{"id":2099,"date":"2017-03-14T13:55:26","date_gmt":"2017-03-14T13:55:26","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2099"},"modified":"2017-03-14T13:55:26","modified_gmt":"2017-03-14T13:55:26","slug":"sanubari-teduh-lima-metode-menenangkan-pikiran-350","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-lima-metode-menenangkan-pikiran-350\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Lima Metode Menenangkan Pikiran (350)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Lima Metode Menenangkan Pikiran (350)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Zto5z6E-loY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sanubari Teduh &#8211; Lima Metode Menenangkan Pikiran\u00a0 (350)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Video Youtube : \u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY\">https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha kita harus mengamati hati Buddha. Setiap orang pada dasarnya memiliki hati Buddha. Setiap orang memiliki keluhuran hakiki yang sama dengan Buddha. Kita memiliki keluhuran dan hakikat yang sama dengan Buddha. Pada hakikatnya sama, tetapi akibat pikiran yang kacau, maka kegelapan batin membangkitkan tiga aspek halus. Kondisi luar menjadi pendorong timbulnya enam aspek kasar. Pikiran kita terus berkeliaran mengikuti kondisi luar. Jadi, jika kita ingin mengembalikan pikiran yang mengembara. Jadi kita menggunakan Anapana dan juga lima objek meditasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Lima Metode Meditasi :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Mengamati kekotoran bagi yang tamak<\/li>\n<li>Meditasi welas asih bagi yang penuh kebencian<\/li>\n<li>Meditasi nafas yang bagi yang kacau pikirannya<\/li>\n<li>Pengamatan terhadap sebab dan akibat bagi yang bodoh<\/li>\n<li>Perenungan pada Buddha bagi yang banyak rintangannya<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Mari kita melihat lebih jauh apa yang dimaksud dengan lima objek meditasi. Yang pertama adalah \u201cmengamati kekotoran bagi yang tamak\u201d, jika kita dapat memusatkan pikiran, maka kebijaksanaan kita akan terbuka. Pikiran kita juga tak akan mengembara di luar. Mengembaranya pikiran tak lepas dari lima hal, diantaranya adalah ketamakan, kebencian, dan kebodohan. Pikiran yang mengembara atau kacau membawa banyak rintangan bagi kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, jika dalam pikiran kita terdapat ketamakan yang bangkit, maka kita harus segera mengatasinya dengan pengamatan terhadap kekotoran. Sesungguhnya, kita ingin tamak akan apa ? tadi kita telah membahas bahwa banyak hal yang diingini manusia di dunia. Manusia tamak akan barang-barang bagus, mereka sangat senang membeli barang baru. Setelah digunakan barang itu rusak. Setelah rusak ia akan menjadi sampah. Sampah yang tidak dibersihkan menjadi kotoran. Ini diawali dari ketamakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita dapat berlatih dengan sungguh-sungguh, maka pikiran tamak tak akan banyak muncul sehingga berbagai kerumitan dapat di hindari, permasalahan juga tidak akan begitu banyak. Jadi kehidupan yang bersahaja di mulai dari pengamatan terhadap kekotoran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Yang kedua adalah \u201cmeditasi welas asih bagi yang penuh kebencian\u201d, mengapa kita sering marah ? karena kurangnya welas asih. Saat kita sedang marah, kadang orang berkata \u201cberwelas asihlah sedikit\u201d Di manakah praktik dari welas asih ? Kita harus penuh pengertian dan berlapang dada. Ini juga merupakan wujud dari welas asih. Kita harus tahu berpuas diri dan bersyukur. Jika kita dapat\u00a0 berpuas diri, bersyukur, penuh pengertian, dan berlapang dada, bukankah ini wujud dari welas asih ? Dengan begitu kita dapat melenyapkan banyak kebencian karena kita memiliki cara untuk menanganinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Ketiga adalah \u201cmeditasi nafas yang bagi yang kacau pikirannya. Orang yang pikirannya sering kacau boleh berlatih dengan meditasi napas. Yaitu mengamati napas dan melatih otot perut sehingga pikiran kita tidak berkeliaran. Orang yang pikirannya kacau harus berlatih dengan mengamati nafas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana dengan orang yang bodoh ? \u201cPengamatan terhadap sebab dan kondisi bagi yang bodoh\u201d Dalam empat jenis