{"id":1223,"date":"2016-05-16T20:59:41","date_gmt":"2016-05-16T13:59:41","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1223"},"modified":"2016-05-16T20:59:41","modified_gmt":"2016-05-16T13:59:41","slug":"sanubari-teduh-sebelas-kecenderungan-umum-bagian-04-236","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-sebelas-kecenderungan-umum-bagian-04-236\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 04 (236)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh - Sebelas Kecenderungan Umum - Bagian 04  (236)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/CN2IqkdL-Es?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 4\/9 (236)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es\">https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Saudara se-Dharma inti mempelajari ajaran Buddha terletak pada pemahaman pikiran kita.\u00a0 Pemahaman ini harus selalu kita pertahankan agar tidak menyimpang. Penyimpangan sedikit saja dapat memmbuat kita jauh tersesat. Jadi kita harus selalu menjaga pikiran dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelas Kecenderungan Umum terdiri atas 7 Pandangan, 2 Keraguan dan 2 kegelapan batin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>7 Pandangan :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Pandangan Salah<\/li>\n<li>Pandangan Keakuan<\/li>\n<li>Eternalisme<\/li>\n<li>Nihilisme<\/li>\n<li>Kemelekatan pada Sila<\/li>\n<li>Pandangan salah tentang\u00a0sebab dan buah<\/li>\n<li>Pandangan Keraguan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2 Keraguan :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Keraguan pada hal<\/li>\n<li>Keraguan pada prinsip<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2 Kegelapan Batin<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Kegelapan Batin Akar<\/li>\n<li>Kegelapan Batin Turunan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kini kita akan membahas yang ke lima, yaitu kemelekatan pada sila atau kemelekatan pada pandangan pribadi. Setelah mempelajari ajaran Buddha, kita harus membuat diri kita dapat menggunakan ajaran ini dalam interaksi dengan manusia ataupun dengan segala sesuatu. Hidup kita harus sesuai dengan ajaran Buddha. Ajaran Buddha harus diterapkan dalam keseharian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kita harus tahu apa yang dimaksud dengan sila. Sila adalah cara untuk mencegah kesalahan dan menghentikan keburukan. Kita harus mencegah diri kita \u00a0dari melakukan sesuatu yang tidak benar. Sesuatu yang tidak benar janganlah kita lekati dan lakukan. Jika kita terus berbuat yang tidak benar, itu akan berakibat buruk. Inilah pentingnya sila. Namun ada orang yang tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Melihat orang lain melakukan kekeliruan, mereka mengira itu adalah pelatihan diri dan mulai mengambil metode itu dan mengikuti silanya. \u00a0Dia tidak bisa membedakan benar dan salah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kita tidak boleh mengambil atau mencuri kepunyaan orang lain. Tindakan ini tidak benar. Jika kita masih mengambil milik orang lain, maka menurut ajaran Buddha itu tidaklah benar. Jadi, ini yang disebut &#8220;Mengambil&#8221; Ini bukan ajaran benar yang diajarkan Buddha. Jika kita mengadopsi sila ajaran luar, maka ini juga tidak benar seperti mengambil. Inilah yang disebut \u201cmengambil\u201d. Kemelekatan pada sila atau pandangan pribadi adalah mengadopsi kesesatan orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kemelekatan pada sila merujuk pada praktik sesat dengan mengambil ajaran \u00a0atau sila yang tidak benar akibat ketidaktahuan \u00e0kan yang benar dan salah. Ini membuat manusia menyimpang dan keluar dari jalan yang benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam mempelajari ajaran Buddha, jika tidak memahami sila Tathagatha dan mala menjalani sila sesat, maka akan terjerumus dalam kejahatan dan menciptakan karma buruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Kita mempelajari agama Buddha demi menenangkan batin kita. Batin kita haus jernih dan tekad harus luhur, serta teguh tak tergoyahkan. Batin kita harus di jaga kemurniannya. Bagaimana pun kondisi diluar, batin kita jangan sampai terpengaruh. Melihat dunia yang penuh gejolak, dan banyak orang yang menderita di masyarakat, \u00a0Kita harus memperkuat tekad kita. Jadi, jika tekad kita luas dan luhur kita harus memperluas tekad kita. Ikrar kita pun harus diperkokoh. Kita harus \u00a0berusaha menenangkan hati setiap orang agar masyarakat menjadi lebih damai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jika bertambah satu orang yang batinnya tenang, maka keharmonisan pun akan bertambah. Jika semua orang dapat menenangkan batin maka keharmonisan pun akan bertambah. Jika semua orang dapat menenangkan batin dan hidup dalam keharmonisan. bukankah akan tercipta masyarakat dan dunia yang damai ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi yang paling mengk\u00a0 hawatirkan adalah pikiran manusia, saat \u00a0ketamakan dan kekeliruan timbul, pikiran manusia akan penuh kemelekatan Dengan begitu pikiran kita pun menjadi sakit. Melekat berarti keras kepala. Saat kemelekatan ini mencapai tahap ekstrem, siapapun tak mampu menasehati. Orang seperti ini bahkan tidak akan bertindak patut terhadap orang tua sendiri. Dengan begitu dia tidak akan bosan-bosannya, melakukan hal-hal yang tidak pantas. Jadi Saudara sekalian dalam mempelajari ajaran Buddha kita harus bersungguh hati jangan pikiran kita bergejolak, karena pikiran yang bergejolak akan sulit ditenangkan kembali. Dalam kehidupan sehari-hari orang dan masalah yang klita hadapi adalah kondisi yang menjadi tempat kita untuk menempah batin. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah dikutip \u00a0dari Sanubari Teduh \u2013 Sebelas Kecenderungan Umum \u2013 Bagian 4\/9 (236) \u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es\">https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel\u00a0 Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 4\/9 (236) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es Saudara se-Dharma inti mempelajari ajaran Buddha terletak pada pemahaman pikiran kita.\u00a0 Pemahaman ini harus selalu kita pertahankan agar tidak menyimpang. Penyimpangan sedikit saja dapat memmbuat kita jauh tersesat. Jadi kita harus selalu menjaga pikiran dengan baik. Sebelas Kecenderungan Umum terdiri atas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Sebelas Kecenderungan Umum &#8211; Bagian 4\/9 (236) Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/CN2IqkdL-Es Saudara se-Dharma inti mempelajari ajaran Buddha terletak pada pemahaman pikiran kita.\u00a0 Pemahaman ini harus selalu kita pertahankan agar tidak menyimpang. Penyimpangan sedikit saja dapat memmbuat kita jauh tersesat. Jadi kita harus selalu menjaga pikiran dengan baik. Sebelas Kecenderungan Umum terdiri atas&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1223"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}