{"id":2044,"date":"2017-01-25T14:50:38","date_gmt":"2017-01-25T14:50:38","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=2044"},"modified":"2017-01-25T14:50:38","modified_gmt":"2017-01-25T14:50:38","slug":"sanubari-teduh-empat-jenis-pengamatan-bagian-9-343","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-empat-jenis-pengamatan-bagian-9-343\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Pengamatan &#8211; Bagian 9 (343)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Empat Jenis Pengamatan - Bagian 9 (343)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oDs6oN7yyew?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h1>Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Pengamatan &#8211; Bagian 9 (343)<\/h1>\n<h1><\/h1>\n<p>Empat Jenis Pengamatan :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0 Mengamati sebab dan kondisi<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0 Mengamati buah dan akibat<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh diri sendiri<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh Tathagata<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian hakikat sejati adalah bajik dan cemerlang, asalkan setiap kita dapat sungguh-sungguh berinstropeksi dan menjaga pikiran sendiri dengan baik. Kita hendaknya menjalani hidup dengan bersahaja, terlepas dari nafsu, agar berbagai pandangan salah tidak lagi merasuk. Mengapa cahaya kesadaran kita kehilangan kecemerlangannya ? Setiap orang memiliki hakikat ini. Hakikat tak akan pernah hilang. Hakikat sejati selalu ada dalam setiap kelahiran. \u201cHakikat manusia pada dasarnya adalah bajik\u201d Dari ungkapan ini,\u00a0 kita dapat memahami bahwa pada mulanya setiap memiliki sifat hakiki yang bajik. Bajik berarti tidak tercemar. Tidak tercemar berarti cemerlang. Jadi, hakikat kesadaran yang cemerlang ini sudah ada sejka kita lahir.\u00a0 Kita sudah membahas bahwa\u00a0 yang terpenting dalam pelatihan diri adalah menjalani hidup dengan bersahaja, tanpa terpengaruh kondisi dan nafsu. Ini adalah penggalan yang sangat penting.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hidupnya tentram bersahaja, bebas dari segala kondisi dan nafsu, tidak lagi terjerumus ke dalam pemikiran keliru ( Sutra Makna Tanpa Batas )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika batin tidak bergejolak, maka di dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menyelami dan memahami hukum alam. Lihatlah segala sesuatu di dunia, semua berubah sesuai hukum alam.\u00a0 Segala sesuatu memang tidak kekal. Untuk apa kita membangkitkan nafsu keinginan, lalu bertikai, berebut, dan berperang demi objek luar? Tidak perlu. JIka kita memahami kondisi \u201cbebas dari kondisi\u201d, maka nafsu tak akan bangkit di dalam batin kita. Jika batin kita dapat bertahan dalam kondisi yang bersahaja, bebas dari kondisi dan nafsu, maka kita tak akan diliputi pemikiran salah. Pemikiran salah ini pun tak mungkin timbul di dalam pikiran kita. Jadi, kita tak akan lagi terjerumus. Inilah mengapa kita harus sungguh-sungguh harus menjaga\u00a0 hakikat kesadaran kita yang bajik dan cemerlang. Hanya jika kita hidup dengan bersahaja, barulah kita tak akan terjerumus dalam pemikiran keliru. Jika manusia memiliki pemikiran keliru, maka akan sangat menderita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelumnya kita membahas pengamatan terhadap tubuh diri sendiri. Meski kita memiliki hakikat kesadaran, tetapi kerap tertutup oleh noda batin. Tubuh kita ini adalah perpaduan semu empat unsur ini. Tubuh dari perpaduan empat unsur ini mengandung hakikat yang cemerlang.\u00a0 Kita memiliki cahaya hakikat sejati di dalam batin kita, sedangkan tubuh kita ini bergantung pada kekuatan karma dari kehidupan ke kehidupan, mulai dari masa lalu, masa kini dan masa depan. Sejak kehidupan lampau yang tak terhitung banyaknya, tubuh ini juga merupakan perpaduan empat unsur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tanpa kekuatan mengakhiri sebab, hakikat ini tidak dapat memancar. Kini akau seharusnya membangkitkan pikiran unggul untuk menghancurkan rintangan kekeliruan dan kegelapan batin serta memutus sebab penderitaan palsu kelahiran kembali.