{"id":174,"date":"2015-11-03T02:25:48","date_gmt":"2015-11-02T19:25:48","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=174"},"modified":"2015-11-03T02:25:48","modified_gmt":"2015-11-02T19:25:48","slug":"munculnya-kemurniaan-di-kala-tiga-rintangan-lenyap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/munculnya-kemurniaan-di-kala-tiga-rintangan-lenyap\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh  &#8211; \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan  Lenyap (032)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan Lenyap  - 032\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/F2zCXLTF50U?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sanubari Teduh \u2013 \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan Lenyap<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saudara se-Dharma sekalian, hati kita masing-masing apakah telah dijaga dengan baik ? Kita harus mengatakan bahwa segala sesuatu dipelopori oleh pikiran.\u00a0\u00a0 Sebersit niat dapat membawa kita mencapai kebuddhaan, dan sebersit niat juga dapat membawa kita pada tiga alam sengsara. Jika dapat menjaga kemurnian hati, pada dasarnya setiap orang\u00a0 memiliki hakikat yang sama dengan Buddha. Jadi pada dasarnya semua orang\u00a0 adalah Buddha. Kita sering\u00a0 mengatakan, \u201cJadikan hati Buddha sebagai hati sendiri\u201d hati setiap orang pada dasarnya penuh dengan welas asih. Hati yang penuh welas asih ini hendaknya dipertahankan dan dijaga dengan baik agar tetap jernih dan murni. Dengan demikian, kebijaksanaan kita akan dapat melihat segala hal di dunia dengan jelas dan menyeluruh, tidak akan disesatkan oleh segala permasalahan duniawi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika pikiran tamak dan selalu ingin memiliki, maka kerisauan pasti muncul. Jika pikiran tak mengharapkan apa pun, kita akan dapat mengenal rasa puas dan senantiasa bahagia. Sesungguhnya terhadap segala sesuatu di dunia, kita dapat menggunakan kebijaksanaan dalam memandang semuanya. Kita dapat memahami banyak hal dan memperluas wawasan kita. Jika wawasan ini dapat diubah jadi kebijaksanaan, maka dengan segala yang dimiliki, kita hendaknya dapat bersumbangsih. Saat bersumbangsih dengan segala yang dimiliki, kebahagiaan yang ada akan terus terasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertobatan merupakan pemurniaan. Ketika kita menemukan selapis demi selapis kekeruhan dalam batin kita, kita harus sungguh-sungguh membersihkannya. Karena sudah mengetahui diri sendiri bersalah, maka kita harus segera bertobat, sama dengan jika tahu suatu tempat itu kotor, kita harus sungguh-sungguh membersihkannya. Dengan demikian, barulah kotoran akan lenyap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktisi Buddhis harus senantiasa bertobat dengan hati yang tulus untuk mengikis noda batin, karma dan buah karma. Ketika Tiga Rintangan ini lenyap, maka tercapailah kemurniaan. Tiga Rintangan ini terkikis dan enam indra, sepuluh kejahatan, serta 84.000 kekotoran dimurnikan. Jika Tiga Rintangan ini terkikis, 6 indra kita akan dimurnikan dari 10 kejahatan. Enam Indra, yakni mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan pikiran. Saat 6 indra ini mengalami kontak dengan 6 objek (rupa, suara, aroma, rasa, sentuhan, objek-objek pikiran), timbullah 6 kesadaran dalam batin kita. Manusia bergantung pada fungsi enam indra untuk membedakan enam objek sehingga melahirkan enam kesadaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Enam Kesadaran :<\/p>\n<ol>\n<li>Kesadaran melihat<\/li>\n<li>Kesadaran mendengar<\/li>\n<li>Kesadaran mencium<\/li>\n<li>Kesadaran mengecap<\/li>\n<li>Kesadaran menyentuh<\/li>\n<li>Kesadaran berpikir<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sepuluh kejahatan :<\/p>\n<p>Tubuh: Membunuh, mencuri, berbuat asusila<\/p>\n<p>Ucapan : Bertutur kata kasar, berdusta, berkata-kata kosong, bergunjing<\/p>\n<p>Pikiran : Ketamakan, kebenciaan, kebodohan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pratyekabuddha adalah orang suci yang muncul pada masa tidak adanya seorang Buddha di dunia. Ia mengandalkan kekuatan sendiri untuk mencapai pencerahan dan berhasil terbebas dari lingkaran kelahiran kembali.<\/p>\n<p>Orang bijaksana melihat segala sesuatu dengan sangat jelas, berbeda dengan mereka yang diliputi kebodohan. Orang yang diliputi kebodohan akan selalu terbelenggu oleh kondisi luar. Karena itu, ditenggah belenggu karma ini, mereka terus menciptakan karma buruk baru. Karma buruk ini terus terakumulasi.\u00a0 Jika Tiga Rintangan dapat kita kikis habis, 6 indra, 10 kejahatan, dan 84.000 kekotoran akan termurnikan. Dharma bagaikan air, batin semua makhluk diliputi kekeruhan. Air Dharma ini dapat menyucikan pikiran. Air Dharma ini sangat sederhana dan pikiran pada hakikatnya murni. Ketika hati bersatu dengan air Dharma, bukankah berkah dan kebijaksanaan menjadi lengkap ? Setelah mengetahui semua ini, kita harus sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini untuk bertobat dengan semangat yang teguh. Kita telah memiliki jalinan jodoh yang istimewa karena telah terlahir sebagai manusia dan bertemu ajaran Buddha. Ini adalah jalinan jodoh yang istimewa. Karena itu, kita harus segera mengenggamnya. Inilah yang disebut memanfaatkan. Dengan memanfaatkan jalinan jodoh istimewa ini,\u00a0 harap kalian dapat saling memberi dorongan, saling mendukung, dan saling menjaga tekad yang baik ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari \u00a0\u00a0Sanubari Teduh \u2013 \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan Lenyap (032)\u00a0 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/F2zCXLTF50U\">https:\/\/youtu.be\/F2zCXLTF50U<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/h1>\n<h1>Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1><\/h1>\n<h1>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh \u2013 \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan Lenyap &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, hati kita masing-masing apakah telah dijaga dengan baik ? Kita harus mengatakan bahwa segala sesuatu dipelopori oleh pikiran.\u00a0\u00a0 Sebersit niat dapat membawa kita mencapai kebuddhaan, dan sebersit niat juga dapat membawa kita pada tiga alam sengsara. Jika dapat menjaga kemurnian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh \u2013 \u4e09\u969c\u6ec5\u9664\u6e05\u6de8\u73fe Munculnya Kemurniaan di Kala Tiga Rintangan Lenyap &nbsp; Saudara se-Dharma sekalian, hati kita masing-masing apakah telah dijaga dengan baik ? Kita harus mengatakan bahwa segala sesuatu dipelopori oleh pikiran.\u00a0\u00a0 Sebersit niat dapat membawa kita mencapai kebuddhaan, dan sebersit niat juga dapat membawa kita pada tiga alam sengsara. Jika dapat menjaga kemurnian&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}