{"id":128,"date":"2015-10-08T06:14:44","date_gmt":"2015-10-07T23:14:44","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=128"},"modified":"2015-10-08T06:14:44","modified_gmt":"2015-10-07T23:14:44","slug":"berbuat-baik-melatih-moralitas-dan-menjalankan-kewajiban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/berbuat-baik-melatih-moralitas-dan-menjalankan-kewajiban\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh   \u70ba\u5584\u4fee\u5fb7\u76e1\u672c\u5206 &#8211; Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban. (014)"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh -  Berbuat  Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban - 014\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/N05NpzwfMSs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h3>Sanubari Teduh &#8211; Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban &#8211; 014<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tak berani berbuat kesalahan yang belum dilakukan. Karenanya, saat ini sepenuh hati berlindung kepada para Buddha di sepuluh penjuru, para Maha Bodhisattva, Pratyekabuddha dan Arahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, kita semua adalah praktisi Buddhis, karena telah mempelajari ajaran Buddha, kita harus berusaha memahami kebenaran. Jika tak dapat memahami kebenaran, bukan hanya dalam kehidupan ini, melainkan selamanya kita menderita. Karenanya kita harus segera mempelajari Dharma dan sungguh-sungguh memanfaatkan kehidupan ini. Sebagai praktisi Buddhis, hati harus selalu penuh rasa hormat dan syukur, dan harus membangkitkan welas asih. Inilah kebenaran yang harus kita pahami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Membersihkan batin dengan pertobatan, membersihkan kesalah masa lalu, menghadapi masa depan dengan senantiasa mawas diri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jangan mengabaikan perbuatan baik yang kecil, jangan pula melakukan perbuatan jahat meskipun kecil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesalahan masa lalu disebabkan kegelapan batin. Karena tidak tahu, kita melakukannya. Kini, setelah mempelajari ajaran Buddha, kita harus bertobat dengan sepenuh hati. Pertobatan adalah pemurnian. Karena telah paham dan bertobat, mulai saat ini kita nharus menjaga dengan baik keadaan batin yang murni ini. Kesalahan yang belum dilakukan janganlah kita lakukan. Kita harus takut untuk melakukan pelanggaran. Kita sering berbuat kesalahan karena tak takut akan akibatnya.\u00a0 \u201cHanya kesalahan kecil, saya tidak takut\u201d. Ingat jangan melakukan kejahatan walaupun kecil. Jangan hanya karena kejahatan itu kecil, maka taka da yang perlu ditakutkan. Janganlah berpikir demikian, karena kejahatan kecil yang terus terakumulasi juga akan menjadi kejahatan besar. Jangan pula berpikir bahwa kebajikan kecil tidak mendatangkan pahala.\u00a0 \u201cSaya hanya mau melakukan kebajikan besar\u201d. \u201cKebajikan kecil mana ada pahalanya ?\u201d Jika memiliki pikiran seperti ini, berpikir bahwa hanya kebajikan besar yang mendatangkan pahala, maka akan banyak kesempatan menciptakan berkah yang kita sia-siakan. Jadi, kebajikan kecil pun harus kita lakukan. Ada sebuah ungkapan berbunyi \u201cJangan mengabaikan perbuatan baik yang kecil\u201d. Jadi, kita harus mengerti untuk selalu mengingatkan diri sendiri. Jangan menganggap bahwa kejahatan kecil boleh saja dilakukan. Jangan pula mengira kebajikan kecil tak berpahala jika dilakukan. Janganlah berpikir demikian, jika setiap orang mengerti bahwa berbuat kebajikan adalah kewajiban manusia, menghindari kejahatan adalah aturan hidup; jika semua orang mengerti aturan dan dapat menunaikan kewajiban. Mereka tak akan melakukan kesalahan dalam hidup. Inilah kehidupan yang benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Berbuat baik dan melatih moralitas adalah kewajiban manusia<br \/>\nMenghindari perbuatan jahat adalah aturan hidup