{"id":1241,"date":"2016-05-16T21:17:06","date_gmt":"2016-05-16T14:17:06","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1241"},"modified":"2016-05-16T21:17:06","modified_gmt":"2016-05-16T14:17:06","slug":"sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-01-245","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-enam-belas-pandangan-bagian-01-245\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 01 (245)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Enam Belas Pandangan - Bagian 01  (245)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/mGR_cxUVzkI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Sanubari Teduh &#8211; Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 01\/13 (245)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI\">https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma sekalian, kondisi sekitar begitu hening dan tenang, tetapi apakah kondisi batin kita sudah tenang dan damai ? Pikiran tidaklah terlihat. Namun, segala sesuatu dimulai dari pikiran. Terlebih lagi saat pikiran bersentuhan dengan kondisi luar, maka akan timbul banyak pandangan.\u00a0 Kini kita akan mengulas Enam Belas Pandangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Enam Belas\u00a0Pandangan :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Pandangan tentang aku<\/li>\n<li>Pandangan tentang makhluk hidup<\/li>\n<li>Pandangan tentang jIwa<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang bernyawa<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang dilahirkan<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang dikembangkan<\/li>\n<li>Pandangan tentang ras manusia<\/li>\n<li>Pandangan tentang manusia<\/li>\n<li>Pandangan tentang pelaku<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang membuat melakukan<\/li>\n<li>Pandangan tentang pemulai<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang membuat memulai<\/li>\n<li>Pandangan tentang penerima<\/li>\n<li>Pandangan tentang yang membuat menerima<\/li>\n<li>Pandangan tentang\u00a0yang tahu<\/li>\n<li>Pandangan tentang\u00a0yang melihat<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Ini adalah hanya istilah untuk menjelaskan ajaran Buddha. Dengan penuh cinta kasih dan welas asih, Buddha mengumpamakan segala sesuatu dalam kehidupan kita untuk menjabarkan kondisi batin kita. Saat bersentuhan dengan kondisi luar. Sentuhan \u00a0antara indra, objek dan kondisi luar dapat membuat batin kita bergejolak tak menentu. Ini semua bermulai dari pandangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sesungguhnya 16 pandangan berhubungan dengan 5 Agregat. Lima Agregat sama dengan Panca Skandha. yang berarti menutupi, merujuk pada\u00a0\u00a0rupa, perasaan, persepsi, dorongan pikiran dan kesadaran. Semua ini menutupi hakikat kebuddhaan semua makhluk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Yang pertama dari 16 Pandangan adalah &#8221; <strong>Pandangan Keakuan<\/strong> &#8220;, ada banyak &#8220;Aku&#8221; yang berbeda. Didalam setiap &#8220;Aku&#8221; terdapat kemelekatan. Kita memiliki kemelekatan dan pandangan sendiri. Akibat pandangan Keakuan ini. maka saat kita bersentuhan dengan rupa timbullah perasaan dan pemikiran masing-masing. Dengan Persepsi dan dorongan pikiran masing-masing, kita memulai aktivitas hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap orang memiliki &#8220;Aku&#8221;. Pemikiran yang berbeda-beda melahirkan pandangan keakuan. Saat kegelapan batin dan kemelekatan terhadap keakuan bangkit, manusia mudah bertikai demi memperebutkan ketenaran, keuntungan dan kedudukan yang membuat timbulnya berbagai kerisauan yang tak terhingga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Hubungan yang rumit antara manusia \u00a0bermula dari pandangan keakuan. Pandangan keakuan bisa mengakumulasi kegelapan batin dan mendorong kita menciptakan karma buruk. Jadi Pandangan keakuan ini \u00a0sangatlah rumit. setiap orang yang terlahir ke dunia ini, memiliki pandangan keakuan. Pandangan keakuan bisa mendorong kita menciptakan banyak karma buruk, juga bisa mengubah nasib kita. Singkat kata, dengan melatih diri baru kita bisa mengubah hidup. Tanpa Pelatihan diri, kita akan terus melekat pada masa lalu, masa kini, dan masa depan. Pandangan keakuan selamanya merupakan benih karma buruk dan benih kegelapan batin kita. Karena itu kita harus selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah dikutip \u00a0dari \u00a0Sanubari Teduh &#8211; Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 01\/13 (245) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI\">https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Sanubari Teduh &#8211; Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 01\/13 (245) \u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI Saudara se-Dharma sekalian, kondisi sekitar begitu hening dan tenang, tetapi apakah kondisi batin kita sudah tenang dan damai ? Pikiran tidaklah terlihat. Namun, segala sesuatu dimulai dari pikiran. Terlebih lagi saat pikiran bersentuhan dengan kondisi luar, maka akan timbul banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"\u00a0Sanubari Teduh &#8211; Enam Belas Pandangan &#8211; Bagian 01\/13 (245) \u00a0Video Youtube : \u00a0 \u00a0https:\/\/youtu.be\/mGR_cxUVzkI Saudara se-Dharma sekalian, kondisi sekitar begitu hening dan tenang, tetapi apakah kondisi batin kita sudah tenang dan damai ? Pikiran tidaklah terlihat. Namun, segala sesuatu dimulai dari pikiran. Terlebih lagi saat pikiran bersentuhan dengan kondisi luar, maka akan timbul banyak&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}