{"id":2249,"date":"2017-07-27T12:13:25","date_gmt":"2017-07-27T12:13:25","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2249"},"modified":"2017-07-27T12:13:25","modified_gmt":"2017-07-27T12:13:25","slug":"sanubari-teduh-jalan-mulia-cemerlang-bagai-mentari-361","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-jalan-mulia-cemerlang-bagai-mentari-361\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/eAZs2gK7R3k?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sanubari Teduh &#8211; Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Video Youtube : \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k\">https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jalan Mulia Tanpa cela Cemerlang bagaikan mentari. Setelah menyatakan ikrar, aku menyatakan berlindung dan menghormat kepada Para Buddha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, dalam keseharian kita harus sangat berhati tulus. Kehidupan ini bagaikan mimpi dan ilusi. Apakah yang nyata? Apakah yang tidak nyata ? Yang terpenting kita harus memahami jelas kenyataan di tengah ilusi dann ilusi di tengah kenyataan. Kita harus membedakannya dengan jelas. Meski hidup di tengah ketidakkekalan, tetapi setiap orang memiliki hakekat kebuddhaan yang tak berubah. Kita harus memahaminya dengan jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, \u201cJalan Mulia Cemerlang bagaikan\u00a0 Mentari \u201c Jalan mulia selalu sangat terang. Di manakah Jalan Mulia Berada ? Di dalam hakekat setiap orang. Sifat hakiki kita sangat murni dan jernih, hanya saja manusia awam seperti tengah bermimpi atau seperti diliputi kabut yang mengalangi pandangan kita. Setelah memahami hal ini, kita harus membangkitkan ketulusan. Karena itu, kita harus tulus meyakini para Buddha dan Bodhisattva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Buddha dan Bodhisattva\u00a0 datang ke dunia demi menunjukkan sebuah jalan yang benar bagi kita dan mengajarkan kita melenyapkan noda batin. Kini setelah mengetahuinya, kita harus dengan tulus meyakini para Buddha dan Bodhisattva dan yakin pada ajaran para suciwan tidaklah menyimpang. Semua ajaran kebenaran dari Buddha, Bodhisattva dan para suciwan pastilah tepat dan tidak menyimpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Yang paling menakutkan di kehidupan ini adalah \u00a0berjalan menyimpang sedikit saja\u00a0 dan jauh tersesat. Jalan Mulia berisi ajaran kebenaran yang pasti tidak menyimpang. Kemanakah kita harus mencari ajaran kebenaran yang tidak menyimpang ? Kita harus senantiasa menjaga pikiran dengan baik. Untuk mendekatkan diri dengan Buddha, kita harus memiliki hati Buddha di dalam hati. Kita harus senantiasa mengingatkan diri untuk memperlakukan semua orang dengan hati Buddha. Ini dapat mendekatkan diri kita dengan Buddha. Kita harus menyadari hakikat kebuddhaan di dalam diri dan meyakini bahwa\u00a0 setiap orang memiliki hakikat Kebuddhaan. Ini membuat kita dekat dengan Buddha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, jika kita memperlakukan \u00a0semua orang dan menangani segala sesuatu dengan tulus, maka tidak ada hal yang tidak berjalan dengan harmonis.\u00a0 Saat hubungan antar manusia dan segala hal harmonis, maka kebenaranpun akan selaras. Jika demikian, kondisi di dunia akan harmonis dan segala sesuatu di alam semesta\u00a0 dan akan terang dan jernih. Hanya saja, cermin kebijaksanaan dalam hati kita sering tertutup kegelapan batin. Kegelapan batin ini tak terlepas dari manusia, hal dan segala sesuatu. Karena itu untuk mewujudkan\u00a0 cermin kebijaksanaan, kita harus berusaha membina ke harmonisan semua orang sehingga segala hal bisa dihadapi dengan baik.\u00a0 Jika Manusia dan hal dapat berjalan harmonis, berarti kita telah sesuai dengan kebenaran. Artinya kita harus memperlakukan orang dengan baik dan sesuai kebenaran. Segala perbuatan kita tak terlepas dari kebenaran. Dengan demikian secara alami kita dapat memahami segala sesuatu dengan jelas tanpa menyimpang \u00a0sedikitpun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kita dapat memahami prinsip kebenaran. Kita selalu menganggap bahwa ajaran Buddha sangat dalam, tetapi sesungguhnya ia tak terlepas dari keseharian kita. Saat kita memperlakukan orang maka setiap orang bagaikan\u00a0 Buddha. Jika manusia dan masalah dapat dihadapi dengan tulus, maka segala sesuatu akan berjalan harmonis. Mana mungkin ia tidak sempurna ? Jadi yang kita kejar dalam kehidupan ini\u00a0 adalah sebuah prinsip kebenaran yang sempurna.\u00a0\u00a0 Untuk itu kita harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah dikutip \u00a0dari video <strong>Sanubari Teduh &#8211; Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k\">https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361) Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k Jalan Mulia Tanpa cela Cemerlang bagaikan mentari. Setelah menyatakan ikrar, aku menyatakan berlindung dan menghormat kepada Para Buddha. Saudara se-Dharma sekalian, dalam keseharian kita harus sangat berhati tulus. Kehidupan ini bagaikan mimpi dan ilusi. Apakah yang nyata? Apakah yang tidak nyata ? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Jalan Mulia Cemerlang bagai Mentari (361) Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/eAZs2gK7R3k Jalan Mulia Tanpa cela Cemerlang bagaikan mentari. Setelah menyatakan ikrar, aku menyatakan berlindung dan menghormat kepada Para Buddha. Saudara se-Dharma sekalian, dalam keseharian kita harus sangat berhati tulus. Kehidupan ini bagaikan mimpi dan ilusi. Apakah yang nyata? Apakah yang tidak nyata ?&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}