by sanubariteduh.com | Sep 8, 2016 | Sanubari Teduh
Sanubari Teduh – Fisik dan Batin Tak Terlepas dari Dharma (324) Empat unsur bagaikan ular beracun, Lima Agregat bagaikan pencuri kejam, Enam Indra bagaikan desa kosong, Keinginan bagaikan teman palsu. Saudara se-Dharma sekalian, seiring berlalunya waktu,...
by sanubariteduh.com | Sep 8, 2016 | Sanubari Teduh
Sanubari Teduh – Lima Agregat Bagaikan Pencuri (323) Saudara se-Dharma sekalian, kita harus selalu membangkitkan rasa hormat. Demi semua makhluk, Buddha membangkitkan cinta kasih untuk berbagi jalan menuju kesadaran. Karena itu, kita harus menerima ajaran Beliau...
by sanubariteduh.com | Sep 8, 2016 | Sanubari Teduh
Sanubari Teduh – Menyadarkan Diri Sendiri dan Orang Lain (322) Saudara se-Dharma sekalian, waktu terus berlalu, ketidakkekalan terus menggerus, kehidupan hanya sementara. Ini adalah hukum alam. Jadi, kita harus menggenggam waktu yang ada. Waktu begitu...
by sanubariteduh.com | Sep 8, 2016 | Sanubari Teduh
Sanubari Teduh – Melenyapkan Kesombongan dan Nafsu Keinginan (321) Saudara se-Dharma sekalian dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus senatiasa mengendalikan diri agar tidak berbuat keliru. Meskipun berbuatt keliru, kita juga harus segera bertobat. Pikiran...
by sanubariteduh.com | Sep 8, 2016 | Sanubari Teduh
Sanubari Teduh – Empat Landasan Noda Batin (320) Mengalami kelahiran kembali mengikuti 12 Mata Rantai Sebab Akibat. Akibat kegelapan batin tanpa awal, terhimpunlah landasan noda batin sebanyak pasir Sungai Gangga. Saudara se-Dharma sekalian, sejak masa...