{"id":1445,"date":"2016-07-01T01:31:04","date_gmt":"2016-07-01T01:31:04","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1445"},"modified":"2016-07-01T01:31:04","modified_gmt":"2016-07-01T01:31:04","slug":"sanubari-teduh-mengembangkan-kebajikan-dan-memutus-kebencian-276","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-mengembangkan-kebajikan-dan-memutus-kebencian-276\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian (276)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian  (276)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7vB2WZVd8wc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h1>Sanubari Teduh &#8211; Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian\u00a0 (276)<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Manusia tidal lepas dari kondisi luar dan pikiran. Jika pikiran dapat menyatu dengan kondisi, batin kita pun akan hening dan jernih. Mengenai masa lallu, masa kini, dan masa depan, kitapun dapat melihat dengan jelas. Kesalahan masa lalu harus kita perbaiki. Untuk masa depan, kita harus sungguh-sungguh melatih diri. Apakah pelatihan diri sangat rumit ? sangat sederhana. Sederhana tetapi sulit untuk teguh di dalamnya. Inilah letak kesulitannya. Dimana letak kesederhanaannya ? Sederhana untuk mengubah cara bicara. Ada orang yang memiliki kebiasaan berbicara yang angkuh tidak mengandung kerendahan hati. Orang seperti ini sangat sombong dan tidak bisa rendah hati. Diri sendiri tidak merasakan seperti itu tetapi orang mungkin terluka karenanya. Ini adalah sebuah tabiat. Melatih diri berarti harus berbuat baik. Ada, kita harus berbuat baik, tetapi kita kurang berhati-hati sehingga kasar dalam bertindak. Meski kita melakukan perbuatan baik dan membantu orang, tetapi\u00a0 membuat orang lain tidak senang dan tidak merasakan suka cita.\u00a0 Dengan begitu rasa syukur tidak bisa bangkit. Rasa syukur orang lain tidak bisa bangkit karena cinta kasih kita tidak kita wujudkan ke dalam tindakan nyata. Inilah yang di sebut praktik. Kita harus melakukan praktik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Tiga Kebijaksanaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kebijaksanaan dari mendengar Dharma<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kebijaksanaan dari merenungkan Dharma<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kebijaksanaan dari mempraktikkan Dharma<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Memahami tiga kebijaksanaan berarti mengetahui kondisi masa lalu, mengetahui apa yang harus dilakukan saat ini, dan memahami apa yang harus dilakukan dimasa depan untuk mencapai tujuan. Inilah yang di sebut memahami tiga kebijaksanaan. Bukan hanya diri sendiri yang tahu,\u00a0 tetapi juga memberitahu seluruh dunia. Dengan mendengar, merenung dan praktik, barulah tiga penembusan dapat dicapai, barulah kita dapat memahami segala Dharma; barulah pikiran kita dapat terbuka, jadi kebijaksanaan dan tiga penembusan \u00a0sangatlah penting. Meski hanya dua istilah. Ini dapat membuat batin kita lebih lapang, murni dan cemerlang. Bukankah ini kondisi batin yang hening dan jernih ? kondisi batin ini sangat murni dan sangat sempurna. Dengan demikian , tiga penderitaan akan lenyap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah mendengar Dharma, kita harus terus merenung dan mempraktekkannya hingga merealisasi kesempurnaan dari \u00a0tiga kebijaksanaan dan tiga penembusan. Dengan demikian kita\u00a0 akan dari tiga penderitaan. Dengan batin yang jernih seperti ini, apakah kita akan melakukan kesalahan ? Tidak, saat batin kita jernih, akan kah kita tidak dapat berpikir jernih. Saat kondisi yang tidak diharapkan terjadi ?\u00a0 Kita pasti dapat berpikir jernih. Selama batin kita jernih,\u00a0 maka saat kondisi tidak diinginkan muncul. Kita akan dapat segera mengatasinya. Saat dapat berpikiran terbuka dan jernih. Maka saat masalah terjadi, kita tetap tak akan begitu menderita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Saudara sekalian, pelatihan diri sangat sederhana, kita cukup melenyapkan tabiat buruk kita. Dengan begitu maka secara alami kebajikan akan tumbuh. Jadi, \u201cKembangkan kebajikan dan hindari kebencian \u201c Mengapa kita seing marah-marah ? karena kita tidak punya hati yang bertobat. Dengan bertobat, barulah kita bisa membangkitkan kesabaran. Tanpa pertobatan, kita tak akan punya kesabaran. Tanpa kesabaran, kebajikan tak akan tumbuh. Jadi saya harap setiap orang selalu bertobat. Bersungguh sunggulah selalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian\u00a0 (276) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/7vB2WZVd8wc\">https:\/\/youtu.be\/7vB2WZVd8wc<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian\u00a0 (276) &nbsp; \u00a0Manusia tidal lepas dari kondisi luar dan pikiran. Jika pikiran dapat menyatu dengan kondisi, batin kita pun akan hening dan jernih. Mengenai masa lallu, masa kini, dan masa depan, kitapun dapat melihat dengan jelas. Kesalahan masa lalu harus kita perbaiki. Untuk masa depan, kita harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Mengembangkan Kebajikan dan Memutus Kebencian\u00a0 (276) &nbsp; \u00a0Manusia tidal lepas dari kondisi luar dan pikiran. Jika pikiran dapat menyatu dengan kondisi, batin kita pun akan hening dan jernih. Mengenai masa lallu, masa kini, dan masa depan, kitapun dapat melihat dengan jelas. Kesalahan masa lalu harus kita perbaiki. Untuk masa depan, kita harus&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}