak hal Orang, masalah, dan hal di luar kerap membuat kita sulit menahan diri. Jadi, untuk membebaskan diri sendiri, kita harus mengandalkan \u201cangin pembebasan\u201d. &#8220;Agar dapat melenyapkan penderitaan di dunia dan membawa kesejukan dalam  Dharma \u201c Dharma membuat kita merasa sejuk. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Mencerahkan kegelapan batin \u201d artinya, ini membuat segala kegelapan batin lenyap. Baik air Dharma maupun angin pembebasan, bertujuan agar kondisi batin kita berada dalam kondisi yang sesuai untuk mengatasi kegelapan batin. Untuk itu kita harus \u201c Mencurahkan ajaran Mahayana bagi semua makhluk\u201d Kita harus menginspirasi diri sendiri dan membangkitkan tekad Mahayana. Mahayana adalah praktek Bodhisattva. Kita harus terjun ke masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Baik angin pembebasan maupun tetesan embun ajaran, semua bertujuan menenangan batin kita. \u201cTercurah bagi semua makluk. Jika kita dapat terbebas dari noda batin dan membangun tekad, maka kita akan dapat memberi manfaat bagi semua makhluk. Semua makhluk juga diliputi noda batin dia tak memahami kebenaran. Alangkah baiknya jika kita bisa memperoleh Dharma dan memahami kebenaran. Hanya memahami saja belumlah cukup. Kita berharap semua makhluk juga dapat memperoleh Dharma ini sehingga sebutir benih dapat menjadi tak terhingga. Yang tak terhinga berasal dari satu. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika satu orang dapat memahami kebenaran dan membagikannya kepada lebih banyak orang, inilah \u201c Dari satu menjadi tak terhingga\u201d \u201cYang tak terhingga dari satu berarti membuat orang banyak dapat memahami kebenaran yang sama. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh &#8211; Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438) https:\/\/youtu.be\/hm4GWhztzjw<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br>\nChannel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF  <br>\nTV Online : https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hm4GWhztzjw Saudara se-Dharma sekalian, kondisi batin dan kondisi luar, bagaimana agar bisa hening ?. Batin kita selalu terpengaruh oleh kondisi luar. Dengan adanya pengaruh ini, batin kita sulit untuk tenang. Selain itu, debu kegelapan batin bagai beterbangan setiap saat. Ini batin kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Mencurahkan Ajaran Mahayana bagi Semua Makhluk (438) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hm4GWhztzjw Saudara se-Dharma sekalian, kondisi batin dan kondisi luar, bagaimana agar bisa hening ?. Batin kita selalu terpengaruh oleh kondisi luar. Dengan adanya pengaruh ini, batin kita sulit untuk tenang. Selain itu, debu kegelapan batin bagai beterbangan setiap saat. Ini batin kita&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2685"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2685\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}