{"id":2467,"date":"2018-02-27T08:30:58","date_gmt":"2018-02-27T08:30:58","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2467"},"modified":"2018-02-27T08:30:58","modified_gmt":"2018-02-27T08:30:58","slug":"sanubari-teduh-meyakini-hukum-sebab-akibat-398","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-meyakini-hukum-sebab-akibat-398\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Meyakini Hukum Sebab Akibat (398)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Meyakini Hukum Sebab Akibat (398)\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QfutxhiaRA8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Sanubari Teduh &#8211; Meyakini Hukum Sebab Akibat (398)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video Youtube : \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8\">https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakini sebab dan takut akiat. Kita semua harus senatiasa memiliki hati yang tulus. Kita harus meyakini ajaran Buddha. Kita harus meyakini sebab dan takut akibat. Kita harus meyakininnya dengan hati yang tulus. Kita juga harus menjalin jodoh baik dengan pikiran benar. Erhuung kita dapat meyakini\u00a0 hukum sebab akiat, maka kita harus sungguh-sungguh menjalin jodoh baik. Jika bertemu kondisi atau jodoh yang tak baik, maka kita harus mengingatkan diri bahwa ini adalah buah karma. Kita harus menerima dengan sukarela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Penderitaan dn kebahagiaan bergantung pada karma. Kebahagiaan\u00a0 atau penderitaan pada kehidupan ini tak lepas dari hukum sebab akibat. Jadi, kini kita harus menerima akibat karma lampau. Sebab adalah sebutir benih. Benih apa yang kita tanam di masa lalu, maka saat ini kita akan melihat hasilnya. Kita menerima sendiri apa yang kita tanam. Jadi, kita harus menggunakan hati yang tulus untuk menerima hukumsebab akibat ini.\u00a0 Berhubung kita begitu tulus menerima hukum sebab akibat, maka kita harus bertekad dan berikrar untuk menjaga hati kita agar senantiasa lurus tanpa menyimpang. Kita harus menjalin jodoh baik dengan siapa pun \u00a0bagaimana pun rupanya. Kita harus menerimanya dengan suka cita. \u00a0Kita harus menyadari buah karma. Ini harus kita pahami. Jadi kita harus ikhlas. Jika kita berbuat dengan sukacita, maka kita harus menerima akibatnya dengan sukarela. Bagaimanapun perlakuan oraang lain, kita harus menerima dengan ikhlas.\u00a0 Jadi kita harus tahu bahwa ini adalah buah karma masa lampau. Berbuat baik akan mendapatkan berkah, berbuat jahat akan mendapatkan penderitaan.\u00a0 Jadi penderitaan dan kebahagiaan tak lepas dari hukum sebab akibat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai praktisi Buddhis, jika kita dapat\u00a0 memahami semua ini,`maka batin kita senantiasa akan tenang. Jika kita berutang, maka kita harus membayarnya. Jadi sering dikatakan bahwa manusia di dunia saling berutang. Benar. Jika berutang kita harus membayarnya. Jika pada kehidupan lampau Anda menindas orang, maka lini sudah sepatutnya jika Anda tertindas. Jika di masa lampau Anda mencelakai orang, maka kini mungkin kini Anda di celakai orang. Ini juga berjalan sesuai hukum alam. Jadi semua harus kita terima dengan ikhlas. Jadi, sekarang di sini dikatakan bahwa berhubung kita memiliki karma buruk \u00a0yang beragam dan tak terhingga, \u00a0maka kini kita bertobat dengan tulus. Berhubung di masa lalu kita pernah menciptakan karma buruk, maka kini kita menerima buahnya.\u00a0 Ini berasal dari kehidupan lampau. Semuanya tak lepas dari hukum karma. Berhubung kita sudah tahu, maka kita harus membangkitkan ketulusan. Kita bertobat dengan tulus. Kita harus sungguh-sungguh dan tulus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika pikiran selalu berada di dalam pusarqan niat buruk, maka begitu terpengaruh oleh kondisi luar, kita akan mudah melakukan perbuatan yang menciptakan karma buruk. Dengan begitu, belas kasih dan kebaikan tidak dapat terpancar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, kita harus memecayai hukum sebab akibat. Kita harus membina hati yang tulus dan menjalin jodoh yang baik dengan banyak orang. Kita harus memahami bahwa kita menuai apa yang kita tabur. Kita hendaknya menerima buah karma baik atau buruk dengan ikhlas. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah dikutip \u00a0dari video Sanubari Teduh &#8211; Meyakini Hukum Sebab Akibat (398) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8\">https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8<\/a><\/p>\n<h1><\/h1>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Meyakini Hukum Sebab Akibat (398) &nbsp; Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakini sebab dan takut akiat. Kita semua harus senatiasa memiliki hati yang tulus. Kita harus meyakini ajaran Buddha. Kita harus meyakini sebab dan takut akibat. Kita harus meyakininnya dengan hati yang tulus. Kita juga harus menjalin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1276,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Meyakini Hukum Sebab Akibat (398) &nbsp; Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/QfutxhiaRA8 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, kita harus meyakini sebab dan takut akiat. Kita semua harus senatiasa memiliki hati yang tulus. Kita harus meyakini ajaran Buddha. Kita harus meyakini sebab dan takut akibat. Kita harus meyakininnya dengan hati yang tulus. Kita juga harus menjalin&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2467\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}