{"id":209,"date":"2015-11-24T13:49:06","date_gmt":"2015-11-24T06:49:06","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=209"},"modified":"2015-11-24T13:49:06","modified_gmt":"2015-11-24T06:49:06","slug":"menyempurnakan-enam-paramita-dan-mencapai-kebuddhaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/menyempurnakan-enam-paramita-dan-mencapai-kebuddhaan\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053  Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan (047)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053 Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan - 047\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/l7VrjQtyYOs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053 Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan \u2013 047<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, saat berada dalam kondisi batin yang hening dan jernih seperti ini, apakah tekad kita bisa luas dan luhur ? Sulit untuk terlahir sebagai manusia dan bertemu ajaran Buddha. Kita semua hendaknya bertekad dan berikrar. Kita semua telah berikrar saat bertekad mempelajari ajaran Buddha. Namun, apakah ikrar yang luhur ini tetap dipegah teguh tanpa goyah ? \u00a0Sering dikatakan, \u201cJika dapat memegang teguh tekad awal, pasti dapat mencapai kebuddhaan. \u201cSetelah kita bertekad, apakah tekad ini tetap teguh selamanya ? Apakah tekad awal kita masih tetap bertahan ? Jika ya, kita pasti dapat mencapai tingkat kebuddhaan, karena tujuan mempelajari ajaran Buddha adalah untuk mencapai kebuddhaan. Berlatih dalam ajaran Buddha tidaklah mudah. Sesungguhnya bukan tidak mudah. Ini menjadi tidak mudah karena kita sulit untuk menjaga tekad awal. Jika sulit untuk mempertahankan tekad awal, kita akan sulit untuk mencapai kebuddhaan. Jika kita mampu menjaga tekad awal, mempelajari ajaran Buddha pun menjadi mudah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Buddha memberi kita metode yang jelas agar kita tahu akar penyebab kejatuhan semua makhluk dan cara untuk mencabut akar penyebab kejatuhan ini. Buddha menggunakan berbagai cara untuk membimbing kita. Jadi, Buddha mengibaratkan Dharma bagaikan air. Pikiran semua makhluk telah tercemar oleh banyak noda sehingga kehilangan arah dan terjerumus. \u00a0Jika ingin memperoleh pembebasan, kita harus melenyapkan kegelapan batin kita secara menyeluruh. Untuk itu, diperlukan air. Air itu adalah Dharma. Dharma bagaikan air. Sesungguhnya, bagaimana cara membersihkan batin ? Selain memiliki air, kita juga harus memiliki keterampilan dan metode. Karena itu Buddha membabarkan metode ini bagi kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita harus menggunakan Tujuh Kondisi Pikiran.\u00a0 Salah satunya adalah membangkitkan Bodhicitta. Dan dalam pembabaran tentang Bodhicitta ini, dijelaskan berbagai metode yang lebih rinci. Jadi, Buddha mengatakan kepada kita bahwa terdapat banyak metode yang jumlahnya tak terhingga dan tak lepas dari praktik Enam Paramita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam Paramita :<\/p>\n<ol>\n<li>Dana<\/li>\n<li>Sila<\/li>\n<li>Kesabaran<\/li>\n<li>Semangat<\/li>\n<li>Konsentrasi<\/li>\n<li>Kebijaksanaan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kebijaksanaan dapat melenyapkan kebodohan dan kegelapan batin sehingga kita dapat kembali pada hakikat ynag murni, terhindar dari segala penyimpangan, dan memperoleh berkah dalam hidup. Pelatihan diri harus dijalankan dari kehidupan ke kehidupan. Kehidupan fisik memiliki batas dan suatu saat akan berakhir, namun jiwa kebijaksanaan akan terus ada selamanya. Kita harus menjaga jiwa kebijaksanaan ini. Enam Paramita harus dikembangkan ketika kita melatih diri di dunia ini, bagaimana kita harus berdana, juga dilatih di dunia ini. Dana, sila, kesabaran, semangat dan konsentrasi. Semuanya harus dilatih di dunia ini. Inilah yang di sebut tahap pelatihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena dimasa lalu kita menanam benih sebab, maka buah akibat yang kita tuai hari ini harus kita terima dengan sukacita. Sebab yang kita tanam di masa lampau akan berbuah di masa kini. Namun, pada kehidupan ini kita harus waspada demi masa depan. Segala benih yang kita tanam di kehidupan ini akan berbuah di masa depan. Mungkin dahulu batin kita penuh noda sehingga melakukaan banyak penyimpangan. Maka di kehidupan sekarang banyak masalah yang harus kita hadapi.\u00a0 Ini sangat menakutkan. Ini semua karena pikiran kita sering terpengaruh kondisi luar. Kini dengan adanya jalinan jodoh istimewa untuk bertemu ajaran Buddha, kita harus segera memanfaatkan jodoh ini untuk sungguh-sungguh melatih diri dalam kehidupan ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Buah adalah akibat dari benih yang ditanam. Jika pada kehidupan ini kita mengembangkan Enam Paramita dengan tulus hati, maka hati kita tak akan lagi diliputi kebimbangan dalam melanjutkan pelatihan diri kita kelak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Membuka hati dengan berdana, menjaga arah pelatihan diri dengan menjalankan sila, meneguhkan tekad dengan kesabaran, mencapai kemajuan dengan semangat, menjaga perhatian benar dengan konsentrasi, melihat hakikat sejati dengan kebijaksanaan, maka akan dapat mencapai kebuddhaan.<\/p>\n<p>Saudara sekalian, dalam berlatih ajaran Buddha, kita harus memegang teguh tekad awal, barulah dapat mencapai kebuddhaan. Untuk itu, senantiasalah bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0\u00a0Sanubari Teduh &#8211; \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053 Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan \u2013 047<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/youtu.be\/l7VrjQtyYOs\">https:\/\/youtu.be\/l7VrjQtyYOs<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/h1>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053 Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan \u2013 047 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, saat berada dalam kondisi batin yang hening dan jernih seperti ini, apakah tekad kita bisa luas dan luhur ? Sulit untuk terlahir sebagai manusia dan bertemu ajaran Buddha. Kita semua hendaknya bertekad dan berikrar. Kita semua telah berikrar saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; \u5713\u878d\u516d\u5ea6\u6210\u5c31\u4f5b\u9053 Menyempurnakan Enam Paramita dan Mencapai Kebuddhaan \u2013 047 &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, saat berada dalam kondisi batin yang hening dan jernih seperti ini, apakah tekad kita bisa luas dan luhur ? Sulit untuk terlahir sebagai manusia dan bertemu ajaran Buddha. Kita semua hendaknya bertekad dan berikrar. Kita semua telah berikrar saat&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}