{"id":1206,"date":"2016-05-16T20:02:45","date_gmt":"2016-05-16T13:02:45","guid":{"rendered":"http:\/\/sanubariteduh.com\/?p=1206"},"modified":"2016-05-16T20:02:45","modified_gmt":"2016-05-16T13:02:45","slug":"sanubari-teduh-sepuluh-ikatan-bagian-01-228","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/sanubari-teduh-sepuluh-ikatan-bagian-01-228\/","title":{"rendered":"Sanubari Teduh &#8211; Sepuluh Ikatan &#8211; Bagian 01 (228)"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sanubari Teduh -  Sepuluh Ikatan -  Bagian 01 (228)\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Zemazbhpik8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh &#8211; Sepuluh Ikatan &#8211; Bagian 01 (228)<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Video Youtube : <a href=\"https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8\">https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sepuluh Ikatan :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Tiada Rasa malu<\/strong><\/li>\n<li><strong>Tiada Rasa bersalah<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kedengkian<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kekikiran<\/strong><\/li>\n<li><strong>Penyesalan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Rasa Kantuk<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kegelisahan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kelesuan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kebencian<\/strong><\/li>\n<li><strong>Penyembunyian<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Ikatan sama dengan jeratan. Semua makhluk terikat oleh sepuluh ikatan, tidak dapat terbebas dari penderitaan kelahiran kembali sehingga tidak dapat merealisasi kebahagiaan Nirvana. Sesungguhnya penderitaan ada karena keterikatan. Jika bisa melepas ikatan ini, kita akan mendapat kebahagiaan. Karena kita tidak dapat melepas ikatan, maka kita tidak bisa mendapat kebahagiaan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Apa yang mengikat kita ? \u00a0Ada sepuluh faktor yang mengikat kita. Yang pertama berhubungan dengan rasa malu. Jika melakukan kesalahan, kita sering berkata &#8220;Saya merasa malu&#8221;, saat melakukan yang salah, yang biasa kita ucapkan adalah bahwa kita merasa malu, sehingga secara alami mengucapkannya. Apakah malu hanya di mulut ataukah dari hati\u00a0? Apakah kita paham arti dari rasa malu ? Malu berarti malu terhadap langit. Kita sebagai manusia telah melakukan segala perbuatan buruk di tempat tersembunyi, tempat tersembunyi berarti tempat yang tidak terlihat orang lain. Kita banyak melakukan kesalahan. Saat orang lain tidak melihat, kita melakukannya dan tidak malu pada diri sendiri.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Jadi orang berbudi hendaknya, tetap mawas diri meskipun sendirian. Jangan mengira tidak ada orang yang melihat, lalu kita melakukan hal yang buruk dan menggangapnya tak\u00a0akan diketahui\u00a0orang\u00a0lain. Seperti ini tidaklah benar. Inilah orang yang tidak ada rasa malu. Dimana pun kita berada bagai ada orang memperingatkan kita. Kita hendaknya mawas diri setiap saat. Jika tidak, kita akan sering melakukan kesalahan, di tempat yang tidak terlihat orang lain. <\/strong><strong>J<\/strong><strong>adi, &#8220;kita tidak merasa malu pada langit, tidak menyesal pada diri sendiri &#8220;, Apa yang dimaksud merasa malu pada langit? Langit adalah hati nurani kita sendiri.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Orang berkata kita harus membangkitkan hati nurani. Artinya kita tidak mengakui kesalahan karena mengira tidak ada orang yang mendengar. Berhubung tidak ada orang lain yang melihat, maka kita tidak rela mengakui kesalahan. Sikap seperti ini akan mengacaukan batin. Mengacaukan batin siapa ? Mengacaukan batin orang lain dan diri sendiri. \u00a0Sesungguhnya ini menyalahi hati nurani. Batin sendiri juga bisa mencela kita. Kita sering berkata hukuman terbesar adalah penyesalan. Kita menyesal tetapi tidak berani mengakui kesalahan. Batin kita juga diliputi ketakutan. Jika ketidakjujuran kita terbongkar dan diketahui orang lain. Kita