{"id":203,"date":"2015-11-19T13:45:18","date_gmt":"2015-11-19T06:45:18","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=203"},"modified":"2015-11-19T13:45:18","modified_gmt":"2015-11-19T06:45:18","slug":"membangkitkan-welas-asih-aspek-utama-dalam-praktik-ajaran-buddha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/membangkitkan-welas-asih-aspek-utama-dalam-praktik-ajaran-buddha\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2  Membangkitkan  Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha (044)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2 Membangkitkan Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha - 044\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/sHu8Ce8ln94?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh &#8211; \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2 Membangkitkan Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma, setiap hari kita berkata, rutinitas kehidupan kita setiap hari selalu sama. Kita melakukan hal yang sama setiap hari. Dan ajaran Buddha yang kita bahas kurang lebih pun sama, yaitu tentang kondisi di luar dan di dalam diri, tentang cara kita melihat kondisi luar dan cara mendengar suara hati nurani. Kondisi diluar lingkungan kita yang\u00a0 baik ataupun buruk juga bergantung pada cara pandang kita. Bila lingkungan luar kita baik dan menyenangkan, kita harus menjaga hati agar tidak terlarut di dalamnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebaliknya, bila lingkungan luar buruk, kita pun harus mengendalikan pikiran agar tidak terpengaruh oleh keburukannya. Karena itu dalam menghadapi kondisi luar, kita harus melakukan penyesuaian dalam batin. Ini merupakan keterampilan yang diajarkan Buddha pada kita, keterampilan untuk membuat tubuh dan pikiran memperoleh kedamaian dan ketenteraman. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur atas lingkungan sekitar tempat kita tinggal. Kita harus mensyukuri jodoh baik dengan semua orang sehingga kita dapat bersatu hati, memiliki cita-cita yang sama, dan menjadi ladang pelatihan yang sama. Kita harus mensyukuri\u00a0 semua ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita terutama harus bersyukur karena sama-sama menjadi bagian dari keluarga besar di Tiga Permata, yaitu Buddha, Dharma dan Sangha. Berkat adanya Buddha yang lebih 2.000 tahun lalu telah memilih jalan pelatihan diri ini dan membuka pintu menuju pencerahan agung, maka kita kini dapat memahami banyak sekali kebenaran sejati dan dapat memilah kondisi lingkungan luar serta menyelami batin. Karena alasan inilah kita harus senantiasa mengucap syukur pada Buddha. Buddha mengajarkan pada kita cara mengikis noda batin,\u00a0 dan mengubah ketidaktahuan jadi kebijaksanaan. Umat awam selalu diliputi ketidaktahuan. Setelah memiliki rasa syukur pada Buddha,\u00a0 maka kita harus mendekati ajaran-Nya, dan kemudian mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.\u00a0 Buddha mengajarkan bahwa yang terpenting adalah kita harus membangun ikrar dengan sepenuh hati. Ada banyak cara membangun ikrar, pertama-tama kita harus berpaling dari kemelekatan pada hal-hal duniawi agar dapat membangkitkan tekad\u00a0 melatih diri atau yang di sebut Bodhicitta. Jika Bodhicitta kita telah terbangkitkan, maka ajaran Buddha pun akan senantiasa dekat dengan kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam Paramita meliputi :<\/p>\n<p>Dana, sila, kesabaran, semangat, konsentrasi, kebijaksanaan; disebut juga Enam Kesempurnaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesabaran berarti mampu\u00a0 bertahan dalam kondisi yang amat sulit sekalipun. Dengan demikian, barulah hati dapat mencapai kemurnian, dan kita dapat berjalan di jalan pelatihan diri dengan keteguhan dan kegigihan.<\/p>\n<p>Kita semua harus senantiasa menjaga pikiran kita serta melatih kesabaran dan keuletan. Dengan demikian, barulah kita dapat terus maju dalam jalan Bodhisattva yang lapang ini. Harap semua lebih bersungguh sungguh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0\u00a0Sanubari Teduh &#8211; \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2 Membangkitkan Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha (044)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/youtu.be\/sHu8Ce8ln94\">https:\/\/youtu.be\/sHu8Ce8ln94<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2 Membangkitkan Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha &nbsp; Saudara se-Dharma, setiap hari kita berkata, rutinitas kehidupan kita setiap hari selalu sama. Kita melakukan hal yang sama setiap hari. Dan ajaran Buddha yang kita bahas kurang lebih pun sama, yaitu tentang kondisi di luar dan di dalam diri, tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; \u5343\u7d93\u842c\u8ad6\u5728\u65bc\u555f\u767c\u6148\u60b2 Membangkitkan Welas Asih : Aspek Utama dalam Praktik Ajaran Buddha &nbsp; Saudara se-Dharma, setiap hari kita berkata, rutinitas kehidupan kita setiap hari selalu sama. Kita melakukan hal yang sama setiap hari. Dan ajaran Buddha yang kita bahas kurang lebih pun sama, yaitu tentang kondisi di luar dan di dalam diri, tentang&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}