{"id":1231,"date":"2016-05-16T21:07:09","date_gmt":"2016-05-16T14:07:09","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1231"},"modified":"2016-05-16T21:07:09","modified_gmt":"2016-05-16T14:07:09","slug":"sanubari-teduh-sebelas-kecenderungan-umum-bagian-08-240","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-sebelas-kecenderungan-umum-bagian-08-240\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 08 (240)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Sebelas Kecenderungan Umum - Bagian 08  (240)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Ih1tYfyKhc0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 8\/9 (240)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Video Youtube : \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0\">https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di dalam Ajaran Buddha, banyak istilah yang di kelompokkan, sesungguhnya kebenaran didalamnya tidak lepas dari hal dan prinsip. Hal yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berwujud. Ini semua di sebut hal. Namun hal ini tak lepas dari prinsip. Jadi kita harus memadukan hal dan prinsip. Berhubung banyaknya hal dan objek, maka prinsip juga banyak. Sesungguhnya semua tak lepas dari pikiran kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelas Kecenderungan Umum terdiri atas 7 Pandangan, 2 Keraguan dan 2 kegelapan batin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>7 Pandangan :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Pandangan Salah<\/li>\n<li>Pandangan Keakuan<\/li>\n<li>Eternalisme<\/li>\n<li>Nihilisme<\/li>\n<li>Kemelekatan pada Sila<\/li>\n<li>Pandangan salah tentang\u00a0sebab dan buah<\/li>\n<li>Pandangan Keraguan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2 Keraguan :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Keraguan pada hal<\/li>\n<li>Keraguan pada prinsip<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2 Kegelapan Batin<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Kegelapan Batin Akar<\/li>\n<li>Kegelapan Batin Turunan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya adalah kegelapan batin \u00a0yang terdiri dari kegelapan batin Akar dan Turunan. Kegelapan akar bermula dari kekikiran. Kita memiliki hakikat yang murni. Namun kita juga memiliki kegelapan batin akar. \u201cSebersit kegelapan batin\u00a0 menimbulkan 3 aspek halus, kontak dengan kondisi\u00a0 luar menimbulkan 6 aspek kasar\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kegelapan batin pada kehidupan ini adalah lanjutan dari kegelapan batin di kehidupan lalu. Kegelapan batin pada kehidupan lampau juga adalah kelanjutan dari kehidupan sebelumnya. Jadi tabiat dan kegelapan batin terus mengikuti disetiap kehidupan. Ini telah berlangsung sejak masa tanpa awal. Jika kita tidak sungguh-sungguh melenyapkan tabiat dan kegelapan batin, malah menambah tabiat di kehidupan ini maka tabiat yang terakumulasi akan semakin banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di dalam kegelapan batin akar, yang pertama adalah kekikiran. Kikir berarti tidak memiliki cinta kasih. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita sesungguhnya memiliki banyak hal yang dapat didanakan. Berdana sangatlah sederhana. Tersenyum terhadap orang lain juga termasuk berdana. Karena tersenyum dengan orang lain adalah ungkapan niat baik. Membantu orang dengan segera\u00a0 mengulurkan tangan untuk meringankan beban orang,\u00a0 itu juga adalah berdana. Sepatah kata penghiburan mungkin dapat membuka pintu hatinya, inipun disebut berdana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya adalah kegelapan batin turunan, ia tidak sekedar tidak rela \u00a0bersumbangsih, tetapi lebih dasyat lagi, yaitu memiliki pikiran yang beracun. Bukan hanya tidak rela membantu orang, dia juga berusaha untuk merusak, seperti merusak nama baik orang, merusak kemajuan orang, merusak keluarga orang, merusak masyarakat dan merusak seluruh negri. Dengan memiliki pikiran beracun ini, meski memiliki tubuh manusia, kita tidak berbeda dengan binatang buas, bahkan lebih berbahaya. Inilah kegelapan batin akar dan Kegelapan batin turunan yang berpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kegelapan batin turunan timbul saat kegelapan batin akar bersentuhan dengan enam indra dan enam objek sehingga menimbulkan segala noda batin. Akibatnya, makhluk hidup tidak hanya kikir tetapi juga berniat mencelakai makhluk lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Membimbing manusia dengan cinta kasih, berbelas kasih terhadap yang sesat, turut bersuka cita melihat orang berbudi, menolong semua makhluk, melintasi alam, menyeberangi laut dan sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdana kepada semua makhluk, memberi makan mereka yang lapar,\u00a0 memberi minum mereka haus, memberi pakaian mereka yang kedinginan, memberi obat mereka yang sakit. \u00a0( Sutra Enam Paramita)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDana Paramita tidaklah terbatas \u201c cara Buddha untuk membimbing kita adalah dengan cinta kasih. Kita harus membimbing semua orang dengan cinta kasih dan welas asih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara sekalian dalam mempelajari ajaran Buddha, janganlah seharipun kita membiarkan Sebelas Kecenderungan umum ini menjerumuskan batin kita. Kita harus melakukan refleksi diri, baru bisa melenyapkan selapis demi selapis kegelapan batin. Kebijaksanaan hakiki kita yang setara\u00a0 dengan Buddha haruslah kita bangkitkan. Jadi, kini cahaya kebijaksanaan hakiki kita ditutupi oleh kegelapan batin. Kita harus mengambil Dharma dari luar, yaitu Dharma yang kini saya babarkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, baru kita bisa melenyapkan selapis demi selapis kegelapan batin, membina tabiat baik, dan melenyapkan kebiasaan buruk. Baiklah, mempelajari ajaran Buddha berarti harus selalu membersihkan cermin batin kita. Karena itu saya selalu berpesan agar kalian senantiasa bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah dikutip \u00a0dari Sanubari Teduh \u2013 Sebelas Kecenderungan Umum \u2013 Bagian 8\/9 (240) \u00a0\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0\">https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 8\/9 (240) \u00a0Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0 Di dalam Ajaran Buddha, banyak istilah yang di kelompokkan, sesungguhnya kebenaran didalamnya tidak lepas dari hal dan prinsip. Hal yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berwujud. Ini semua di sebut hal. Namun hal ini tak lepas dari prinsip. Jadi kita harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 8\/9 (240) \u00a0Video Youtube : \u00a0https:\/\/youtu.be\/Ih1tYfyKhc0 Di dalam Ajaran Buddha, banyak istilah yang di kelompokkan, sesungguhnya kebenaran didalamnya tidak lepas dari hal dan prinsip. Hal yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berwujud. Ini semua di sebut hal. Namun hal ini tak lepas dari prinsip. Jadi kita harus&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}