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Buddha berkata, \u201cBagaikan seorang diri berperang melawan sepuluh ribu orang, setelah memakai baju perang, ada yang pengecut sehingga berhenti ditengah jalan, ada yang berperang sampai mati, ada pula yang kembali dengan membawa kemenangan. \u201c Para sramana yang mempelajari sang jalan harus meneguhkan hati, bersemangat dan berani tanpa merasa gentar,\u201d (Sutra 42 bagian)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemutaran Roda Dharma Pertama<\/p>\n<p>Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah penderitaan, bersifat menekan<\/p>\n<p>Sebab Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah sebab penderitaan, bersifat akumulatif<\/p>\n<p>Akhir Penderitaan :<\/p>\n<p>Inilah akhir penderitaan, bersifat dapat dicapai<\/p>\n<p>Jalan mengakhiri Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah jalan mengakhiri penderitaan, bersifat dapat di praktikkan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemutaran Roda Dharma Kedua<\/p>\n<p>Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah penderitaan, engkau harus mengetahuinya<\/p>\n<p>Sebab Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah sebab penderitaan, engkau harus memutusnya<\/p>\n<p>Akhir Penderitaan :<\/p>\n<p>Inilah akhir penderitaan, engkau harus mencapainya<\/p>\n<p>Jalan mengakhiri Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah jalan mengakhiri penderitaan, engkau harus mempraktikannya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemutaran Roda Dharma Ketiga<\/p>\n<p>Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah penderitaan, Aku telah mengetahuinya<\/p>\n<p>Sebab Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah sebab penderitaan, Aku telah memutusnya<\/p>\n<p>Akhir Penderitaan :<\/p>\n<p>Inilah akhir penderitaan, Aku telah mencapainya<\/p>\n<p>Jalan mengakhiri Penderitaan:<\/p>\n<p>Inilah jalan mengakhiri penderitaan, Aku telah mempraktikannya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, untuk memutu kelahiran kembali, kita harus memahami Empat kebenaran mulia. Untuk melenyapkan penderitaan dan\u00a0 sebab penderitaan, kita harus melatih diri di sang jalan. Untuk memutus penderitaan,\u00a0 kita harus mempraktikkan jalan. Sebelum mempraktekkan jalan ini, kita harus tahu cara melenyapkan kegelapan dan noda batin. Darimana kegelapan dan noda batin berasal juga harus kita ketahui.\u00a0 Kita tahu bahwa semua itu merupaka akumulasi yang dipicu oleh berbagai masalah dan kondisi luar yang kita hadapi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, kita harus memutus sebab penderitaan palsu kelahiran kembali.\u00a0 Inilah cara kita dalam melatih diri. jika tidak, batin kita selamanya akan berada dalam kegelapan dan tidak memancarkan kecemerlangan. Jika demikian, kita akan sangat menderita. Jadi kita harus bersungguh hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Pengamatan &#8211; Bagian 9 (343) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/oDs6oN7yyew\">https:\/\/youtu.be\/oDs6oN7yyew<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Pengamatan &#8211; Bagian 9 (343) Empat Jenis Pengamatan : 1.\u00a0\u00a0 Mengamati sebab dan kondisi 2.\u00a0\u00a0 Mengamati buah dan akibat 3.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh diri sendiri 4.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh Tathagata &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian hakikat sejati adalah bajik dan cemerlang, asalkan setiap kita dapat sungguh-sungguh berinstropeksi dan menjaga pikiran sendiri dengan baik. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Empat Jenis Pengamatan &#8211; Bagian 9 (343) Empat Jenis Pengamatan : 1.\u00a0\u00a0 Mengamati sebab dan kondisi 2.\u00a0\u00a0 Mengamati buah dan akibat 3.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh diri sendiri 4.\u00a0\u00a0 Mengamati tubuh Tathagata &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian hakikat sejati adalah bajik dan cemerlang, asalkan setiap kita dapat sungguh-sungguh berinstropeksi dan menjaga pikiran sendiri dengan baik.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}