{"id":2636,"date":"2018-08-07T06:49:29","date_gmt":"2018-08-07T06:49:29","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2636"},"modified":"2018-08-07T06:49:29","modified_gmt":"2018-08-07T06:49:29","slug":"sanubari-teduh-membangkitkan-kekayaan-batin-423","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-membangkitkan-kekayaan-batin-423\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Membangkitkan Kekayaan Batin (423)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Membangkitkan Kekayaan Batin (423)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/s2ag50LCKSE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Membangkitkan Kekayaan Batin (423)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE\">https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian. Orang\nyang batinnya miskin adalah yang paling kasihan. Saya terus berkata kepada\nkalian untuk mengembangkan pikiran yang baik. Jika pikiran penuh dengan\nkekikiran dan ketamakan, kehidupan pasti terasa miskin. Sebanyak apapun harta\nyang dimiliki, orang yang kikir dan tamak selalu merasa tidak cukup dan tidak\npernah merasa puas. Ketidakpuasana adalaha kondisi yang paling miskin. Jadi,\nkemiskinan batin juga termasuk penyakit yang harus diobati. Obat-obatan di\ndunia tak bisa menyembuhkannya. Hanya ajaran Buddha yang bisa. Hanya orang yang\nberjodoh yang bisa membimbingnya. Jadi, orang yang batinnya miskin adalah yang\npaling kasihan. Jika berjodoh mendengar Dharma, dapat membangkitkan rasa hormat\nterhadap Tiga Permata, dapat menyerap Dharma ke dalam hati, dan mengubah prilaku,\norang seperti ini akan mampu berdana dan bersuka cita. Dengan demikian\nkemiskinan akan berubah menjadi kekayaan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kaya atau miskin bukan terletak\npada materi yang berwujud, melainkan pada pikiran. Jika pikiran penuh ketamakan,\nmaka sekaya apapun seseorang tetap tak akan merasa cukup. Orang yang tak pernah\npuas adalah orang yang paling miskin. Orang berjodoh untuk mendengar Dharma\nakan dapat membangkitkan keinginan untuk berdana. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya kita telah membahas\nbahwa ketamakan menyebabkan banyak karma buruk. Berikutnya dikatakan :<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Demikianlah, bahkan mencari keuntungan\ndari keuntungan terus menuntut lebih banyak dengan jahat, serta tidak pernah\npuas. Demikianlah berbagai kesalahan ini tidak terbatas dan tidak habis\ndisebutkan.&nbsp; <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara sekalian, kita harus\nmeyakini hukum sebab akibat, Dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus\nmenjaga pikiran kita. Jangan ada ketamakan dalam batin kita Jika batin kita\ntidak merasa puas, berarti batin kita miskin. Ini adalah orang paling kasihan.\nSetelah berjodoh untuk mendengar Dharma, kita harus menjalankannya dengan\ntulus. Dengan begitu kemurahan hati akan bangkit dalam batin kita. Kita akan\nsenang berdana. Ini berarti mengubah miskin menjadi kaya. Yang terpenting dalam\nmendengar Dharma adalah mengubah pola pikir kita. Jadi, harap semua selalu\nbersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah\ndikutip &nbsp;dari video Sanubari Teduh &#8211;\nMembangkitkan Kekayaan Batin (423) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE\">https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta\nKasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30\nWIB<\/p>\n\n\n\n<p>Channel&nbsp;\nJakarta 59 UHF, Medan 49 UHF&nbsp; <br>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;<\/h1>\n\n\n\n<p>GATHA\nPELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Membangkitkan Kekayaan Batin (423) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE Saudara se-Dharma sekalian. Orang yang batinnya miskin adalah yang paling kasihan. Saya terus berkata kepada kalian untuk mengembangkan pikiran yang baik. Jika pikiran penuh dengan kekikiran dan ketamakan, kehidupan pasti terasa miskin. Sebanyak apapun harta yang dimiliki, orang yang kikir dan tamak selalu merasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Membangkitkan Kekayaan Batin (423) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/s2ag50LCKSE Saudara se-Dharma sekalian. Orang yang batinnya miskin adalah yang paling kasihan. Saya terus berkata kepada kalian untuk mengembangkan pikiran yang baik. Jika pikiran penuh dengan kekikiran dan ketamakan, kehidupan pasti terasa miskin. Sebanyak apapun harta yang dimiliki, orang yang kikir dan tamak selalu merasa&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}