{"id":232,"date":"2015-12-04T20:09:47","date_gmt":"2015-12-04T13:09:47","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=232"},"modified":"2015-12-04T20:09:47","modified_gmt":"2015-12-04T13:09:47","slug":"tujuh-faktor-pencerahan-bagian-1-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/tujuh-faktor-pencerahan-bagian-1-2\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1 (055)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1   - 055\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_yuZ2CSNY4w?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1 &#8211; 055<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, inilah saat yang tepat dalam melatih diri.\u00a0\u00a0 apakah semuanya mempunyai cukup kesabaran untuk merenung dalam pikiran yang hening ? sebelumnya kita pernah membahas Lima Akar Lima Kekuatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Lima Akar meliputi : <\/strong><\/p>\n<p>Akar Keyakinan<\/p>\n<p>Akar Semangat<\/p>\n<p>Akar Perhatian<\/p>\n<p>Akar Keteguhan Pikiran<\/p>\n<p>Akar Kebijaksanaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah Lima Akar kokoh, maka kekuatan yang terbentuk di sebut Lima Kekuatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Lima kekuatan meliputi : <\/strong><\/p>\n<p>Kekuatan Keyakinan<\/p>\n<p>Kekuatan Semangat<\/p>\n<p>Kekuatan Perhatian<\/p>\n<p>Kekuatan Keteguhan Pikiran<\/p>\n<p>Kekuatan Kebijaksanaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertama-tama kita harus memahaminya, dan setelah memahaminya, sudahkah kita praktikkan dalam keseharian ? kita harus senantiasa melakukan refleksi terhadap Dharma yang telah kita dengar. Sepanjang hari, bagaimana cara kita menaggapi pengaruh luar ? Apa reaksi kita terhadap apa yang kita lihat ? Apa reaksi kita terhadap apa yang kita dengar ? Apakah reaksi kita dalam perbuatan, perkataan dan pikiran ketika panca indra kita bersentuhan dengan lima objek luar ? Inilah yang harus senantiasa kita introspeksi. Berintrospeksi berarti merenung dengan hening, sungguh-sungguh berpikir apakah Dharma yang telah kita dengar sudah ditanamkan dalam hati kita ? Apakah dalam kehidupan sehari-hari kita telah mempraktekkannya secara nyata ? inilah yang harus kita renungkan setiap saat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain Lima Akar dan Lima Kekuatan, selanjutnya adalah Tujuh Faktor Pencerahan yang juga disebut Sapta-Bodyanga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang pertama\u00a0 adalah \u201cPenilikan Ajaran\u201d, yaitu memilih ajaran dengan bijaksana. Di dunia ini, ada banyak ajaran yang dikatakan orang sebagai ajaran sejati. Lalu bagaimana cara kita memilih ajaran yang akan kita yakini dan jalani ? Memilih ajaran yang tepat sangatlah penting.\u00a0 Setelah memilih ladang pelatihan dan metode yang diyakini, kita harus menjalaninya dengan semangat. Dengan kebijaksanaan agung memilih ladang pelatihan yang benar dan menganalisis kebenaran ajaran, inilah yang disebut Faktor Pencerahan \u201cPenilikan Ajaran\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang kedua adalah Faktor \u201cSemangat\u201d \u00a0atau di sebut Virya. Bersemangat berarti maju terus dengan berani. Setelah kita memilih jalan yang benar untuk ditempuh, maka kita harus terus melangkah maju.\u00a0 Janganlah kita hanya berkata, \u201c Saya telah memilih jalan ini, \u201c\u00a0\u00a0 namun setelah itu hanya jalan di tempat. Setelah arah kita benar, maka dengan penuh keberanian kita harus melangkah maju. Dengan keberanian maju di Jalan Bodhisattva dan terus melatih diri dalam ajaran benar. Inilah yang disebut fakto pencerahan \u201cSemangat\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang ketiga adalah Sukacita. Sukacita berarti kebahagiaan. Alangkah \u00a0baiknya bila kita selalu merasakan kebahagiaan dalam berbuat baik. Merasakan sukacita setelah mendengar Dharma disebut sukacita dalam Dharma;\u00a0 merasakan sukacita dalam keheningan meditatif disebut sukacita dalam Dhyana.<\/p>\n<p>Merasakan sukacita setelah menyadari kebenaran Dharma, menyerap Dharma ke dalam batin tanpa mundur atau berpaling inilah yang di sebut faktor pencerahan \u201cSukacita\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang keempat adalah \u201cKedamaian Batin\u201d, yaitu kedamaian yang bebas dari beban. Kehidupan ini penuh dengan penderitaan. Dalam Tataran makhluk awam ini, tak seorang pun yang bebas\u00a0 dari kerisauan. Bahkan ada orang\u00a0 yang kesulitannya bertumpuk-tumpuk tak berkesudahan. Ini disebut kerisauan yang sangat tebal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara sekalian, melatih diri bukanlah sesuatu yang dilakukan saat kita senggang. Bukan berarti saat sehat kita baru beribadah dan menolong orang lain. Bukan seperti itu. Latihan yang sejati adalah ketika seseorang dapat mengatasi segala kesulitan dengan mengendalikan hati dan pikirannya.<\/p>\n<p>Saudara sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha, kemampuan sejati inilah yang harus kita capai. Bagaimanapun kondisi di luar, kita dapat menghadapinya dengan mengubah pola pikir. Untuk itu, kita harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melenyapkan segala noda batin baik yang kasar maupun halus sehingga memperoleh ketenangan dan kedamaian tanpa beban inilah yang disebut Faktor Pencerahan \u201cKedamaian Batin\u201c.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0\u00a0Sanubari Teduh &#8211; Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1 \u2013 055 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/_yuZ2CSNY4w\">https:\/\/youtu.be\/_yuZ2CSNY4w<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/h1>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1 &#8211; 055 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, inilah saat yang tepat dalam melatih diri.\u00a0\u00a0 apakah semuanya mempunyai cukup kesabaran untuk merenung dalam pikiran yang hening ? sebelumnya kita pernah membahas Lima Akar Lima Kekuatan. &nbsp; Lima Akar meliputi : Akar Keyakinan Akar Semangat Akar Perhatian Akar Keteguhan Pikiran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Tujuh Faktor Pencerahan Bagian 1 &#8211; 055 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, inilah saat yang tepat dalam melatih diri.\u00a0\u00a0 apakah semuanya mempunyai cukup kesabaran untuk merenung dalam pikiran yang hening ? sebelumnya kita pernah membahas Lima Akar Lima Kekuatan. &nbsp; Lima Akar meliputi : Akar Keyakinan Akar Semangat Akar Perhatian Akar Keteguhan Pikiran&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=232"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}