{"id":2627,"date":"2018-08-01T10:33:15","date_gmt":"2018-08-01T10:33:15","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2627"},"modified":"2018-08-01T10:33:15","modified_gmt":"2018-08-01T10:33:15","slug":"sanubari-teduh-ketamakan-membawa-kemiskinan-batin-422","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-ketamakan-membawa-kemiskinan-batin-422\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hu_70v4yj3I?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422) <\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hu_70v4yj3I<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, kita hendaknya mengurangi nafsu keinginan. Inilah orang yang paling kaya di dunia. Jika memiliki banyak ketamakan, kita menjadi orang yang paling menderita. Kaya atau miskin terletak pada pikiran. Orang yang memiliki sedikit keinginan dan mampu berpuas diri, kehidupannya sederhana, hatinya lapang, dan pikirannya murni. Orang seperti ini akan berpikir; &#8220;Seluruh dunia adalah dunia kita, \u201c untuk apa menguasainya ?\u201d Di seluruh dunia, semua makhluk adalah keluarga kita, yang kita kasihi, kita harus melihat hubungan darah. Semua kita kasihi dengan setara. Dengan demikian, bukankah kehidupan ini menjadi kaya ?. <\/p>\n\n\n\n<p>Entah itu alam atau bangunan, berhubung kita terlahir di dunia ini. Bukankah memiliki atau tidak sama saja ?  Keindahan di dunia ini dan kekayaan masyarakat, bukankah juga kita nikmati ? Segala yang bisa kita lihat, apakah harus menjadi milik kita ? Tidak perlu. Jika memiliki pikiran tamak dan tidak pernah puas. Kita akan menderita. Orang yang tamak dan tak pernah merasa puas di dalam batinnya adalah orang yang paling menderita. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat melihat segala sesuatu, \u201c Andaikan saya seperti itu \u201c \u201c Saya ingin benda itu menjadi milik saya\u201d Dia selalu ingin menguasai semuanya. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Nafsu untuk menguasai ini adalah ketamakan. Pikiran ini adalah pikiran yang paling miskin.  Ini adalah yang paling miskin. Meski usahanya sangat besar dan memiliki banyak gedung serta harta kekayaan melimpah, dan tidak merasa cukup, karena dia merasa masih banyak tempat baginya untuk terus berkembang. Orang seperti ini sungguh dipenuhi ketamakan dan keinginannya tak pernah habis. Dengan demikian, bukankah seperti yang dikatakan ? <br>\n\u201c Menggunakan seratus siasat demi sedikit keuntungan\u201d Hal sekecil apapun tetap diingini. Hal yang besar juga terus dikejar. Hal kecil juga tak rela dilepaskan. Dalam kehidupan seperti ini, berapa banyak karma buruk yang tercipta ? Semua ini adalah karma buruk. Jadi, kita harus senantiasa bertobat.  Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh &#8211; Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422) https:\/\/youtu.be\/hu_70v4yj3I<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br>\nChannel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF  <br>\nTV Online : https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hu_70v4yj3I Saudara se-Dharma sekalian, kita hendaknya mengurangi nafsu keinginan. Inilah orang yang paling kaya di dunia. Jika memiliki banyak ketamakan, kita menjadi orang yang paling menderita. Kaya atau miskin terletak pada pikiran. Orang yang memiliki sedikit keinginan dan mampu berpuas diri, kehidupannya sederhana, hatinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Ketamakan Membawa Kemiskinan Batin (422) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/hu_70v4yj3I Saudara se-Dharma sekalian, kita hendaknya mengurangi nafsu keinginan. Inilah orang yang paling kaya di dunia. Jika memiliki banyak ketamakan, kita menjadi orang yang paling menderita. Kaya atau miskin terletak pada pikiran. Orang yang memiliki sedikit keinginan dan mampu berpuas diri, kehidupannya sederhana, hatinya&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2627\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}