akan merasa \u00a0khwatir. Melakukan hal yang melawan hati nurani, diri sendiri juga bisa mencela. Hukuman terbesar hidup manusia adalah ketidaktenangan hati nurani dan penyesalan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Yang kedua dari \u00a0Sepuluh Ikatan adalah merasa tiada rasa bersalah. Yang dimaksud bersalah adalah bersalah terhadap orang. Artinya melakukan segala pelanggaran di tempat yang terlihat orang lain tanpa merasa bersalah dan malu. Dia tidak sadar bahwa saat orang lain melihat kita melakukan keburukan, itu adalah hal yang memalukan. Inilah yang disebut tidak merasa bersalah. Dikatakan, &#8220;Menutupi ketidakbaikan dan tidak merasa bersalah. Tidak peduli ada orang lain melihat atau tidak, orang ini tidak segan melakukan kesalahan. Semua yang dia lakukan tidak baik. Dia tidak mengerti rasa malu dan rasa bersalah. Orang seperti ini tidak bisa merasa menyesal. Dengan begitu noda batin akan mengacaukan pikirannya. \u00a0Kerisauhan akan terus \u00a0mengikuti kehidupannya.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Rasa malu dan bersalah ini memiliki dua aspek. Pertama adalah menyalahi hati nurani. kedua adalah berbuat salah terang-terangan. Kehidupan penuh penderitaan. Buddha memberi ajaran kepada kita dengan harapan setiap orang dapat kembali kepada kemurnian hati awal. Apa yang di sebut Awal ? Yakni sifat hakiki yang bajik. Jika manusia melakukan kesalahan, manusia hendaknya memperbaiki diri, jika tidak mau berubah maka kita akan selamanya menyalahi hati nurhani. Hukuman terbesar dalam hidup ada<\/strong><strong>lah<\/strong><strong> penyesalan. Kita akan mengacaukan batin sendiri dan membuat risau orang lain, inilah penderitaan. Jadi, Buddha ingin kita melepaskan satu demi satu belenggu, kesalahan tidaklah menakutkan, yang menakutkan adalah tidak mau memperbaiki diri. Jadi kita harus bersungguh hati.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah diintisarikan dari Video Sanubari Teduh &#8211; Sepuluh Ikatan &#8211; Bagian 01 (228) <a href=\"https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8\">https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channel \u00a0Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF<br \/>\nTV Online : <a href=\"https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv\">https:\/\/www.mivo.com\/#\/live\/daaitv<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">GATHA PELIMPAHAN JASA<br \/>\nSemoga mengikis habis Tiga Rintangan<br \/>\nSemoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran<br \/>\nSemoga seluruh rintangan lenyap adanya<br \/>\nDari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanubari Teduh &#8211; Sepuluh Ikatan &#8211; Bagian 01 (228) \u00a0Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8 Sepuluh Ikatan : Tiada Rasa malu Tiada Rasa bersalah Kedengkian Kekikiran Penyesalan Rasa Kantuk Kegelisahan Kelesuan Kebencian Penyembunyian Ikatan sama dengan jeratan. Semua makhluk terikat oleh sepuluh ikatan, tidak dapat terbebas dari penderitaan kelahiran kembali sehingga tidak dapat merealisasi kebahagiaan Nirvana. Sesungguhnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":618,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sanubariteduh"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"sanubariteduh.com","author_link":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/author\/sanubariteduh-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/category\/sanubariteduh\/\" rel=\"category tag\">Sanubari Teduh<\/a>","rttpg_excerpt":"Sanubari Teduh &#8211; Sepuluh Ikatan &#8211; Bagian 01 (228) \u00a0Video Youtube : https:\/\/youtu.be\/Zemazbhpik8 Sepuluh Ikatan : Tiada Rasa malu Tiada Rasa bersalah Kedengkian Kekikiran Penyesalan Rasa Kantuk Kegelisahan Kelesuan Kebencian Penyembunyian Ikatan sama dengan jeratan. Semua makhluk terikat oleh sepuluh ikatan, tidak dapat terbebas dari penderitaan kelahiran kembali sehingga tidak dapat merealisasi kebahagiaan Nirvana. Sesungguhnya&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jingsi.id\/sanubariteduh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}