pengamatan, pengamatan terhadap sebab dan kondisi juga ada. Segala sesuatu terjadi karena adanya sebab dan kondisi. Untuk apa kita bersikap perhitungan ? Ketamakan dan kebencian berawal dari kebodohan. Bodoh berarti tak bisa memahami kebenaran. Jika kita dapat memahami sebab dan kondisi, maka kita akan memahami berbagai kebenaran. Apa lagi yang membuat kita tak bisa berpikir terbuka ? Jadi bodoh berarti tidak memahami kebenaran. Orang\u00a0 yang tak memahami kebenaran atau bodoh hendaknya berlatih pengamatan terhadap sebab dan kondisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Perenungan pada Buddha bagi yang banyak rintangan. \u201c Ada orang yang memiliki banyak rintangan. Mengapa kita memiliki banyak rintangan ? di dalam Syair Pertobatan Air Samadhi, Bukankah ada banyak ajaran yang menunjukkan\u00a0 mengapa kita bisa memiliki banyak noda batin ? Ini harus kita pahami. Jika kita dapat kembali pada hakikat kebuddhaan, maka rintangan apalagi yang tersisa ? Mengapa begitu banyak noda batin ? Ini karena dunia yang seharusnya sederhana telah dibuat rumit oleh pikiran kita yang tak murni. Dunia yang rumit ini berawal dari kebodohan, ketamakan dan kebencian. Akibatnya pikiran kita menjadi kacau. Pikiran yang kacau tentu akan mendatangkan banyak rintangan. Jadi, kita harus kembali pada hakikat sejati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana kita mengatasi kerumitan dan kekacauan ini ? kita harus mengamati hati Buddha. Artinya kita kembali pada hakikat kebuddhaan yang pada dasarnya kita milik. Jadi, di dalam hati kita harus ada Buddha, dan di dalam perbuatan kita ada Dharma. Dengan demian kita akan dapat kembali pada hakikat kebuddhaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jika kita dapat melatih lima metode ini, inilah yang disebut lima metode meditasi. Jika kita dapat menenangkan pikiran, itulah praktik Anapana. Tujuan dari praktik ini adalah menghentikan\u00a0\u00a0 pikiran yang penuh noda batin. Jika kita dapat menghentikan noda batin, maka kita akan memahami kebenaran. Jika tidak, kita akan penuh rintangan.\u00a0 Rintangan akan menghalangi Dharma yang setiap hari kita bahas. Semua ini berasal dari diri sendiri. Kita ingin belajar. Namun, pikiran kita juga bisa bergejolak. Setelah belajar, kita memang sudah mendengar, tetapi tidak bisa menyerapnya ke dalam hati. Lalu bagaimana kita bisa mempraktikkannya ? Jadi, Anapana adalah meditasi napas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bersama dengan pengamatan terhadap kekotoran serta sebab dan kondisi, semua adalah Dharma. Namun, kita telah merintangi diri sendiri. Dengan begitu muncullah berbagai noda batin. Jadi, untuk melenyapkan noda batin, satu-satunya cara adalah melatih diri untuk menghentikan segala delusi dan pikiran pengganggu. Dengan begitu, barulah kita bisa memahami segala kebenaran. Intinya, Buddha harus ada di dalam hati , Dharma harus ada dalam perbuatan. Harap semua lebih bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah dikutip \u00a0dari video Sanubari Teduh &#8211; Lima Metode Menenangkan Pikiran\u00a0 (350) \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY\">https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Lima Metode Menenangkan Pikiran\u00a0 (350) Video Youtube : \u00a0 \u00a0https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY Saudara se-Dharma sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha kita harus mengamati hati Buddha. Setiap orang pada dasarnya memiliki hati Buddha. Setiap orang memiliki keluhuran hakiki yang sama dengan Buddha. Kita memiliki keluhuran dan hakikat yang sama dengan Buddha. Pada hakikatnya sama, tetapi akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1276,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Lima Metode Menenangkan Pikiran\u00a0 (350) Video Youtube : \u00a0 \u00a0https:\/\/youtu.be\/Zto5z6E-loY Saudara se-Dharma sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha kita harus mengamati hati Buddha. Setiap orang pada dasarnya memiliki hati Buddha. Setiap orang memiliki keluhuran hakiki yang sama dengan Buddha. Kita memiliki keluhuran dan hakikat yang sama dengan Buddha. Pada hakikatnya sama, tetapi akibat&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2099"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2099\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}