manusia<br \/>\nDengan menjalankan kewajiban dan mematuhi aturan, kehidupan manusia tak akan menyimpang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cZong\u201dberarti tujuan Hidup manusia. \u201cJiao\u201d berarti pendidikan seumur hidup. Agama adalah arah hidup manusia. Pendidikan di dalam kehidupan kita. Semua ini terdapat dalam agama. Agama apapun yang anda anut, selama kita sunguh-sungguh memilihnya, memilih yang mengajarkan keyakinan dan ajaran yang benar. Maka arah hidup kita tak akan salah. Jika kita belum memilih keyakinan agama, minimal kita menjalankan kewajiban sebagai manusia dan tidak meninggalkan tujuan hidup manusia. Manusia pada hakikatnya bersifat bajik. Terlahir di dunia ini sebagai manusia, kita harus menujuh pada kebajikan,berjalan kea rah yang baik. Inilah tujuan hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Selama memilih tujuan dan arah yang benar, menjalankanya dengan giat dan bersemangat, kira akan memperoleh kehidupan yang sukses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan ketulusan, kebenaran, keyakinan, kejujuran, berbuat kebajikan dan berbakti, menunaikan kewajiban dan giat berusaha, pasti akan memperoleh keberhasilan dalam kehidupan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berusaha mencapai kebuddhaan dan membimbing semua makhluk, dengan aktif memberi manfaat bagi orang lain dan diri sendiri, itulah Bodhisattva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Muncul di masa kekosongan Dharma, dengan mengamati segala perubahan pada materi, manusia dan pikiran, tercapailah pencerahan sebagai Pratyekabuddha .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Berlatih untuk diri sendiri, merealisasi dan menyadari kekosongan, memutus akar kekotoran batin, dan terbebas dari lingkaran tumimbal lahir, itulah Arhat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sulit terlahir sebagai manusia, kini sudah terlahir. Sulit bertemu ajaran Buddha, kini telah bertemu. Jika tidak tercerahkan dalam kehidupan ini kapankah baru akan tercerahkan ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai praktisi Buddhis, jangalah kita bermalas-malasan, jika tidak tercerahkan pada kehidupan ini, sampai kapan kita baru tercerahkan? Sulit bagi kita untuk bertemu ajaran Buddha. Namun, hanya menjaga kemurnian dan menyayangi diri sendiri saja tidaklah cukup. Kita harus meneladani Bodhisattva yang berlatih sekaligus membimbing makhluk lain, Tujuan kita adalah mencerahkan diri sendiri dan orang lain sehingga praktik dan kesadaran kita sempurna. Inilah tujuan pelatihan diri kita. Untuk itu, harap semua selalu bersungguh-sungguh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan \u00a0Sanubari Teduh &#8211; Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban \u2013 014 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/N05NpzwfMSs\">https:\/\/youtu.be\/N05NpzwfMSs<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :<br \/>\nSetiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sanubari Teduh &#8211; Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban &#8211; 014 &nbsp; Tak berani berbuat kesalahan yang belum dilakukan. Karenanya, saat ini sepenuh hati berlindung kepada para Buddha di sepuluh penjuru, para Maha Bodhisattva, Pratyekabuddha dan Arahat. Saudara se-Dharma sekalian, kita semua adalah praktisi Buddhis, karena telah mempelajari ajaran Buddha, kita harus berusaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"&nbsp; Sanubari Teduh &#8211; Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban &#8211; 014 &nbsp; Tak berani berbuat kesalahan yang belum dilakukan. Karenanya, saat ini sepenuh hati berlindung kepada para Buddha di sepuluh penjuru, para Maha Bodhisattva, Pratyekabuddha dan Arahat. Saudara se-Dharma sekalian, kita semua adalah praktisi Buddhis, karena telah mempelajari ajaran Buddha, kita harus berusaha&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}