{"id":2590,"date":"2018-06-22T01:01:00","date_gmt":"2018-06-22T01:01:00","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2590"},"modified":"2018-06-22T01:01:00","modified_gmt":"2018-06-22T01:01:00","slug":"sanubari-teduh-keyakinan-dan-perhatian-benar-415","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-keyakinan-dan-perhatian-benar-415\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Keyakinan dan Perhatian Benar (415)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Keyakinan dan Perhatian Benar (415) | DAAI TV\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/g6DWecWE73M?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Keyakinan dan Perhatian Benar (415) <\/p>\n\n\n\n<p>Video Youtube :  https:\/\/youtu.be\/g6DWecWE73M<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakinin hukum sebab akibat. Sepertinya setiap hari saya mengingatkan hal ini. Ini bukanlah tahayul. Ini adalah keyakinan benar. Dalam keseharian, manakah akibat yang datang tanpa sebab ? Semua akibat di dahului oleh sebab. <\/p>\n\n\n\n<p>Keberuntungan dan ketidakberuntungan bergantung pada pikiran. Kita harus memiliki pikiran yang benar. Kita hidup di kondisi yang berbeda karena kita memiliki perbuatan yang berbeda. Kita harus meyakini sepuluh kebajikan. Ini adalah berkah. Sepuluh kejahatan adalah keburukan. Yang menjalani kebajikan  akan terberkahi, yang berbuat jahat  berbuah keburukan. Setiap orang harus meyakininya. Jadi kita harus meyakini  hukum sebab akibat seperti meyakini langit, bumi, manusia, keberuntungan dan ketidakberuntungan. Meski hidup di tempat yang sama , manusia memiliki kehidupan masing-masing. Perbuatan menentukan kehidupan kita. Jadi, kita harus memiliki keyakinan, Dharma, perhatian dan perbuatan yang  benar. Setiap orang harus memiliki keyakinan yang teguh. <\/p>\n\n\n\n<p>Hendaklah manusia meyakini hukum sebab akibat secara mendalam seperti meyakini langit, bumi, manusia. Ditempat yang sama, kondisi kehidupan bisa berbeda-beda. Semua ini bergantung pada pikiran. Jika setiap orang dapat meneguhkan memiliki keyakinan, Dharma, perhatian dan perbuatan yang  benar, maka masyarakat akan harmonis dan dunia terbebas dari bencana. <\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam teks pertobatan  dikatakan bahwa perbuatan kita sangat menentukan  dan tak lepas dari hukum sebab akibat. Disana tertulis buah dari tidak menasihi kehidupan dan melukai atau membunuh makhluk hidup. Disana dijabarkan pula tentang mengambil yang bukan haknya. Entah tu mencuri, merampok, merampas, menipu atau yang lainnya semua akan mendatangkan buah di masa mendatang. Semua ini telah kita bahas. Kini kita harus tahu bahwa untuk membayar hutang karma, penderitaan di alam binatang juga bisa berlanjut di alam manusia. Ada orang yang hidupnya penuh kesulitan. Karena itu banyak orang bertanya. \u201c Mengapa menjadi manusia hidupnya sangat menderita.?\u201d Benar, karena banyak orang menciptakan banyak karma buruk. Dalam kehidupan sehari-hari, jika tidak hati-hati, perbuatan kita akan menciptakan karma buruk yang akan mendatangkan akibat.     <\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua harus memiliki keyakinan, Dharma, perhatian dan perbuatan yang benar. Dengan demikian, barulah semua orang di dunia dapat memiliki pikiran dan perbuatan benar. Dengan demikian, barulah dunia bebas dari bencana. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah dikutip  dari video Sanubari Teduh &#8211; Keyakinan dan Perhatian Benar (415) https:\/\/youtu.be\/g6DWecWE73M<\/p>\n\n\n\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<br>\nChannel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF  <br>\nTV Online : https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/p>\n\n\n\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Keyakinan dan Perhatian Benar (415) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/g6DWecWE73M Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakinin hukum sebab akibat. Sepertinya setiap hari saya mengingatkan hal ini. Ini bukanlah tahayul. Ini adalah keyakinan benar. Dalam keseharian, manakah akibat yang datang tanpa sebab ? Semua akibat di dahului oleh sebab. Keberuntungan dan ketidakberuntungan bergantung pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Keyakinan dan Perhatian Benar (415) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/g6DWecWE73M Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakinin hukum sebab akibat. Sepertinya setiap hari saya mengingatkan hal ini. Ini bukanlah tahayul. Ini adalah keyakinan benar. Dalam keseharian, manakah akibat yang datang tanpa sebab ? Semua akibat di dahului oleh sebab. Keberuntungan dan ketidakberuntungan bergantung pada&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}