{"id":2645,"date":"2018-08-28T01:15:50","date_gmt":"2018-08-28T01:15:50","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2645"},"modified":"2018-08-28T01:15:50","modified_gmt":"2018-08-28T01:15:50","slug":"sanubari-teduh-memahami-dan-meyakini-hukum-sebab-akibat-425","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-memahami-dan-meyakini-hukum-sebab-akibat-425\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/O6SK-PMVj9I?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425) <\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/O6SK-PMVj9I<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, memahami dan meyakini hukum sebab akibat; merenungkan kegelapan batin makhluk awam ; serta nafsu keinginan yang tanpa batas; berdoa semoga perahu cinta kasih menyelamatkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita harus selalu memiliki pikiran seperti ini. Kita harus memahami hukum sebab akibat. Inilah yang harus ada dalam pikiran kita, setiap hari dan setiap saat sebagai praktisi Buddhis. Jadi, setiap saat kita harus berinstropeksi mengapa makhluk awam terombang ambing dalam lautan penderitaan. Kita harus sukacita dalam mendengar Dharma. Jika meninggalkan Dharma, kehidupan akan penuh noda batin. Ketamakan, kebencian dan kebodohan akan bangkit kembali. Hubungan antarmanusia akan membuat pikiran dipenuhi kerisauan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita harus berinstropeksi dengan sungguh-sungguh benarkah kita masih makhluk awam. Mendengarkan Dharma bertujuan untuk terbebas dari pikiran awam dan mendekati pada kesucian. Apakah kita mencapai kemajuan ? saat menghadapi orang dan masalah apakah noda batin kita mudah sekali untuk bangkit ? Kita harus selalu mengingatkan diri. Gelombang nafsu keinginan tidaklah terbatas. Selama ketamakan, kebencian dan kebodohan belum dilenyapkan dan tabiat buruk masih ada, kegelapan batin akan mudah menenggelamkan kita. Jadi, kita setiap hari harus tulus berdoa semoga perahu cinta kasih menyelamatkan kita dari lautan penderitaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat banyaknya orang yang menderita, saya sering mengumpamakan bahwa semua makhluk bagai berada di tengah lautan. Namun, jika kita mengerti menggunakan Dharma, maka setiap orang adalah Dharma bagi kita. Saat mendengar orang lain berbicara, jika kata-katanya baik dan penuh sukacita, kita turut bersuka cita dan memuji. Jika kata-katanya tidak baik, kita segera mengingatkan diri sendiri. Dalam hubungan antarmanusia, kita harus selalu mengingatkan diri sendiri bahwa semua orang adalah orang yang membimbing kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Selama pikiran kita tulus, kita berdoa semoga kita dapat  memandang setiap orang bagai Buddha atau Bodhisattva yang membimbing kita. Dengan demikian setiap orang adalah perahu cinta kasih yang dapat menyelamatkan kita. Jadi, kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan.  Kita harus meyakini dan memahami hukum karma. Dengan demikian setelah ketulusan hati kita bangkit, siapakah  yang tidak kita anggap sebagai Buddha ? Kita menghormati semua orang bagaikan menghormati Buddha, Dharma dan Sangha. Jadi kita harus selalu bersunguh hati. <br>\nJadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh &#8211; Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425) https:\/\/youtu.be\/O6SK-PMVj9I<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br>\nChannel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF  <br>\nTV Online : https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/O6SK-PMVj9I Saudara se-Dharma sekalian, memahami dan meyakini hukum sebab akibat; merenungkan kegelapan batin makhluk awam ; serta nafsu keinginan yang tanpa batas; berdoa semoga perahu cinta kasih menyelamatkan. Kita harus selalu memiliki pikiran seperti ini. Kita harus memahami hukum sebab akibat. Inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Memahami dan Meyakini Hukum Sebab Akibat (425) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/O6SK-PMVj9I Saudara se-Dharma sekalian, memahami dan meyakini hukum sebab akibat; merenungkan kegelapan batin makhluk awam ; serta nafsu keinginan yang tanpa batas; berdoa semoga perahu cinta kasih menyelamatkan. Kita harus selalu memiliki pikiran seperti ini. Kita harus memahami hukum sebab akibat. Inilah&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}