{"id":1407,"date":"2016-07-05T11:03:58","date_gmt":"2016-07-05T11:03:58","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1407"},"modified":"2016-07-05T11:03:58","modified_gmt":"2016-07-05T11:03:58","slug":"sanubari-teduh-ketulusan-hati-terdengar-oleh-para-buddha-dan-dewa-307","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-ketulusan-hati-terdengar-oleh-para-buddha-dan-dewa-307\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa (307)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa  (307)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/WKcvesHQt94?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa (307)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Membangkitkan rasa hormat di dalam diri dan mempertahankannya dalam setiap pikiran dengan tulus berdoa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita melewati pola hidup yang sama. Meski melewati pola hidup yang sama, tetapi setiap detik yang berlalu adalah berbeda. Ini karena waktu terus berlalu. Momen ini berbeda dengan momen sebelumnya. Karena itu kita harus memanfaatkan setiap detik dengan baik. Setiap detik, hati kita harus membangkitkan\u00a0 ketulusan yang paling dalam. Kita hendaknya senantiasa membangkitkan ketulusan di dalam hati. Dalam melatih diri, kita harus berlatih untuk memiliki tekad teguh tak tergoyahkan hingga masa tak terhingga. Kita harus sepenuh hati melatih diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketulusan dan rasa hormat membuat kita dekat dengan surga. Hati kita harus bersatu dengan langit dan bumi. Hati kita dan hati Buddha harus menyatu. Setiap orang terlahir dengan membawa sifat hakiki yang setara dengan Buddha. Jadi, potensi dan hati nurani bergantung pada apakah seseorang memiliki ketulusan atau tidak.\u00a0 Karena itu dikatakan. \u201cTiada yang tak berhasil dicapai dengan ketulusan\u201d Dalam berinteraksi dengan orang atau menangani suatu masalah, kita harus membuat orang-orang percaya bahwa kita memiliki kekuatan yang besar. Banyaknya orang yang meyakini Buddha menandakan kualitas Beliau sebagai manusia telah sempurna. Karena itu kekuatan Beliau sangat besar. \u00a0Mengapa kekuatan Buddha sangat besar ?\u00a0 Karena kualitas Beliau sebagai manusia sudah sempurna. Orang-orang meyakini ajaran Buddha karena kualitas-Nya sebagai Buddha sudah tercapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tujuan kita mendalami ajaran Buddha adalah demi mendekatkan diri dengan Kualitas Buddha, kita harus memperlakukan orang dengan tulus. Setelah kualitas sebagai manusia tercapai, barulah kualitas sebagai Budda bisa tercapai ? Jadi, untuk membangun kualitas sebagai manusia, kita harus memperlakukan orang dengan tulus. Ini cara untuk membangun kualitas kita sebagai manusia.\u00a0 Jika kita bersikap munafik, maka kualitas kita sebagai manusia akan menurun. Jadi kita harus senatiasa bersikap tulus. Dengan hati yang tulus, maka tiada hal yang tak dapat kita capai. Kita harus percaya pada ungkapan, \u201cTiga inchi di atas kepala ada Dewa\u201d Tiga inci diatas kepala kita ada dewa, Orang-orang mungkin bertanya \u201cApa benar ada ?\u201d \u201cKami tidak melihatnya\u201d Sesungguhnya bukan hanya tiga inci di atas kepala. Setiap orang memiliki hati\u00a0 nurani. Seperti yang saya katakan tadi, hati nurani bagaikan langit. Jadi, hati nurani kita adalah dewa yang sakti. Karena itu, kita harus selalu ingat bahwa tiga inci diatas kepala ada dewa. Doa yang tulus dapat terdengar oleh para\u00a0 Buddha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hati kita harus senantiasa dipenuhi rasa hormat. Dimana pun kita berada pikiran kita juga harus menyertai dan \u00a0senantiasa\u00a0 memiliki hati penuh hormat. Senantiasa merenungkan bahwa kehidupan jasmani ini sulit dipertahankan. Begitu ia rusak dan terurai, entah kapan tubuh ini bisa di dapat kembali. Kehidupan manusia sungguh tidak kekal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jikapun dapat kembali memperoleh tubuh manusia, yang ditakutkan adalah tidak dapat bertemu para Buddha dan para suci. Jika bertemu teman yang jahat, kita akan terus menciptakan karma\u00a0 buruk dan\u00a0 tetap akan terjatuh ke alam neraka atau alam rendah lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Kita harus tahu bahwa apapun yang kita lakukan, langit sedang melihatnya,\u00a0 begitupula pada saat berbicara kita harus menjaga niat baik, membangkitkan rasa hormat dan ketulusan. Jadi kita harus senantiasa bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh &#8211; Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa (307) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/WKcvesHQt94\">https:\/\/youtu.be\/WKcvesHQt94<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa (307) Membangkitkan rasa hormat di dalam diri dan mempertahankannya dalam setiap pikiran dengan tulus berdoa. Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita melewati pola hidup yang sama. Meski melewati pola hidup yang sama, tetapi setiap detik yang berlalu adalah berbeda. Ini karena waktu terus berlalu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa (307) Membangkitkan rasa hormat di dalam diri dan mempertahankannya dalam setiap pikiran dengan tulus berdoa. Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari kita melewati pola hidup yang sama. Meski melewati pola hidup yang sama, tetapi setiap detik yang berlalu adalah berbeda. Ini karena waktu terus berlalu.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}