{"id":247,"date":"2015-12-10T00:02:25","date_gmt":"2015-12-09T17:02:25","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=247"},"modified":"2015-12-10T00:02:25","modified_gmt":"2015-12-09T17:02:25","slug":"menyempurnakan-jasa-dan-kebajikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/menyempurnakan-jasa-dan-kebajikan\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan (062)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan - 062\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gu2pVfcmMxw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, pagi-pagi buta seperti ini, \u00a0disaat yang hening seperti ini, terus terdengar burung-burung berkicau. Mendengar suara kicauan mereka, membuat saya bertanya dalam hati apakah burung-burung itu berdoa dan melakukan kebaktian pagi. Suara kicauan burung terdengar begitu alami dan murni. Kealamian dan kemurnian ini\u00a0 bersumber dari ketulusan hati mereka. Saat kita melakukan kebaktian pagi setiap hari, saya percaya bahwa hati setiap orang juga sangat tulus dan murni, dan ketulusan ini berasal dari lubuk hati. Dengan ketulusan dari lubuk hati, sesungguhnya apa yang kita harapkan dan doakan ? saya rasa setiap orang memiliki harapan yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Walaupun setiap orang memiliki keinginan dan menjalani arah kehidupan yang berbeda,\u00a0 kita sebagai praktisi Buddhis, orang yang berlatih dijalan Buddha. Karena itu, arah tujuan kita seharusnya sama. Yang kita cari adalah jalan Bodhi. Untuk itu kita harus bertekad. Dengan demikian, barulah kita dapat berjalan dalam tekad dan jalan yang sama. Jadi, kita menjunjung Buddha, menghormati Dharma dan mempraktikannya. Inilah yang kita cari, karena ajaran Buddha membuat kita mampu memupuk pahala dan kebijaksanaan yang tak terhingga. Pahala yang tak terhingga berasal dari kerendahan hati dan prilaku penuh tata krama. Inilah karakter seorang praktisi spiritual. Inilah yang disebut jasa kebajikan. Jasa kebajikan ini timbul dari praktik Enam Paramita, Empat pikiran tanpa batas dan 37 Faktor Pendukung Pencapaian Pencerahan. Berkat berbagai jasa kebajikan dan kebijaksanaan inilah Tubuh Tathagata terelisasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita Perlu mengumpulkan Enam Paramita, Empat pikiran tanpa batas dan 37 Faktor Pendukung Pencapaian Pencerahan. Semua ini harus di praktikkan dalam keseharian, ketika kita menghadapi orang dan masalah. Akumulasi jasa kebajikan ini akan membantu realisasi tubuh Dharma. Jadi, akumulasi pahala dan kebijaksanaan ini akan membawa realisasi tubuh Buddha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika berbicara mengenai pahala, sering dianggap bahwa pahala di dapat ketika berdana. \u201c Anda telah berbuat banyak, pahala anda sungguh tak terhingga,\u201d Sebenarnya pahala yang sesungguhnya tergatung pada kondisi batin kita, apakah kita dapat merendahnkan hati. Kesombongan orang timbul ketika mereka \u201cmemiliki\u201d Ketika memiliki kedudukan, mereka menjadi sombong. Ketika memiliki banyak harta dan kedudukan,\u00a0\u00a0\u00a0 kesombongan mereka terus tumbuh. Ini sungguh menakutkan. Dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus berlatih merendahkan hati. Semakin berkedudukan, terkenal dan kaya, kita seharusnya semakin mengecilkan ego. Inilah yang di maksud dengan rendah hati. Jadi dikatakan bahwa dapat berendah hati adalah jasa. Dapat menghadapi orang dan masalah, jika kita menjunjung kerendahan hati dan tata krama, maka dengan demikian, orang-orang akan menyukai kita. Mereka akan mengasihi dan menghormati kita. Inilah yang disebut \u201c kebajikan \u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Didalam diri memiliki kerendahan hati di sebut \u201c jasa\u201d,\u00a0 diluar menampilkan tata krama di sebut \u201cKebajikan\u201d . Dengan melatih kedua-duanya barulah jasa kebajikan menjadi semurna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memahami dan mengetahui dengan jelas segala kebenaran semesta dan kehidupan tanpa sedikit kekeliruan, inilah yang disebut \u201cpengetahuan menyeluruh\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menyadari ketidakkekalan dan perubahan dari segala fenomena, pikiran senantiasa berada dalam kondisi murni dan damai,\u00a0 inilah yang disebut memahami hakikat \u201dKekekalan, kebahagiaan, aku dan kesucian\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para praktisi Buddhis sekalian, kita harus selalu sadar akan ketidakkekalan. Dalam setiap waktu, pada setiap hal maupun benda, kita harus senantiasa waspada. Di dalam harus ada kerendahan hati, diluar harus menunjukkan tata krama. Dalam menghadapi orang dan masalah, kita harus menggunakan kebijaksanaan dalam memupuk manfaat pelatihan diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kebajikan akan diperoleh. Harap semuanya lebih bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0\u00a0Sanubari Teduh &#8211; Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan \u2013 062 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/gu2pVfcmMxw\">https:\/\/youtu.be\/gu2pVfcmMxw<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/strong><\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, pagi-pagi buta seperti ini, \u00a0disaat yang hening seperti ini, terus terdengar burung-burung berkicau. Mendengar suara kicauan mereka, membuat saya bertanya dalam hati apakah burung-burung itu berdoa dan melakukan kebaktian pagi. Suara kicauan burung terdengar begitu alami dan murni. Kealamian dan kemurnian ini\u00a0 bersumber dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Menyempurnakan Jasa dan Kebajikan &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, pagi-pagi buta seperti ini, \u00a0disaat yang hening seperti ini, terus terdengar burung-burung berkicau. Mendengar suara kicauan mereka, membuat saya bertanya dalam hati apakah burung-burung itu berdoa dan melakukan kebaktian pagi. Suara kicauan burung terdengar begitu alami dan murni. Kealamian dan kemurnian ini\u00a0 bersumber dari&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=247"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}